"Sekretaris Jenderal merasa putus asa dengan berlanjutnya aksi Israel di Yerusalem Timur, termasuk penghancuran rumah-rumah warga Palestina, pengusiran keluarga-keluarga Palestina dan penyusupan para pemukim ke lingkungan Palestina," bunyi sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh PBB.
"Insiden paling baru adalah pengusiran satu keluarga Palestina di Yerusalem Timur," tambahnya.
Memperingatkan bahwa aksi-aksi semacam itu akan meningkatkan ketegangan, menyebabkan penderitaan dan memperdalam ketidakpercayaan, Ban mendesak Israel untuk menghentikan aksi provokatifnya.
Ia juga mengulangi seruannya pada Israel untuk mengimplementasikan komitmennya menurut cetak biru perdamaian Timur Tengah yang diajukan oleh AS, Uni Eropa, Rusia, dan PBB dengan membekukan semua aktvitas pemukiman, termasuk pertumbuhan alamiah, pembangunan pos-pos penjagaan, dan pembukaan kembali institusi-institusi Palestina di Yerusalem Timur.
Selasa lalu, lusinan pemukim Israel mengambil alih sebuah rumah di Yerusalem Timur dengan bersenjatakan surat perintah dari pengadilan Israel menyusul sebuah pertarungan hukum dengan sebuah keluarga Palestina.
Anggota keluarga Al Kurd berdemonstrasi di depan bekas rumah mereka bersama dengan sejumlah penduduk Arab lainnya dan aktivis pro-Palestina saat para pemukim melemparkan barang-barang keluarga Palestina itu ke jalan.
Juru bicara kepolisian Yerusalem, Shmulik Ben Rubi, mengatakan bahwa polisi yang dikirim untuk meredakan demonstrasi telah menahan seorang aktivis.
Dukungan Israel terhadap pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur dan penghancuran rumah-rumah milik warga Palestina telah memicu kritik internasional dalam beberapa bulan terakhir.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband, menyebut pemukiman di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sebagai sebuah hambatan bagi perdamaian.
Didesak seperti itu, Israel malah memberikan ancaman akan melancarkan serangan berikutnya di Jalur Gaza.
Kepala staf militer Israel, Gabi Ashkenazi, mengeluarkan ancaman akan melakukan serangan baru ke Jalur Gaza, terutama ke target-target sipil.
Tel Aviv menuduh Hamas menyembunyikan persenjataannya di gedung-gedung milik publik dan area pemukiman penduduk.
Ashkenavi mengatakan bahwa militer Israel dapat melakukan serangan ke kota-kota, Masjid, rumah sakit, sekolah, dan bahkan taman kanak-kanak, kemudian menyalahkan pejuang perlawanan Palestina atas perang tak pandang bulu yang kemungkinan besar mentarget warga sipil ini.
Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, mengatakan bahwa pernyataan Ashkenazi itu hanyalah upaya untuk membenarkan kejahatan perang Israel di Gaza, juga untuk kejahatan yang akan mereka lakukan di masa mendatang.
Sebelumnya, ketua intelijen militer Israel, Amos Yedlin, mengklaim bahwa Hamas berusaha memperoleh tambahan senjata dan rudal, dan bahwa mereka telah berhasil menguji coba sebuah rudal yang dapat menjangkau Tel Aviv yang berjarak sekitar 60 kilometer.
Ia menambahkan bahwa selama Perang Gaza pejuang Hamas menembakkan roket-roket sejauh 45 kilometer dan menuduh mereka menyelundupkan senjata melalui terowongan Rafah.
Palestina membantah tuduhan Israel itu dan mengatakan bahwa terowongan Rafah hanya digunakan untuk menyalurkan bahan-bahan kebutuhan dasar 1.5 juta penduduk Gaza.
Hamas mengatakan bahwa pernyataan Israel terkait keberhasilan uji coba rudal adalah bagian dari upaya Tel Aviv untuk mengalihkan perhatian dunia dari laporan Goldstone mengenai Perang Gaza.
Israel berusaha membujuk negara-negara lain untuk menentang laporan itu sebelum dilangsungkannya perdebatan di Majelis Umum PBB.
Laporan itu akan diserahkan kepada Majelis Umum pada hari Rabu. Jika diadopsi, maka Majelis dapat meminta diadilinya para pemimpin Israel yang terlibat kejahatan perang di Pengadilan Kriminal Internasional The Hague. (rin/dn/pv) www.suaramedia.com














