Mantan presiden AS tersebut menyampaikan pernyataannya pada peresmian pusat kepresidenan George W. Bush yang dibuka di Southern Methodist University (SMU).
"Saya melawan insting pasar bebas saya dan menyetujui sebuah intervensi sementara pemerintah untuk mencairkan pasar kredit sehingga kita semua dapat terhindar dari tekanan global yang amat besar," kata Bush.
Tanpa menyebutkan nama Presiden Obama, Bush memberikan komentar pedas mengenai klaim pemerintah AS sekarang. Bush mengatakan, "Sejarah telah menunjukkan bahwa ancaman yang lebih besar terhadap kemakmuran bukanlah campur tangan pemerintah yang terlalu sedikit, namun terlalu banyak."
Bush, yang semasa menjabat sebagai presiden juga menghentikan kucuran bantuan untuk industri otomotif AS, memperingatkan mengenai upaya pengambilalihan ekonomi oleh pemerintah. Ia mengkhawatirkan bahwa hal tersebut akan merusak pasar bebas.
"Ketika dunia mulai pulih, kita akan menghadapi godaan untuk menggantikan resiko dan penghargaan dari sektor swasta dengan mempergunakan instrumen tumpul berupa kontrol dan pengeluaran pemerintah," tandas Bush.
George W. Bush menjabarkan mengenai hari-harinya sejak meninggalkan Gedung Putih, ia juga mengungkapkan visinya terhadap Institut Bush yang akan segera diluncurkan.
"Saya cukup senang mengatakan bahwa ternyata ada kehidupan di luar Gedung Putih," kata Bush di hadapan tamu-tamu undangan. "Laura dan saya berada dalam kondisi prima, berbahagia dan berada di kediaman saya di jantung negara bagian Texas."
"Kami mungkin saja telah pensiun, tapi saya tidak lelah," tambahnya. Bush juga mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, dirinya telah menghabiskan waktu dengan memberikan ceramah di seluruh dunia, mengerjakan memoarnya – yang akan dirilis pada musim gugur mendatang – dan merencanakan pembangunan pusat kepresidenannya di kampus SMU.
"Saya amat menikmati saat-saat memasuki kelas perkuliahan. Kalau dipikir-pikir, memang itu strategi saya sebagai seorang mahasiswa," kata Bush disambut dengan tawa hadirin.
Bush juga menjabarkan mengenai masa-masa kepresidenannya dan beberapa "keputusan tersulit" yang harus diambilnya sebagai seorang presiden AS.
"Ada masa-masa yang indah dan ada pula masa-masa sulit, namun setiap harinya saya merasa terhormat karena terpilih mewakili bangsa yang saya cintai," katanya. "Saya memberikan segalanya untuk pekerjaan saya, saya selalu melakukan hal yang menurut saya merupakan yang terbaik bagi negara, dan saya pulang ke Texas dengan nilai-nilai yang tidak berubah."
Nilai-nilai tersebut adalah landasan institusi di SMU. Bush mengatakan bahwa hal tersebut akan memperkuat kebebasan, peluang, tanggung jawab dan simpati.
Saat Bush berbicara, sebuah proyektor menampilkan gambar-gambar yang berhubungan dengan setiap tema. Diantaranya, gambar Bush dengan megafon di Ground Zero (lokasi 9/11); rakyat Georgia merayakan pemilihan demokratis; para sukarelawan yang memberikan makanan kepada orang-orang kelaparan; dan simbol pita AIDS raksasa yang digantung di jalan masuk Gedung Putih pada era Bush.
Institut Bush menjabarkan diri sebagai organisasi independen dan tidak memihak yang berupaya untuk mencapai perkembangan dalam empat bidang: pendidikan, kesehatan global, kemerdekaan manusia, dan pertumbuhan ekonomi.
"Fokus pertama kami adalah pendidikan," kata Bush. "Hal itu juga merupakan prioritas utama saya kala menjadi gubernur, dan merupakan prioritas utama dalam negeri kala menjadi presiden."
Bush mengumumkan penunjukan beberapa puluh orang sarjana yang akan bekerja di institut tersebut, yang menurut para pengorganisir telah menjadwalkan setengah lusin konferensi untuk tahun depan.
"Pusat tersebut akan menjadi fokus perhatian kami dan menjadi forum bagi pelayanan publik selama seumur hidup," kata Bush. "Dan kami akan menjadwalkan pemenuhan tujuan penggalangan dana kami. Sejujurnya, kami memiliki beberapa tujuan yang harus dipenuhi," kata Bush sambil tertawa kecil. (dn/ab) www.suaramedia.com














