Minggu lalu, Ashkenavi mengatakan bahwa Israel kemungkinan besar akan melancarkan kuasi holocaust lain di Gaza, menambahkan bahwa pasukan pendudukan Israel akan masuk ke sudut-sudut jalan paling dalam dari daerah pantai tersebut.
Sebagai pembunuh massal, Ashkenazi, seperti penjahat perang Israel lainnya, harus berada di The Hague mempersiapkan pembelaannya terhadap tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang ditujukan padanya. Setelah semua kejahatan yang ia lakukan menempatkannya pada posisi yang sama dengan para penjahat perang Nazi yang diadili atas kejahatan yang mereka lakukan sendiri terhadap kemanusiaan dalam Perang Dunia II.
Meski demikian, karena adanya ketidakseimbangan dalam dunia kita hari ini, Ashkanezi dan komplotannya tidak hanya bebas tapi juga mengancam para korbannya dengan holocaust baru.
Dalam sudut pandang tertentu, arogansi Ashkenazi itu berada dalam batas normal. Reaksi tak pantas yang diberikan komunitas internasional terhadap apa yang menimpa warga Gaza memupuk keberanian para pemimpin Israel, meyakinkan mereka bahwa Israel akan selalu dapat menindas 1.5 juta penduduk yang tak berdaya, memblokade, dan membuat mereka kelaparan tanpa perlu mengkhawatirkan akibat yang serius. Karena itulah Ashkenazi membuat pernyataan itu.
Memang benar bahwa banyak para pemimpin moral dan politik berpikiran terbuka, seperti perdana menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengecam kebarbaran Israel di Gaza.
Juga benar bahwa laporan Goldstone mengutuk Israel atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang telah dilakukannya selama Perang Gaza, dan itu adalah sebuah perkembangan yang positif.
Namun, yang juga benar adalah bahwa para penjahat perang itu tidak memperhatikan kecaman verbal bahwa jika berasal dari badan-badan dan tokoh internasional terkemuka sekalipun.
Itulah mengapa pernyataan Ashkenazi harus ditanggapi dengan serius untuk dua alasan utama: Pertama, karena militer Israel mampu melakukan apa pun yang tak kita pikirkan sebelumnya, termasuk mengebom wilayah pemukiman, menggunakan bom kluster seperti yang terjadi di Libanon tahun 2006, atau fosfor putih seperti yang terjadi di Gaza tahun lalu. Kedua, karena Israel pada dasarnya adalah sebuah negara pemberontak yang tidak pernah menganggap serius hukum internasional. Yang lebih kontroversial lagi adalah bahwa negara-negara Barat, terutama AS, selalu memperlakukan entitas Nazi-Yahudi di atas hukum internasional.
Karena itu, penting bagi rakyat Palestina untuk bersikap pintar dan memainkan “kartunya” dengan hati-hati. Palestina harus selalu mempertimbangkan fakta bahwa kelangsungan hidup mereka sangat bergantung pada niat baik komunitas internasional, bukan kekuatan politik atau militer mereka sendiri. Terlebih lagi, sebagian besar rakyat Palestina secara efektif merupakan tahanan dari pendudukan militer Israel.
Ide bahwa Israel melakukan semacam holocaust bukanlah sesuatu yang tidak pernah terlintas sebelumnya.
Tahun lalu, wakil menteri pertahanan Israel Mattan Vilna’ai memperingatkan bahwa Israel akan melancarkan sebuah aksi holocaust terhadap rakyat Palestina jika itu yang diinginkan oleh Palestina. Dan selama perang Gaza tahun lalu, menteri luar negeri Avigdor Lieberman dikutip oleh media Israel mengatakan bahwa sebuah bom nuklir akan dijatuhkan di Gaza.
Karena itu, ketakutan Palestina tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang irasional.
Mengeraskan seruan atau kecaman saja tidak akan cukup. Rakyat Palestina juga harus berusaha menarik perhatian dan dukungan dari organisasi-organisasi HAM internasional sebanyak mungkin. Mereka adalah para saksi mata kredibel yang kesaksiannya mungkin akan terbukti penting bagi penyelamatan hak-hak masyarakat Palestina.
Setiap dokumen yang mengandung informasi sekecil apa pun tentang kejahatan dan penjahat Zionis harus dikumpulkan, mulai dari prajurit biasa di lapangan hingga komandan tingkat tinggi.
Selain itu, rakyat Palestina dan para pendukungnya harus selalu memberikan informasi tentang pemimpin politik dan militer Israel kepada negara-negara di seluruh dunia. Mereka harus terus mengejar mereka kemana pun mereka pergi. Orang-orang itu adalah penjahat perang dan pembunuh anak-anak yang tidak seharusnya dibiarkan hidup tenang. (rin/pic) www.suaramedia.com
- Mampu Jangkau Tel Aviv, Roket Hizbullah Gentarkan Israel
- Anggota Hizbullah Jadi Menteri, Israel Panik
- Gempa Bumi Satukan Yordania – Israel Dalam Latihan Rahasia
- Hamas: Melawan Zionis Adalah Denyut Nadi Negara Arab
- Gerah Disebut Penjahat, Israel Perangi New York Times











