Sabtu, 13 Maret 2010

Headlines:

12.500 Warga Zimbabwe Terjangkit Kolera

E-mail Cetak PDF
HARARE (Suaramedia)  Wabah kolera yang melanda Zimbabwe sudah menelan 565 orang tewas dan 12.500 warga lainnya dilaporkan terjangkit kolera, dengan kemungkinan tewas apabila tidak segera ditolong. Situasi nestapa ini berlangsung saat krisis politik Zimbabwe yang belum selesai dan serikat buruh serta para petugas medis berdemonstrasi menuntut perbaikan upah.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Zimbabwe, Rabu (3/12), mengatakan, wabah kolera terus meminta korban. Sejauh ini dilaporkan 565 orang tewas dan 12.500 warga Zimbabwe terinfeksi kolera. Ratusan orang telah melarikan diri ke Afrika Selatan untuk perawatan. Situasi ini menambah tekanan bagi pemimpin di wilayah itu untuk menyelamatkan Zimbabwe dari tepi kehancuran. Harare, ibu kota Zimbabwe, yang paling parah terkena kolera, dengan 177 orang tewas dan 6.448 kasus terinfeksi; lebih dari setengah angka total nasional. Parahnya, para petugas medis di Harare dan seluruh wilayah Zimbabwe lainnya tidak memiliki cukup obat untuk mengatasinya.

Menyebarnya kolera melewati perbatasan Zimbabwe juga akan memaksa negara-negara tetangga untuk mengambil tindakan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kolera—yang sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan itu—telah menyebar ke Afrika Selatan, Mozambik, dan Botswana.

Pejabat kesehatan mengatakan, kolera telah terdeteksi di Sungai Limpopo, Afrika Selatan, di perbatasan dengan Zimbabwe. Federasi Internasional Palang Merah mengatakan, Rabu, enam orang tewas karena kolera di Afrika Selatan, dengan 400 kasus dilaporkan. ”Kolera disebabkan makanan atau air yang tercemar bakteri vibrio cholerae,” kata WHO.

Protes merebak

Di tengah wabah kolera dan krisis politik yang sudah berlangsung setahun, polisi antihuru-hara Zimbabwe yang bersenjatakan pentungan membubarkan aksi protes serikat buruh serta dokter dan perawat di Harare, Rabu.

Aksi protes serikat buruh itu guna mengecam tentang nilai uang dollar Zimbabwe yang terus merosot tak berharga. Zimbabwe mengalami kemerosotan ekonomi yang membuat angka inflasi di negara itu mencapai jutaan persen. Perekonomian Zimbabwe sebelumnya termasuk salah satu yang terbaik di Afrika.

Bank Sentral Zimbabwe kemarin menerapkan batasan penarikan uang tunai dan meluncurkan uang baru dengan nilai nominal yang lebih tinggi. Namun, kebijakan ini belum berdampak pada perekonomian Zimbabwe. Masyarakat antre di bank-bank untuk menarik uang tunai.

Aksi protes juga dilakukan serikat pekerja kesehatan yang berdemonstrasi menuntut gaji dan kondisi pekerjaan yang lebih baik. Aksi protes ini berlangsung saat mereka harus melayani pasien yang terkena kolera.

Rumah-rumah sakit umum sebagian besar tutup karena kekurangan obat dan peralatan. Aksi pemogokan dokter dan perawat yang sering terjadi untuk menuntut gaji yang lebih baik ini membuat kondisi kesehatan di negara itu semakin buruk.

Kondisi di Zimbabwe kian diperburuk dengan krisis politik yang sudah berlangsung hampir setahun. Kubu Presiden Robert Mugabe dan pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai menghadapi jalan buntu soal pembagian kekuasaan.(kmp)
blog comments powered by Disqus