Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

"Pembelaan" Untuk Presiden Zimbabwe Dianggap Aksi Putus Asa

E-mail Cetak PDF

HARARE (Berita SuaraMedia) – Seorang pejabat tingkat atas partai Presiden Robert Mugabe telah menolak kritisi dari Perdana Menteri Zimbabwe Morgan Tsvangirai, dan menyebutnya sebagai "putus asa".

Perdana menteri tersebut telah menuduh presiden melanggar konstitusi dan kesepakatan pembagian kekuasaan mereka tahun 2009.

Namun Jonathan Moyo mengatakan kepada kantor berita BBC bahwa Tsvangirai hanya "membuat keributan saja.

Karen Allen dari kantor berita BBC mengatakan bahwa barisan tersebut adalah sebuah upaya yang jelas untuk meningkatkan ketegangan menuju poling tahun depan.

Ia mengatakan bahwa serangan Tsvangirai pada presiden Zimbabwe tersebut adalah salah satu dari teguran terkuatnya yang pernah ada dari Mugabe.

Pada sebuah konferensi berita di Harare pada Kamis waktu setempat, Tsvangirai mengatakan: "Saya telah membela Presiden Mugabe dengan cara saya sendiri secara politik.

"Namun baik saya atupun MDC dapat bergerak menjauh lebih lama lagi dan memperbolehkan Presiden Mugabe dan Zanu-PF untuk menentang undang-undang tersebut, untuk melaksanakan konstitusi begitu saja dan bertindak seolah-olah mereka memiliki negara ini."

Tsvangirai mengatakan bahwa Gerakan untuk Perubahan Demokrat (Movement for Democratic Movement – MDC) – tidak akan mengakui penunjukan kunci apapun yang dibuat oleh Mugabe dalam 18 bulan terakhir, termasuk gubernur, para hakim dan para perwakilan, mengatakan bahwa mereka telah ditunjuk secara sepihak.

Namun Moyo bersikeras bahwa ini masih merupakan hak prerogatif presiden untuk memilih gubernur provinsi, mengatakan bahwa mereka mewakili presiden – bukan perdana menteri – pada peristiwa-peristiwan lokal.

Ia mengatakan kepada program Jaringan Afrika BBC bahwa Tsvangirai hanya "membuat keributan" setelah sebuah pertemuan dengan kepemimpinan partainya, yang memberinya suatu masa yang berat karena mereka "menginginkan pekerjaan pemerintah."

Moyo, seorang mantan menteri informasi yang berada pada komite pusat Zanu-PF, juga menampik saran bahwa kesepakatan tersebut tidak berhasil dan mengatakan bahwa kesatuan emerintah telah menyampaikan pada masalah "roti dan mentega" sejak hal ini telah disusun.

"Ini adalah sebuah perjanjian kerja yang dapat berlangsung dalam masa penuhnya," ia mengatakan.

Tsvangirai juga baru-baru ini mengeluhkan tentang pelanggaran yang diperbarui pada pertemuan untuk meningkatkan kewaspadaan pada sebuah konstitusi baru.

Pengawas Hak Asasi manusia menuduh para pendukung Zanu-PF berada di balik serangan tersebut.

Pada Kamis waktu setempat, Tsvangirai juga menuduh Presiden menolak untuk bersumpah pada petani kulit putih Roy Bennett, pilihan perdana menteri untuk pos deputi menteri pertanian.

Bennett dipercobakan awal tahun ini atas dakwaan merencanakan untuk mengenyahkan Mugabe dan terbukti bersalah.

"Masalah Roy Bennett sekarang telah menjadi sebuah pembalasan dendam pribadi dan bagian dari sebuah agenda rasis," Tsvangirai mengatakan.

Saingan lama Mugabe dan Tsvangirai setuju utuk berbagi kekuasaan setelah kekerasan merusak pemilihan pada tahun 2008.

Di bawah kesepakatan koalisi, kedua politisi tersebut setuju untuk menarik sebuah onstitusi baru yang diikuti oleh sebuae referendum, dan kemudian pemilihan baru. (ppt/bbc) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon