Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Tolak Metode Bush, Dana Perang Obama Tak Terkendali

E-mail Cetak PDF
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Seorang pejabat militer tertinggi AS pada hari Rabu waktu setempat mengatakan bahwa dirinya mengharapkan Pentagon untuk membujuk Kongres dalam beberapa bulan ke depan agar meloloskan "pendanaan darurat" guna mendukung perang di Irak dan Afghanistan, meski Presiden Obama telah berjanji untuk mengakhiri praktik pendanaan pemerintah Bush yang berada di luar anggaran normal Departemen Pertahanan AS.

Pendanaan tersebut akan menambah dana sebesar $130 miliar yang telah disetujui Kongres untuk biaya perang, dana tersebut baru disetujui bulan lalu.

Sang pejabat militer, Laksamana Mike Mullen, kepala staf militer gabungan, tidak mengatakan berapa banyak jumlah tambahan dana yang dibutuhkan, namun seorang sumber di Pentagon menyebutkan bahwa jumlah dana tersebut berkisar pada angka $50 miliar.

John Murtha, perwakilan fraksi Demokrat dari Pennsylvania yang mengepalai subkomite pertahanan Dewan AS, minggu lalu menyatakan bahwa pengajuan dana tersebut berkisar pada angka $40 miliar. Angka tersebut didasarkan pada perhitungan standar $1 miliar untuk setiap 1.000 pasukan.

Para pejabat Departemen Pertahanan mengatakan bahwa banyaknya permintaan dana akan bergantung pada jumlah pasukan tambahan ke Afghanistan yang diputuskan oleh Presiden Obama. Sebelumnya, Jenderal Stanley A. McChrystal, komandan tertinggi NATO di Afghanistan, telah meminta tambahan 40.000 orang pasukan untuk memperkuat 68.000 pasukan AS yang sudah ada di Afghanistan.

Pengajuan dana tersebut kemungkinan besar akan memicu reaksi keberatan dari kubu Demokrat yang ada di Capitol Hill yang mencemaskan perang Afghanistan yang telah berlangsung selama delapan tahun. Hal itu juga berpotensi menjadi sumber perseteruan antara Obama dengan kaum Demokrat liberal.

Obama sebelumnya sudah berada di bawah tekanan dari Kongres karena defisit anggaran negara yang semakin memburuk, ditambah dengan besarnya biaya paket penyelamatan ekonomi (bailout) dan pengajuan rencana perawatan kesehatan.

Di National Press Club, Laksamana Mullen mengatakan bahwa dirinya mengantisipasi meningkatnya kebutuhan dana perang pada tahun-tahun mendatang, diluar dana $130 miliar yang disetujui untuk tahun fiskal 2010, yang berlangsung mulai tanggal 1 Oktober 2009 hingga 30 September 2010.

Mullen mengatakan hal tersebut untuk menanggapi pertanyaan yang berbunyi: "Jika jumlah pasukan AS (di Afghanistan) meningkat, apakah Anda mengharapkan ada permintaan dana darurat dari Departemen Pertahanan dalam beberapa bulan ke depan?"

"Dari apa yang bisa saya saksikan, saya yakin bahwa akan ada sejumlah hal yang diperlukan. Tapi saya belum tahu pasti apa itu," kata Mullen.

Sesudahnya, juru bicara Mullen, Kapten John Kirby, mengatakan bahwa meski sang laksamana berkeinginan untuk menjauh dari program pendanaan suplemental seperti pada era Bush, namun tambahan dana suplemental masih dimungkinan untuk memenuhi tuntutan operasional dua perang AS tersebut.

Gedung Putih tidak banyak berkomentar mengenai pernyataan Laksamana Mullen. "Dalam anggaran dananya, Presiden sudah menyiapkan dana lain-lain untuk mengantisipasi pembengkakan biaya di Irak dan Afghanistan, dian beliau telah menegaskan niatan untuk mendanai kedua perang melalui proses pendanaan yang normal," kata Tommy Vietor, seorang juru bicara Gedung Putih, melalui sebuah pesan elektronik. "Belum ada keputusan yang diambil mengenai biaya tambahan sehubungan dengan permohonan tambahan sumber daya manusia dari Departemen Pertahanan."

Meski jumlah dana akan bergantung pada jumlah pasukan tambahan yang dikirim, para pejabat Departemen Pertahanan mengatakan bahwa sepertinya akan ada lebih banyak dana yang diperlukan, tanpa ada peningkatan pasukan sekalipun.

Robert F. Hale, pengawas Pentagon, baru-baru ini memberitahu para anggota staf dari House Appropriation Committee bahwa dengan bermodalkan $130 miliar, akan amat sulit untuk dapat bertahan hingga September 2010, dengan atau tanpa pasukan tambahan, demikian menurut keterangan seorang staf Kongres yang menolak namanya disebutkan. Hale sendiri menolak memberikan komentar.

Pada bulan Maret, Hale mengatakan kepada Komite Anggaran Dewan bahwa jumlah $130 miliar akan mencukupi untuk satu tahun, dan dirinya tidak mengharapkan adanya tambahan permintaan. Namun, dia memperingatkan bahwa kemungkinan ada sejumlah perkembangan atau perubahan strategi perang yang tidak mungkin dicapai dengan sumber daya yang ada.

Diluar kemungkinan penambahan pasukan, para pejabat Pentagon mengatakan bahwa dana tambahan dapat dipergunakan untuk memperbaiki perlengkapan dan mengirimkannya dari Irak ke Afghanistan, serta membantu para komandan untuk membayar perbaikan infrastruktur setempat, seperti jembatan dan jalan di Afghanistan.

Pada masa Bush, pendanaan perang dilakukan dengan menunggu permintaan darurat, yang biasanya datang setelah dana dari Pentagon diumumkan.

Pemerintah Bush mengatakan bahwa praktik tersebut diperlukan karena amat sulit memprediksikan berapa jumlah pasti dari sebuah perang, khususnya jika hal itu dilakukan pada awal periode. Namun setelah bertahun-tahun berlalu, dan perang terus berlanjut, para kritikus mengatakan bahwa Bush melakukan hal tersebut untuk memperkecil dampak terhadap defisit anggaran, setidaknya untuk saat itu.

Ketika Obama mulai menjabat, ia menjanjikan adanya transparansi dan akuntabilitas anggaran pertahanan. (dn/nt) www.suaramedia.com  

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon