Sabtu, 04 Pebruari 2012

Headlines:

Cap "Anti-Semit", Taktik Putus Asa Israel Hadapi Hujatan

E-mail Cetak PDF

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) – Meningkatnya penggunaan penindasan secara terang-terangan merupakan sebuah gejala kehilangan kendali. Di masa lalu, taktik semacam itu tidak perlu dipergunakan karena kritikan terhadap Israel dibatasi hanya di tepian perdebatan publik. Kini, hal itu telah bergeser semakin ke tengah, dan pihak-pihak yang mendukung Israel dengan politik etnis dan apartheidnya kini merasa amat terancam, demikian dicatat oleh Ulli Diemer, seorang penulis, penerbit dan aktivis sosialis Kanada.

Ketika opini publik dunia bergerak melawan Israel, rezim apartheid dan segala bentuk penjajahannya, negeri Zionis dan lobi Yahudi berpaling kepada upaya-upaya untuk mengecap segala bentuk kritikan terhadap Israel sebagai sebuah tindakan "anti-Semit", dan menyebut tindakan-tindakan tersebut sebagai sebuah "ancaman serius" yang "mengancam kebebasan dasar".

"Pada saat yang bersamaan, ketika Israel berupaya untuk menghancurkan gerakan perlawanan internal, pemerintah Israel – dengan dibantu oleh para pendukungnya di AS dan Kanada – telah meluncurkan kampanye propaganda yang amat agresif dengan dukungan dana yang melimpah di luar negeri, dengan tujuan utama untuk mengatasi menurunnya dukungan terhadap Israel."

"Ada sebuah ciri khusus dari kampanye-kampanye semacam ini, yaitu tidak pernah meletakan fokus terhadap upaya-upaya menjustifikasikan perilaku Israel."

"Alih-alih melakukan hal tersebut, fokus yang ditekankan telah mengalami pergeseran, yakni untuk membungkam segala bentuk kritikan terhadap Israel dengan membidik sebagian besar kritikus yang paling vokal dengan mempergunakan taktik-taktik dan penyensoran penuh kepalsuan."

Selama lebih dari 60 tahun, Israel telah terlibat dalam kampanye berkelanjutan untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah tumpah darah dan hak mereka. Israel dapat melakukan hal tersebut karena ada tiga faktor khusus:

Yang pertama adalah melimpahnya kekuatan militer; kemudian kemampuan menjaga opini publik, khususnya di wilayah Amerika Utara dan Eropa, agar tetap berpihak pada Israel; dan membuat para Yahudi kelas pekerja percaya bahwa mereka berkepentingan untuk mendukung para elit Zionis Israel ketimbang berurusan dengan rakyat Palestina.

Dominasi militer Israel memang tidak terbantahkan, berkat dukungan tanpa syarat dan pasokan teknologi dan perlengkapan militer tanpa batas dari AS dan para sekutunya (termasuk Kanada). Akan tetapi, dominasi militer tersebut tidak serta merta membuat Israel dapat meraih tujuan utamanya, yakni memaksa gerakan perjuangan Palestina untuk berhenti melawan dan terus melakukan perampasan dan penindasan. Serangan tanpa ampun dari Israel dihadapkan dengan gerakan perlawanan Palestina, yang terus melawan ketidakadilan para penjajah.

Gerakan perlawanan Palestina telah tumbuh dan terus mendapatkan dukungan dan solidaritas internasional. Di banyak negara dan ratusan komunitas yang tersebar di seluruh dunia, berbagai organisasi dan pergerakan terus bermunculan untuk menuntut agar penjahat Israel diseret di hadapan hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar keadilan.

Israel dan para pendukungnya memandang kampanye internasional tersebut sebagai sebuah ancaman besar. Israel berulangkali lolos dari sanksi yang pastinya akan dijatuhkan kepada negara-negara lain yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan melanggar hukum internasional karena AS secara otomatis akan memveto segala macam upaya untuk meminta pertanggungjawaban Israel. Israel juga amat bergantung pada bantuan asing, begitu bergantungnya, Israel akan ambruk jika bantuan dana asing ditarik.

Segala hal yang melawan dukungan publik di AS, Kanada dan Eropa, mengancam dukungan eksternal yang menjadi tempat bergantung Israel. Memang benar bahwa pemerintah yang menutup mata atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel harus bertangung jawab. Namun, dalam hal ini, yang mengkhawatirkan dari sudut pandang Israel adalah fakta bahwa dukungan untuk Israel di kalangan Yahudi AS dan Kanada, khususnya generasi muda, telah menurun secara tajam. Jika kaum Yahudi menghentikan dukungan terhadap Israel, maka seluruh dukungan internasional berada dalam bahaya.

Ancaman terhadap legitimasi internasional Israel memberikan tambahan bahaya internal bagi Israel. Jika sampai orang-orang Yahudi Israel sendiri mulai memandang formula Zionis, yang intinya merupakan sebuah negara apartheid yang mengekang rakyat Palestina dengan mempergunakan kekuatan dan pemaksaan, sebagai sebuah jalan buntu.

Jika kalangan pekerja Yahudi Israel memandang bahwa kepentingan mereka berbeda dengan para elit penguasa, maka kalangan pekerja akan mengambil posisi yang sama dengan kaum elit kulit putih dalam apartheid Afrika Selatan pada awal tahun 1990an. Namun, para penguasa Israel sudah memperdebatkan mengenai apa yang harus dilakukan terhadap "ancaman demografis" yang mereka hadapi: Jumlah Yahudi yang meninggalkan Israel dan menetap di negara lain semakin meningkat, sementara populasi penduduk Palestina juga mengalami peningkatan.

Gerakan perlawanan Palestina, dan tumbuh suburnya dukungan internasional terhadap Palestina, telah menimbulkan efek substansial dalam mengubah cara pandang terhadap Israel. Opini publik internasional tidak lagi menutup mata terhadap pembersihan etnis, penghancuran rumah, penangkapan, penyiksaan dan pembantaian warga sipil, orang dewasa maupun anak-anak.

Dihadapkan dengan tergerusnya kredibilitas dan dukungan, Israel berusaha menindas gerakan perlawanan Palestina yang tidak bersifat militer. Salah satu pusatnya dari perlawanan adalah desa Biin, yang terus memerangi ekspansi pemukiman Yahudi ilegal di tanah Palestina dengan melakukan unjuk rasa damai yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari lima tahun. Berbagai demonstrasi telah mengubah Biin menjadi simbol perlawanan internasional terhadap gerakan perlawanan yang bersifat damai. Israel telah mempergunakan taktik yang lebih ekstrim dan brutal untuk menghancurkan desa tersebut dan mengakhiri gelombang unjuk rasa, yang dianggap Israel merusak citra internasional. Taktik serupa dipergunakan terhadap rakyat Palestina yang melakukan perlawanan. Demikian halnya dengan Yahudi Israel dan aktivis internasional yang mendukung Palestina.

Pada saat yang bersamaan, Israel – dengan bantuan para pendukungnya di AS dan Kanada – meluncurkan sebuah kampanye propaganda agresif dengan dana besar di luar negeri untuk menghadapi penurunan dukungan terhadap Israel.

Di sejumlah kampus, misalnya, kampanye ini melibatkan pelecehan dan pemecatan terhadap para profesor yang vokal (misalnya Norman Finkelstein, Joel Kovel), dan upaya untuk melarang ajang-ajang yang "melemahkan Israel."

Di Kanada, dapat dilihat adanya upaya membungkam kritikan terhadap Israel dengan mengecap kritikan-kritikan semacam itu sbagai perbuatan "anti-Semit", yang oleh karena itu disebut oleh Israel sebagai "pidato penuh kebencian". Taktik semacam ini memiliki tiga tujuan utama: Untuk menutup mata dan mengalihkan perhatian publik dari kejahatan yang sebenarnya dilakukan Israel; untuk mendiskreditkan kritikan-kritikan terhadap Israel dengan cap "anti-Semit", dan untuk menjaga dukungan Yahudi dengan menakut-nakuti mereka dengan "anti-Semitisme".

Di Kanada pemerintah yang pro-Israel, terlibat penuh dalam upaya tersebut. Pemerintah telah memiting aliran dana untuk kelompok-kelompok yang menginginkan keadilan untuk Palestina. Pemerintah Kanada juga mendirikan badan khusus yang diberi tugas untuk menyusun hukum yang membuat kritikan terhadap Israel menjadi tindakan ilegal.

Jika pemerintahan Harper berhasil, maka pernyataan-pernyataan dan ekspresi yang secara umum diterima menurut hak asasi manusia dan hukum internasional, akan dikatogerikan sebagai "pidato kebencian" dan "anti-Semit" di Kanada.

Upaya untuk membungkam kritikan dengan cap "anti-Semit" adalah ancaman serius yang harus diekspos dan dihadapi bersama. Pada saat yang bersamaan, hal itu juga harus dipandang sebagai sebuah taktik putus asa, taktik yang dilakukan karena tentangan yang semakin besar terhadap kejahatan Israel.

Siapapun diantara kita yang mendukung negara yang demokratis dan sekuler harus merasa tergerak untuk memberikan dukungan, meskipun perjuangan yang harus dilakukan mungkin masih amat panjang. (dn/pt/mo) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon