Namun hakim distrik AS, Emmet G. Sullivan juga menentukan bahwa ada bagian-bagian dokumen tersebut, yang dikutip dari sebuah wawancara FBI tahun 2004 dengan Cheney, harus tetap dirahasiakan.
Dokumen setebal 67 halaman tersebut ada hubungannya dengan kebocoran identitas Plame, sebuah kejadian yang mengarah pada sebuah proses investigasi yang menyeret mantan kepala staf Cheney, Lewis Libby Jr, atas tuduhan berbohong di hadapan dewan juri pengadilan.
Kelompok pengawas, Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (Kelompok Warga untuk Tanggungjawab dan Etika di Washington/CREW), memperjuangkan dokumen tersebut melalui permohonan undang-undang kebebasan informasi (FOIA), sebuah hal yang ditentang oleh Departemen Kehakiman baik dalam masa pemerintahan Obama maupun Bush. Kasus tersebut menempatkan pemerintahan Obama dalam situasi yang bertentangan, karena harus membela Cheney, yang merupakan pengkritik (pemerintah) yang paling ulet.
Pada hari Kamis waktu setempat, Departemen Kehakiman mengatakan bahwa pihaknya tengah mempelajari kembali keputusan yang dikeluarkan oleh hakim Sullivan.
Meski masih belum diketahui apakah Departemen Kehakiman akan mengajukan banding, departemen tersebut harus segera membuat keputusan. Hakim Sullivan memerintahkan bahwa dokumen tersebut harus segera dirilis pada hari Jumat depan.
Dalam memerintahkan perilisan tersebut, hakim Sullivan menolak argumen Departemen Kehakiman yang mengatakan bahwa dokumen tersebut haus tetap dirahasiakan karena pengungkapan dokumen tersebut hanya akan membuat para pejabat Gedung Putih dalam masa pemerintahan mendatang tidak bersedia bekerjasama dengan investigasi kriminal.
Hakim Sullivan mengatakan bahwa mengadopsi argumen Departemen Kehakiman akan mengharuskannya untuk menciptakan sebuah hukum baru, sebuah pekerjaan yang disebutnya hanya dapat ditinggalkan kepada Kongres.
"Akan tetapi, pengadilan ini terikat oleh hukum yang masih berlaku, yang tidak memberikan sanksi terhadap pemahaman statuta seperti itu," tulis sang hakim dalam peraturannya.
Namun hakim Sullivan memang mengatur bahwa porsi pengungkapan dokumen tersebut harus tetap dirahasiakan karena pengecualian hak eksekutif, keamanan nasional dan privasi di dalam hukum FOIA. Diantara pengecualian tersebut, ada pengaturan dokumen yang berhubungan dengan musyawarah internal diantara para pejabat senior Gedung Putih.
Hakim tersebut tidak memberikan rincian mengenai berapa banyak hal yang akan dipergunakan, meski dia mengatakan bahwa hanya ada dua buah kalimat yang berhubungan dengan "komunikasi rahasia" antara Cheney dan mantan Presiden yang tidak akan dipublikasikan.
CREW memuji hakim Sullivan karena telah menolak sejumlah argumen yang dilontarkan oleh Departemen Kehakiman, namun CREW juga mengungkapkan kekecewaan karena ada bagian-bagian dari dokumen tersebut yang akan tetap dirahasiakan.
"Para pejabat tinggi pemerintahan tidak seharusnya diijinkan untuk menyembunyikan kelakuan mereka dari pandangan publik," kata Melanie Sloan, direktur eksekutif CREW. Dia menyerukan kepada Departemen Kehakiman untuk benar-benar memanfaatkan janji Presiden Obama atas transparansi yang lebih besar dengan cara merilis bagian dokumen yang boleh dirahasiakan tersebut secara sukarela.
Catatan tersebut adalah bagian dari sebuah proses investigasi yang dikenal dengan nama "Plamegate" (Skandal Plame).
Libby adalah satu-satunya orang yang menghadapi tuntutan hukum sebagai dampak dari keadaan rumit tersebut, meski dia tidak benar-benar dituntut dengan pasal pembocoran. Mantan presiden Bush meringankan hukuman penjara 2 setengah tahun Libby sebelum Libby menjalani hukuman kurungan.
Skandal tersebut berakar pada sebuah pidato kenegaraan pada tahun 2003, dimana Bush mengatakan bahwa mantan penguasa Irak, Saddam Hussein, telah mencoba untuk membeli uranium di Afrika. Suami Plame, mantan duta besar AS, Joseph C. Wilson IV, membantah klaim tersebut. Bantahan itulah yang – menurut Plame dan suaminya – berujung pada pembocoran identitas Plame sebagai agen rahasia kepada mendiang kolumnis, Robert Novak, sebagai sebuah tindakan balas dendam. (dn/vg) www.suaramedia.com














