Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

LRA Harus Diperangi Seperti Memerangi Al Qaeda

E-mail Cetak PDF

BANGUI (Berita SuaraMedia) – Republik Afrika Tengah menyerukan agar Lord’s Resistance Army (LRA) diperlakukan dan diperangi seperti Al Qaeda, dalam sebuah permohonan yang dilontarkan pada sebuah pertemuan Uni Afrika.

"LRA sekarang adalah sebuah organisasi teroris seperti Al Qaeda. Karena itu, mendesak untuk diakhirinya kekejaman dari pemberontakan ini," ujar Menteri Pertahanan Jean-Francis Bozize dalam konferensi di ibukota Bangui.

Pertemuan itu, yang dimulai pada hari Rabu (13/10) dan dihadiri oleh negara-negara yang terpengaruh aktivitas LRA, bertujuan untuk mengevaluasi aspek keamanan, ekonomi, dan kemanusiaan dari kehadiran LRA di Republik Afrika Tengah, ujar Bozize.

LRA muncul di tahun 1998 di Uganda utara sebagai sebuah gerakan pemberontak Kristen yang didedikasikan untuk menggulingkan pemerintah negara Afrika timur itu dan mendirikan sebuah rezim yang menegakkan 10 Firman Tuhan dari Alkitab.

Kelompok itu terkenal akan kekejamannya terhadap warga sipil, termasuk pembantaian, dan telah bergerak dari Uganda ke Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratis Kongo. Para pemimpinnya dikejar untuk kejahatan perang.

Menteri Luar Negeri Afrika Tengah Antoine Gambi mengatakan bahwa "bagi kami, elemen-elemen LRA adalah teroris persis seperti Al Qaeda. Masyarakat internasional tidak boleh pelit dengan sarana untuk membantu Afrika Tengah menyingkirkan ketidakamanan yang diciptakan oleh pemberontakan ini."

Pada pembukaan pertemuan, Presiden Francois Bozize mengecam "penyerangan, penjarahan, pembantaian, pemerkosaan, penyanderaan dan desa-desa yang dibakar secara sistematis" oleh LRA di empat wilayah negara tersebut.

"Saya berharap sesi ini akan berakhir dengan proposal dan solusi yang cukup untuk mengatasi pertanyaan ini," ujar Bozize.

Pertemuan Banqui dihadiri oleh perwakilan dari Uganda, Republik Demokratis Kongo, dan Sudan Selatan – semuanya terpengaruh oleh kelompok pemberontak yang didirikan oleh Joseph Kony ini.

Terdapat juga delegasi dari Kenya, yang saat ini menjadi presiden dari Dewan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika, menurut sebuah dokumen dari organisasi pan-Afrika itu.

Juga hadir anggota organisasi-organisasi regional, badan kemanusiaan, dan AS.

"Uni Afrika juga ingin memperlihatkan solidaritas benua Afrika dengan Republik Afrika Tengah dan menekankan pada berbagi tanggung jawab dalam menghadapi isu LRA," ujar Komisaris Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika, Ramtane Lamamra.

"Sesi ini harus muncul dengan kesimpulan berani yang mengarahkan kita ke aksi melawan LRA," ujar Lamamra.

Pada bulan Desember 2008, militer Uganda melancarkan serangan kejutan terhadap LRA di wilayah timur laut Kongo. Operasi itu gagal menangkap Kony, yang diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional, dan menetralisir LRA, yang bereformasi dalam beberapa kelompok.

Sejak tahun 2009, tentara Uganda telah memburu LRA di Afrika Tengah dengan persetujuan pemerintahan Bangui, tapi pemberontak masih bisa melakukan serangan brutal terhadap warga sipil dan mengambil sandera sebagai pekerja paksa.

LRA telah membunuh setidaknya 255 orang dan menculik lebih dari 600 orang lainnya dalam 18 bulan terakhir di Kongo dan Afrika Tengah, menurut laporan Human Rights Watch.

LRA Uganda telah terdesak ke daerah terpencil di negara-negara tetangga oleh operasi militer sejak tahun 2005, tapi sekarang tampaknya berusaha untuk meningkatkan jumlah mereka.

LRA menculik setidaknya 697 orang dewasa dan anak-anak selama kampanye yang kurang didokumentasikan di Afrika Tengah dan distrik tetangga Bas-Uele di utara Kongo. (rin/meo/alj) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon