Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Pergeseran Mahkota Timur Tengah Ancam Strategi Masa Depan AS

E-mail Cetak PDF
RIYADH (Berita SuaraMedia) - Dua sekutu utama AS di Timur Tengah, Arab Saudi dan Mesir, saat ini sedang dihadapi dengan krisis suksesi yang mungkin dapat menyerap atau bahkan memecah belah elit politik mereka. Hal ini tampaknya akan menjanjikan sebuah periode politik yang tak terduga di kedua negara itu.

Hal ini mungkin akan juga menyulitkan upaya diplomasi Presiden Obama dalam pembicaraan Arab-Israel yang berdasarkan pada peran kedua sekutu utama AS tersebut dan satu sekutu lainnya di wilayah ini, yaitu Jordania.

Sejak Januari, kepala intelijen militer Mesir, Letnan Jenderal Omar Suleiman, telah memegang tanggung jawab sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah. Ia pernah menjadi mediator antara Israel dan gerakan perjuangan Palestina,Hamas yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan di antara mereka. Ia juga terlibat  dalam mediasi rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah.

Sementara, Washington tahun ini berharap, seperti yang sudah-sudah bahwa Arab Saudi dapat mendukung diplomasi AS dengan uang tunai dan kepemimpinan politik. Saudi kini telah berhasil memenangkan dukungan negara-negara Arab untuk menyetujui insiatif damai yang memuat perjanjian bahwa mereka akan mengembalikan hubungan ekonomi dan politik dengan Israel di Timur Tengah, sebagai balasan jika Israel menarik mundur semua tanah jajahan mereka dan berhenti melarang hak kembalinya pengungsi Palestina.

Raja Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, akan berumur 85 tahun Agustus ini. Putra mahkotanya yang selama ini mendampinginya, saudara tirinya, Sultan ibn Abdul-Aziz, 83 tahun, saat ini tengah terbaring di rumah sakit karena dugaan kanker.

Pertanyaan besar tentang suksesi Saudi adalah mengenai apa dan bagaimana Raja Abdullah akan meneruskan tampuk kepemimpinan dari sejumlah saudara-saudaranya yang kian bertamabah usia kepada sang pangeran.

Awal tahun ini, Raja Abdullah telah menunjuk saudaranya Naif bin Abdul-Aziz (76 tahun) sebagai wakil kedua perdana menteri, sebuah posisi yang mungkin, meskipun belum pasti, menempatkan Naif di urutan kedua sebagai pewaris kerajaan setelah Sultan.

Ketika pendiri kerajaan Saudi modern, Raja Abdul-Aziz ibn Saud, wafat pada tahun 1953, dia meninggalkan 37 putra dari 22 istrinya. Putra-putranya ini kemudian memerintah kerajaan secara bergantian setelah Abdul-Aziz. Pangeran-pangeran ini kemudian memiliki banyak keturunan. Kerajaan Saudi tidak punya sistem "primogenitur" (suksesi-putra-pertama). Maka, ada banyak kemungkinan siapa yang akan menjadi raja selanjutnya. Kenyatannya, Pangeran Muqrin, 64, putra termuda Abdul-Aziz, yang beberapa tahun lebih muda dari pangeran-pangeran yang lain, saat ini berharap untuk naik menjadi raja.

Tidak ada laporan bahwa siapapun yang terpilih menjadi penerus monarki itu yang bersedia melakukan perubahan kebijakan antara hubungan Saudi dan Washington. Sejak tahun 1930, hubungan mesra itu telah terbangun dengan rapi. Tapi di kalangan elit politik negeri, termasuk para pangerannya, banyak terjadi perbedaan pandangan mengenai urusan dalam negeri, termasuk kebijakan minyak dan ekonomi, peran institusi agama negara itu, dan peran perempuan.

Perbedaan-perbedaan Inilah yang akan menjadi batu sandungan terbesar Saudi dapat setidaknya mengalihkan perhatian Riyadh dalam perannya dalam kepentingan diplomasi Obama.

Di Mesir, sementara itu, telah banyak laporan yang masuk bahwa presiden Hosni Mubarak yang telah berusia 81 telah berkeinginan untuk berhenti dari jabatannya. Beberapa laporan menyebutkan bahkan Mubarak sudah menyampaikan kepada kerajaan Saudi bahwa ia tak akan menyelesaikan enam tahun tugasnya sebagai presiden Mesir yang berakhir pada tahun 2011.

Mubarak telah memerintah Mesir sejak tahun 1981. Setiap waktu ia selalu menolak mempunyai wakil presiden. Sekarang, salah satu dari dua kandidat presiden Mesir adalah anaknya sendiri, Gamal, yang berusia 45 tahun, yang telah memimpin posisi penting dalam Partai Demokratik Nasional (NDP) sejak tahun 2002.

Ini bukan sesuatu yang ganjil, bahwa di sebuah republik, seorang anak meneruskan kekuasaan ayahnya sebagai presiden. Pernah terjadi di Korea Utara, Syria, dan beberapa Negara Afrika, bahkan itu juga terjadi di AS dimana George W. Bush memimpin AS, meneruskan jabatan yang pernah diduduki ayahnya.

Namun, di balik layar Mesir, militer masih mendominasi kekuatan politik dan ekonomi sejak tahun 1952. Ada sebuah pertanyaan yang patut dipertimbangkan tentang apakah militer sekarang akan mendukung Gamal Mubarak, seorang banker investor yang tak punya catatan berpartisipasi dengan militer.

Kandidat terkuat kedua adalah Omar Suleiman, kepala intelijen yang telah memainkan peran besar dalam usaha diplomasi Palestina-Israel. Fakta bahwa Hosni Mubarak sendiri telah memberikan Suleiman tugas-tugas diplomatik penting yang berkaitan dengan majunya kepentingan Washington akan perdamaian di wilayah tersebut, berarti diplomasi ini akan terlilit dalam proses suksesi yang terjadi di Kairo.

Sesungguhnya, meskipun Suleiman telah berhasil memimpin pembicaraan tersebut, ia masih belum bisa dibilang telah mendapatkan hasil yang sukses.

Perjuangan suksesi Mesir masih dihubungkan dengan diplomasi yang lebih besar, yakni Hamas. Hamas, hampir selalu dikaitkan dengan gerakan Muslim Brotherhood (Ikhwanul Muslimin) Mesir, sebuah organisasi damai Islam yang merupakan penantang utama NDP. Mubarak tak pernah mengizinkan partisipasi bebas MB di Mesir. Pada tahun 2005 MB mengambil 88 dari 444 kursi parlemen yang tersedia.

Laporan yang terbaru tentang menurunnya kesehatan Mubarak telah diiringi oleh kampanye baru penangkapan terhadap pemimpin dan aktivis MB. Kemungkinan Mesir  akan melihat tambahan hawa panas politik selama musim panas mendatang. Yordania yang lebih kecil dan lebih lemah dari Mesir dan Arab Saudi, namun disana paling tidak  raja Abdullah II yang saat ini memerintah, telah dapat beristirahat sekarang. Pada tanggal 2 Juli dia telah mengangkat anaknya Pangeran Hussein sebagai putera mahkota.

Pangeran Hussein masih 15 tahun. Tetapi karena usia Raja baru 47 tahun, ada kemungkinan bahwa sang putra mahkota tidak akan segera mengambil alih posisinya. (iw/ipn) dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon