"Apa yang terjadi di Sudan bisa menjadi sebuah penyakit menular yang mempengaruhi seluruh Afrika," ujar Gaddafi dalam pembukaan KTT Arab-Afrika di kota Sirte, Libya.
"Kita harus mengakui bahwa peristiwa ini berbahaya," ujarnya, merujuk pada referendum tanggal 9 Januari tentang kemerdekaan Sudan selatan yang membuat negara terbesar di Afrika itu terbelah dua.
"Pembagian Sudan kemungkinan besar akan mengubah peta negara. Tapi negara-negara Afrika lainnya juga akan berubah," ujar pemimpin Libya itu dalam acara yang juga dihadiri oleh Presiden Sudan, Omar al Bashir.
Pada hari Sabtu (9/10), bentrokan terjadi di Khartoum saat penentang perpecahan Sudan melakukan protes setelah referendum dalam kunjungan duta besar Dewan Keamanan PBB ke ibukota.
Referendum itu adalah bagian penting dari sebuah perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Damai Komprehensif 2005 (CPA) yang mengakhiri perang sipil selama dua dekade di Sudan, sebuah konflik utara-selatan yang menewaskan dua juta jiwa.
Dalam draft deklarasi konferensi, para pemimpin Arab dan Afrika menekankan perlunya untuk menghormati kedaulatan, integritas wilayah, dan kemerdekaan Sudan.
Deklarasi Sirte juga menegaskan penolakan penuh para pemimpin terhadap segala upaya untuk melemahkan kedaulatan, kesatuan, keamanan, atau stabilitas Sudan.
"Pentingnya menyelesaikan negosiasi tentang isu-isu yang berkaitan dengan Sudan selatan pasca referendum juga digarisbawahi di dalam draft tersebut.
Menurut dokumen itu, para pemimpin juga menolak solusi oleh Pengadilan Kriminal Internasional tentang presiden Sudan.
Bashir, kepala negara pertama yang menghadapi surat perintah penahanan dari Pengadilan Kriminal Internasional, membantah telah menjadi otak kejahatan perang dan genosida dalam perang di Darfur, Sudan.
Konferensi itu juga diadakan untuk membahas pembentukan kemitraan strategis antara negara-negara Arab dan Afrika di bidang energi, perdagangan, dan keamanan pangan.
Sebagian besar perbatasan Afrika ditentukan dengan sewenang-wenang, akibat dari koloni-koloni yang dibentuk oleh penjajah Eropa yang sering memisahkan kelompok-kelompok suku atau linguistik antara satu atau lebih wilayah. Segala upaya untuk mengubahnya bisa menjadi sebuah penggambaran ulang radikal atas peta benua itu.
Presiden Senegal Abdoulaye Wade mengusulkan bahwa sebuah delegasi yang terdiri atas lima kepala negara Arab dan Afrika datang ke Sudan untuk meredakan ketegangan di sana, ujar penasihat Bashir, Mustapha Othman Ismail.
Ketua Komisi Uni Afrika, Jean Ping, mengatakan bahwa referendum untuk Sudan selatan dan wilayah Abyei di tahun 2011 akan terus menjadi sumber kekhawatiran, mengingat kompleksitas isu pra dan pasca referendum yang perlu diselesaikan.
Ketua Liga Arab Amir Mussa menyuarakan kekhawatiran tentang dampak referendum terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Dia mengatakan bahwa Liga tengah bekerjasama dengan Khartoum untuk menyelesaikan isu-isu mengenai referendum, dan menekankan perlunya "persiapan yang baik."
Mussa menyerukan untuk sebuah pemungutan suara yang mencerminkan kehendak rakyat Sudan selatan dan wilayah Abyei.
Pada bulan Maret, Gaddafi menyerukan untuk Nigeria dibagi antara komunitas Muslim dan Kriten untuk menyelesaikan masalah kekerasan sektariannya.
Dia mengusulkan agar negara itu mengikuti model Pakistan, yang lahir di tahun 1947 setelah minoritas Muslim di India mendirikan tanah air mereka sendiri. (rin/meo/e247) www.suaramedia.com
- Mugabe Bajak Juara Reality Show Untuk Propaganda Politik
- Sok tahu, Barack Obama Disentil Wapres Pejabat Sudan
- Maroko: Al Qaeda "Berikan Tangan" Untuk Rantai Narkoba
- LRA Harus Diperangi Seperti Memerangi Al Qaeda
- Sudan Selatan Bantah Peringatan Perpecahan Oleh Gaddafi














