Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Kisah Kematian Gammal Abdel Nasser Seret Jurnalis Mesir

E-mail Cetak PDF

KAIRO (Berita SuaraMedia) - Putri almarhum Presiden Mesir Anwar Sadat mengajukan keluhan terhadap jurnalis veteran Hassanein Mohamed Heikal karena tanpa tidak langsung menyiratkan bahwa ayahnya membunuh pendahulunya, Gamal Abdel Nasser.

Ruqaya Sadat menyampaikan keluhan resminya pada hari Sabtu kepada jaksa umum menuduh Heikal mengisyaratkan dalam sebuah acara TV satelit bahwa ayahnya terlibat dalam pembunuhan almarhum Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser.

Menurut pengaduan, Al Arabiya memperoleh sebuah salinan, Ruqaya Sadat mengatakan dia terkejut melihat bahwa berita utama beberapa surat kabar Mesir tentang laporan TV Heikal yang mengisyaratkan keterlibatan Sadat dalam kematian Nasser.

"Koran-koran Heikal dikutip mengatakan bahwa Sadat membuatkan Nasser secangkir kopi yang dikabarkan telah diberi racun sebelum," menurut keluhan tersebut.

Kisah Heikal tentang hari terakhir dalam hidup Gamal Abdel-Nasser menjadi halaman depan beberapa Surat Kabar Mesir.

Judul dari harian independen al-Dostor berbunyi: "40 tahun kemudian, Heikal menjatuhkan bom tentang kematian Abdel-Nasser" Menurut surat kabar tersebut, cerita Heikal mengimplikasikan Sadat secara tidak langsung.

Dalam acara TV, Heikal mengatakan dia tidak bisa memastikan bahwa kematian Abdel-Nasser tidak alami.

"Tidak ada bukti, tapi ada banyak spekulasi," tambahnya.

Heikal mengatakan bahwa Abdel Nasser dan mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat bertemu di bekas kamar hotel di Kairo dan sebuah perdebatan sengit yang mana Heikal sendiri menyaksikan.

"Setelah argumen tersebut, Abdel-Nasser tampak sangat gugup sehingga Sadat menawarkan untuk membuat secangkir kopi sendiri."

Sadat, Heikal menambahkan, pergi ke dapur dan membuat kopi setelah memberhentikan juru masak Nubia yang bertanggung jawab atas dapur Abdel-Nasser.

"Sadat membawa kopi tersebut dan Abdel-Nasser meminumnya di depan saya."

Walaupun ada desas-desus bahwa Abdel-Nasser diracuni dan bahwa secangkir kopi itu mungkin telah menjadi alasan atas pembunuhannya, Heikal mengatakan bahwa ia merasa tidak mungkin bahwa Sadat akan melakukannya.

"Untuk alasan manusiawi dan emosional, saya tidak berpikir Sadat dapat melakukannya. Ditambah lagi, tidak ada bukti nyata dan racun yang ditemukan di hotel."

Namun, kata Heikal, Abdel-Nasser tahu bahwa hidupnya dalam bahaya dan menulis tentang hal itu sendiri.

Dengan menceritakan cerita ini untuk pertama kalinya dalam 40 tahun setelah kematian Abdel-Nasser menimbulkan spekulasi di media dan apakah cerita Heikal bertujuan untuk menuduh Sadat membunuh Abdel-Nasser.

Keluarga dekat Sadat dibuat marah pada apa yang mereka lihat sebagai sebuah tuduhan langsung untuk menutupi citra mendiang presiden di depan publik Mesir.

"Apa yang dikatakan Heikal mengakibatkan kerusakan besar pada saya dan keluarga saya dan menyakiti perasaan kami dalam-dalam," ujar Ruqaya Sadat dalam keluhannya.

Putri Sadat lainnya, Sekeena, menganggap cerita Heikal sebagai palsu dan mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa apa yang ia katakan bahwa itu "sama sekali tidak bisa diterima" juga tidak logis.

"Abdel-Nasser biasa makan di tempat ayah saya selama dua tahun terakhir hidupnya."  (iw/aby) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon