Rabu, 22 Mei 2013

Headlines:

Kematian Presiden Nigeria Wariskan Kebingungan

E-mail Cetak PDF

ABUJA (Berita SuaraMedia) – Awal tahun ini, Nigeria betul-betul bingung menentukan siapa yang memegang kendali kepemimpinan setelah mendiang presiden Umaru Yar’Adua diyakini tengah berada dalam kondisi setengah koma. Hal itu terungkap dalam kawat diplomatik AS yang dirilis situs pembocor rahasia WikiLeaks.

Yar’Adua yang kala itu sakit parah meninggalkan Nigeria pada November 2009 untuk mendapatkan perawatan medis di Arab Saudi.

Telegram tertanggal 26 Februari 2010 tersebut menyebutkan mengenai sebuah pertemuan antara Robin Renee Sanders yang kala itu menjadi duta besar AS untuk Nigeria, dan Goodluck Jonathan yang kala itu menjadi pelaksana jabatan presiden Nigeria.

Kawat tersebut menyatakan, Jonathan mengakui, "Semua orang bingung mengenai siapa yang berkuasa di Nigeria."

"Situasi politik dalam negeri semakin diselimuti ketidakpastian setelah kembalinya Presiden Yar’Adua yang sakit, yang diwarnai kerahasiaan, pada pagi tanggal 24 Februari."

"(Jonathan) mengatakan kepada sang duta besar bahwa ia yakin Yar’Adua berada dalam keadaan setengah koma dan tidak memahami apa yang terjadi di sekitarnya," tulis telegram tersebut.

Jonathan mengatakan bahwa pertemuan kabinet terakhir amat kacau dan tidak normal. Orang-orang saling berteriak.

Ia mengaku bahwa dirinya "bukan politikus" dan memiliki pengalaman yang amat terbatas sebagai pemimpin, namun ia menyimpulkan, "Saya tidak akan memberikan toleransi terhadap sebuah perkelahian."

Jonathan juga menyebut lawan-lawan politik yang ditudingnya merusak stabilitas pemerintahan.

"Keadaan buruk yang terjadi di negara ini saat ini diciptakan oleh empat orang, Turai Yar’Adua (istri mendiang presiden), kepala dinas keamanannya (CSO – Yusuf Muhammad Tilde), perwira pembantu (ADC) Yar’Adua (Kolonel Mustapha Onoedieva), dan Profesor Tanimu Yahubu (penasihat ekonomi Yar’Adua)," tulis telegram tersebut.

Dokumen yang menyebut Jonathan dengan singkatan AgP tersebut menambahkan, "AgP mengatakan tidak tahu motif mereka, tapi diperkirakan memiliki tujuan-tujuan jahat. AgP mencatat bahwa ‘rakyat amat marah’."

Kawat itu juga mengungkapkan bahwa Jonathan khawatir jika memburuknya kondisi kesehatan Yar’Adua memicu lahirnya kudeta militer.

"AgP mengatakan bahwa para petinggi militer memastikan tidak ada politikus yang merangkul para prajurit berpangkat rendah dan memastikan bahwa militer harus tetap berada di barak sehingga keadaan politik yang tidak pasti tidak sampai menciptakan kudeta karena kebingungan yang ada," tambah telegram tersebut.

Jonathan menyampaikan rencananya untuk membubarkan kabinet Nigeria dan membentuk kabinet baru, tapi ia mengatakan bahwa ia terlebih dahulu harus memaastikan bahwa rakyat merasa nyaman dengan dirinya sebagai pelaksana jabatan presiden, demikian menurut memo yang bocor tersebut.

Jonathan mengaku tidak mengantisipasi pencalonan dirinya sebagai presiden pada 2011, dan dia lebih berfokus mengorganisasi sebuah pemilihan yang kredibel yang disebutnya akan menjadi hal besar di negara yang punya sejarah panjang kecurangan pemilihan.

Tapi, ia mengatakan, "Jika mereka ingin saya mencalonkan diri, maka itu akan jadi sesuatu yang bisa dipertimbangkan kala itu," demikian disebutkan dalam telegram tersebut.

Jonathan, yang merupakan gubernur negar bagian di kawasan kaya minyak Delta Niger sebelum menjadi wakil presiden dari Yar’Adua, mencalonkan diri dalam pemilihan umum yang ditetapkan tanggalnya pada 9 April mendatang. (dn/nk/af) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon