Kamis, 23 Pebruari 2012

Headlines:

Universitas Afrika Putus Hubungan Dengan Israel

E-mail Cetak PDF

BETHLEHEM (Berita SuaraMedia) - The University of Johannesburg memutuskan untuk secara kondisional memutuskan hubungan dengan universitas Israel Ben Gurion University pada hari Rabu (29/9) waktu setempat, Aliansi Solidaritas Palestina mengumumkan.

Seruan untuk memutuskan ikatan tersebut mendorong sebuah peluncuran penyelidikan pencarian fakta oleh Universitas tersebut, yang mengatakan kepada senat universitas bahwa mereka telah mengkonfirmasi hubungan BGU dengan militer Israel dan keterlibatan mereka dalam pendudukan Israel.

Sebuah permohonan yang diajukan oleh kelompok akademis sebelumnya pada bulan September didukung oleh Uskup Agung Desmond Tutu, serta sekitar 250 akademisi Afrika Selatan, penyelenggara berkata.

Pemisahan bersyarat tersebut mencakup hubungan penelitian atau pengajaran dengan BGU "yang memiliki hubungan militer langsung maupun tidak langsung;. Atau dalam hal di mana pelanggaran HAM teridentifikasi" Ketika pelanggaran carta universitas teridentifikasi, keputusan itu berkata, itu akan diakhiri setelah enam bulan.

Keputusan tersebut melangkah lebih jauh dan "mengakui perlunya Universitas ini untuk terlibat dengan universitas Palestina," kata sebuah pernyataan dari pemohon.

Wakil Kanselir UJ Adam Habib kepada surat kabar harian Israel, Haaretz berkata bahwa apa yang diputuskan di dalam senat adalah sebuah kompromi, mempertahankan beberapa hubungan dengan universitas Israel, tetapi juga berjanji untuk bekerja secara paralel untuk membangun hubungan dengan universitas Palestina.

"Kami percaya pada rekonsiliasi," kata Habib. "Kami ingin membawa universitas BGU dan Palestina bersatu bersama untuk menghasilkan keterlibatan kolektif yang menguntungkan semua orang."

Pemohon juga menyebut keputusan tersebut sebagai sebuah kemenangan, mengatakan "Dukungan yang luar biasa dari suara Afrika Selatan yang dihormati telah menyoroti keterlibatan struktural universitas Israel dalam pendudukan," dan menambahkan bahwa keputusan tersebut "menekankan perlunya universitas Afrika Selatan untuk mempertimbangkan kembali afiliasi mereka dengan institusi Israel. "

Hubungan antara Ben-Gurion University dan Rand Afrikaans University, sebuah universitas sebelumnya khusus untuk kulit putih di bawah sistem apartheid Afrika Selatan, didirikan pada tahun 1987. The University of Johannesburg, didirikan tahun 2005, mengambil alih berbagai kampus termasuk Rand Afrikaans University dan universitas di kota hitam Soweto sebagai bagian dari upaya untuk menjamin pendidikan tinggi dapat mengubah Afrika Selatan setelah berakhirnya apartheid.

Israel secara resmi menentang apartheid, tetapi hubungannya dengan pemerintah kulit putih dipandang sebagai dekat. Pemerintah Afrika Selatan pasca-apartheid telah menjadi kritikus tajam terhadap kebijakan Israel untuk Palestina. Mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat berada di antara para tamu pada tahun 1994 ketika pelantikan Nelson Mandela sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan.

Tutu dan lebih dari 200 akademisi terkemuka Afrika Selatan telah mendukung UJ untuk mengakhiri hubungan dengan lembaga Israel.

"Universitas Israel merupakan bagian intim dari rezim Israel, dengan pilihan aktif," tulis Tutu dalam sebuah esai yang muncul di sebuah surat kabar Afrika Selatan pada hari Minggu." Sementara Palestina tidak dapat mengakses universitas dan sekolah-sekolah, universitas Israel menghasilkan penelitian, teknologi, argumen dan para pemimpin untuk meneruskan penjajahan."

Profesor UJ Farid Esack, yang mengajar studi Islam, mengatakan ia tidak setuju dengan keputusan pemutusan sebagian tersebut.

"Universitas bisa  saja bertindak lebih jauh - Israel adalah negara apartheid, dan kita harus memutuskan diri dari itu," katanya.

Boikot Akademik universitas Israel telah terinspirasi oleh boikot lembaga Afrika Selatan selama apartheid. Sebuah proposal pada tahun 2003 bagi universitas Inggris untuk memutuskan semua hubungan dengan institusi pendidikan Israel telah ditolak. Dua tahun kemudian Britain's Association of University Teachers memilih untuk memboikot universitas Israel Haifa dan Bar Ilan. Keputusan itu dibatalkan hanya sebulan kemudian di bawah tekanan internasional yang sengit.

Dosen dan mahasiswa AS juga telah menyerukan untuk boikot akademik dan budaya Israel. (iw/mn/bs) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon