Sekitar 1.400 pelajar Socastee High School yang terletak di bagian timur laut negara bagian tersebut harus dievakuasi ke lapangan sepak bola setelah konfrontasi, Selasa waktu setempat.
Pasukan penjinak bom kemudian dipanggil untuk menjinakkan bom pipa yang ditanam di sekolah.
Para pelajar kembali bersekolah keesokan harinya dan harus melewati prosedur pemeriksaan melalui detektor logam.
Peristiwa tersebut dimulai saat aparat keamanan sekolah, Erik Karney, bertemu dengan pelajar tahun pertama, keduanya kemudian terlibat dalam pergumulan, demikian kata juru bicara Kepolisian Horry County Robert Kegler.
Dalam pergumulan tersebut, sang pelajar menembak Karney, meski peluru yang dimuntahkan meleset, namun sang aparat tetap terluka karena terhempas ke tembok, kata Kegler.
Karney kemudian melucuti senjata pelajar itu dan menahannya. Karney kemudian dibawa ke rumah sakit dan keluar setelah menjalani perawatan.
Karney hanya menderita cedera ringan setelah peluru meleset itu mengenai tembok dan wajah Karney terkena runtuhannya.
Polisi mengatakan, mereka juga menemukan benda-benda yang "sesuai dengan konstruksi bom pipa dan bahan peledak lain" di kediaman pelajar tahun pertama tersebut di Myrtle Beach.
Identitas pelajar tersebut tidak diungkapkan karena masih di bawah umur. Ia akan muncul di persidangan keluarga yang kemungkinan bisa digelar hari Jumat mendatang di Conway, kata jaksa Greg Hembree.
Hembree berniat melayangkan tuntutan percobaan pembunuhan terhadap tersangka remaja tersebut dan ingin menuntutnya seperti layaknya orang dewasa, meski hal itu masih tergantung pada hakim.
Pelajar tersebut juga bisa dikenakan tuntutan karena dugaan kepemilikan atau membuat alat peledak, kata Hembree.
Kepala sekolah Socastee High School kemudian mengakui bahwaa ada pelajar kedua yang ditanyai terkait insiden di sekolah tersebut.
Paul Browning, sang kepala sekolah, mengatakan bahwa polisi menginterogasi pelajar kedua terkait kejadian selasa siang di sekolah tersebut, sang murid kemudian dipulangkan kepada orang tuanya.
Setelah peristiwa tersebut, kawasan sekolah dan sekelilingnya dikitari oleh robot-robot pendeteksi bahan peledak dan tim anjing polisi.
Karney dijadwalkan kembali ke sekolah tersebut pada hari Senin mendatang.
Juru bicara wanita Horry County School, Teal Britton mengatakan bahwa sepengetahuannya, tidak ada tindakan disiplin yang dijatuhkan terhadap pelajar tahun pertama itu.
Ia juga menyarankan siapa saja yang memiliki informasi apa pun terkait kejadian itu agar berbicara.
"Tidak ada detektor logam atau rencana pengamanan lain yang bisa seefektif para pelajar yang bersedia maju dan memperingatkan orang-orang dewasa saat mereka mengetahui adanya potensi bahaya, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan ancaman bagi diri mereka sendiri dan sekolah mereka," kata Britton. (dn/n24/agt/an/mn) www.suaramedia.com
- Nigeria Hadapi Tantangan Terbesar Atasi Al-Qaeda
- Wapres Sudan Ragukan Referendum Wilayah Sengketa Utara-Selatan
- Universitas Afrika Putus Hubungan Dengan Israel
- Sudan Persenjatai Milisi Sipil Untuk Atasi Pemberontakan
- Militer Gabungan Sahara Rencanakan Strategi Atasi Al-Qaeda














