Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Militer Gabungan Sahara Rencanakan Strategi Atasi Al-Qaeda

E-mail Cetak PDF

ALJIR, ALJAZAIR (Berita SuaraMedia) – Pimpinan Militer dari empat negara Sahara bertemu pada Minggu (26/9) waktu setempat untuk merancang sebuah strategi gabungan untuk melawan sayap utara Al-Qaeda Afrika, yang menahan tujuh sandera asing di Gurun Sahara.

Al-Qaeda di Maghreb Islam (Al-Qaeda in the Islamic Maghreb – AQIM) menangkap para pekerja ekspatriat, yang termasuk lima warga Negara Perancis, dari sebuah kota pertambangan uranium di Nigeria bulan ini dalam sebuah operasi yang menyatakan bahwa AQIM merupakan sebuah ancaman yang tumbuh di daerah yang kaya akan sumber daya alam.

Para pimpinan staf dari Aljazair, Mali, Mauritania dan Nigeria bertemu di Tamanrasset, bagian selatan Aljazair, di mana awal tahun ini mereka merancang sebuah markas besar gabungan untuk mengkoordinasikan perjuangan melawan Al-Qaeda di Sahara.

Sebuah pernyataan Kementerian Pertahanan Aljazair mengatakan bahwa tujuan dari pertemuan hari Minggu tersebut adalah untuk bertukar informasi dan membentuk sebuah strategi untuk mengatasi kejahatan Al-Qaeda dan kejahatan yang sudah terencana.

Tidak jelas apakah pembicaraan tersebut menyentuh masalah tujuh sandera tersebut, yang juga termasuk satu warga Negara Togo dan satu dari Madagaskar.

Namun seorang juru bicara militer Aljazair mengatakan bahwa pertemuan tersebut datang pada "sebuah saat yang tepat dengan memperhatikan rangkaian kejadian yang telah terjadi di daerah tersebut."

Negara-negara yang mengirim "sebuah pesan yang jelas dari keinginan dan kebulatan tekad mereka, begitu juga dengan kapasitas efektif mereka, untuk menangani masalah keamanan mereka dalam sebuah cara otonom dan kolektif, dengan kebebasan dan kedaulatan yang lengkap", Kantor berita resmi Aljazair, APS mengutip juru bicara tersebut, Kolonel Mabrouk Sebaa ketika ia mengatakan.

Aljazair dengan keras menentang pasukan militer barat mengambil peranan apapun di Sahara, mengatakan bahwa AQIM adalah sebuah masalah, negara-negara dari kawasan tersebut harus mengatasi sendiri masalah tersebut.

Komando Perancis, bersama dengan pasukan Mauritania, melancarkan sebuah serangan pada bulan Juli berusaha untuk membebaskan sandera 78 tahun berkebangsaan Perancis Michel Germaneau, namun tidak menemukannya. Ia dieksekusi segera setelah itu.

Pemimpin AQIM Abdelmalek Droudkel mengeluarkan sebuah rekaman audio yang mengatakan bahwa dengan menyetujui operasi tersebut, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy telah "membuka gerbang neraka."

Menteri Pertahanan Perancis  Herve Morin mengatakan pada minggu lalu bahwa ia ingin mengadakan kontak dengan para militan yang menawan ketujuh sandera tersebut dan mendengar tuntutan-tuntutan mereka.

Aljazair telah menekan negara tetangganya di Sahara untuk mengambil sebuah pendekatan yang lebih terkoordinasi untuk mengatasi Al-Qaeda dan juga untuk menghentikan praktik membayar uang tebusan dan membebaskan militant yang dipenjara untuk ditukar dengan kebebasan sandera.

Kurangnya pendekatan yang kompak di antara Negara-negara gurun Sahara dan negara-negara Eropa telah "memudahkan bisnis penculikan warga asing untuk uang tebusan", seorang sumber keamanan di Aljazair mengatakan pada kantor berita Reuters.

Seorang juru bicara kepresidenan Perancis mengatakan pada Minggu waktu setempat bahwa ketujuh sandera tersebut telah dipindahkan dari Nigeria menuju Mali.

Ia juga mengatakan bahwa Paris, yang mengatakan setelah pembunuhan Germaneau bahwa pihaknya "sedang berada dalam perang" dengan Al-Qaeda, akan mempertimbangkan bernegosiasi dengan para penculik sandera untuk pembebasan para tahanan. (ppt/aby) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon