Minggu, 19 Mei 2013

Headlines:

Kutukan Ben Ali Kini Menghadang Pemerintahan Sementara Tunisia

E-mail Cetak PDF

TUNIS (Berita SuaraMedia) – Ribuan warga Tunisia menggelar demonstrasi di ibukota Tunis, menyerukan penggulingan pemerintahan sementara negara tersebut.

Pemrotes mengambil alih jalan-jalan di hari Minggu dan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri sementara Beji Caid Essebsi, menegaskan bahwa tim pemerintahan yang baru harus sepenuhnya bersih dari penjagaan yang lama.

Pengadilan Banding Tunisia pada hari Jumat (22/4) menyetujui putusan pengadilan awal terkait pembubaran Partai Unjuk Rasa Demokratis Konstitusional (RCD), yang didirikan oleh mantan presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali di tahun 1988.

Pengadilan juga telah melarang semua anggota dari partai itu untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum mendatang yang memilih majelis nasional dengan tugas menulis ulang konstitusi.

Protes terhadap Essebsi muncul setelah dia mengatakan pengecualian pendukung Ben Ali dari pemilu tanggal 24 Juli bisa menimbulkan ketidakstabilan di negara tersebut. RCD mengklaim telah mendapatkan dukungan dari dua juta orang di negara berpenduduk 10 juta jiwa itu.

Pemrotes juga menyerukan diadilinya Ben Ali yang melarikan diri ke Arab Saudi sesaat setelah penggulingannya.

Menurut kementerian kehakiman, jaksa penuntut di Tunisia ingin menuntut sang mantan presiden dengan 18 dakwaan, termasuk pembunuhan dan perdagangan narkoba. Langkah itu juga termasuk kasus hukum melawan keluarga dan beberapa kroninya.

Kementerian kehakiman juga mengatakan bahwa Interpol telah diminta untuk membekukan aset-aset Ben Ali dan keluarganya.

Minggu lalu, demonstran Tunisia berunjuk rasa di luar kedutaan Saudi di ibukota Tunis untuk menuntut ekstradisi Ben Ali dari Arab Saudi.

Kedutaan Saudi menyaksikan sekitar 300 pemrotes damai datang dari sholat Jumat dan menuntut Riyadh menyerahkan Ben Ali untuk diadili dengan dakwaan korupsi di negara asalnya.

"Kami menuntut pemerintah Saudi memulangkan Ben Ali ke Tunisia agar dia bisa diadili oleh rakyat di depan setiap orang, karena dia telah mencuri uang kami. Dia harus kembali ke negara ini agar dia bisa diadili," ujar seorang demonstran.

"Pertanyaannya adalah apakah kasus-kasus ini memiliki pertimbangan hukum untuk mengekstradisi presiden terguling. Aku rasa jawabannya iya," ujar Ghazi Gherairi dari Akademi Internasional Hukum Konstitusional.

Beberapa pengunjuk rasa wanita membawa foto anak-anak mereka yang dibunuh oleh pasukan keamanan Ben Ali. (rin/ptv) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon