Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Donald Rumsfeld, Kambing Hitam Baru AS Atasi Bin Laden

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Dalam sebuah laporan Senat AS, disebutkan bahwa mantan Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld, adalah orang yang bertanggung jawab atas kegagalan dalam menangkap pemimpin Al-Qaeda, Usama bin Laden.

Dalam laporan yang dipersiapkan oleh sebuah komite Senat AS, yang dipimpin oleh Senator John Kerry, Rumsfeld dinyatakan bertanggungjawab atas kegagalan pasukan AS di Afghanistan, utamanya dalam memburu pucuk pimpinan Al-Qaeda tersebut.

Selain Rumsfeld, yang menjadi "kambing hitam" lain dalam laporan tersebut adalah komandan militer tertinggi AS kala Rumsfeld menjabat, Jenderal Tommy Franks.

Dalam pembukaan laporan tersebut, Senator John Kerry, ketua Komite Hubungan Luar Negeri, menulis: "Ketika kita (AS)melancarkan serangan hanya beberapa minggu setelah serangan 11 September, tujuannya adalah untuk menghancurkan Al-Qaeda dan menangkap atau membunuh pemimpinnya, Usama bin Laden dan sejumlah tokoh senior lainnya. Ketidakmampuan kita untuk menyelesaikan misi pada akhir tahun 2001 tersebut telah memberikan semacam kontribusi terhadap konflik yang terjadi saat ini, yang bukan hanya membahayakan pasukan kita dan para sekutu, namun juga stabilitas dari sebuah kawasan yang rapuh dan vital."

Laporan itu berjudul: "Tora Bora revisited: how we failed to get Bin Laden and why it matters today" (Mengunjungi kembali Tora Bora: Kegagalan AS menangkap Bin Laden, dan apa pengaruhnya pada hari ini). Di dalamnya, dituangkan dukungan terhadap Presiden Obama, yang bersiap mengumumkan penambahan 30.000 orang pasukan AS ke medan tempur Afghanistan.

Laporan tersebut menyatakan, meski pasukan penjajah AS di Afghanistan mengklaim telah mampu menggulingkan rezim Taliban dan menggusur sarang Al-Qaeda di negara pegunungan yang berbatasan dengan Pakistan tersebut, namun AS tetap gagal dalam menjalankan tugas untuk menangkap atau membunuh bin Laden.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa kegagalan untuk "merampungkan tugas" itu adalah sebuah "peluang yang disia-siakan". Ditambahkan pula bahwa pada bulan Desember 2001, AS telah mencoba melacak keberadaan bin Laden dan melancarkan serangan di serangkaian gua dan terowongan di wilayah penuh gunung, Tora Bora, sebelah timur Afghanistan.

Dalam upaya tersebut, AS sebenarnya berharap untuk dapat menewaskan bin Laden, khususnya ketika bin Laden menyampaikan pesan pada tanggal 14 Desember, namun keesokan harinya, terungkap bahwa petinggi Al-Qaeda itu ternyata masih hidup, sementara kala itu hanya ada 100 orang pasukan komando AS dan sekutunya yang tersisa di Afghanistan. AS kemudian menyerukan adanya penambahan kekuatan militer guna melancarkan "serangan akhir untuk menangkap bin Laden."

Namun "serangan akhir" tersebut tidak pernah terjadi karena permintaan tersebut ditolak, pasukan AS kemudian melancarkan serangan udara dengan bantuan tentara Afghanistan dan  Pakistan ke markas Al-Qaeda di wilayah pegunungan.

Laporan tersebut menambahkan, seharusnya pasukan AS tidak perlu memaksa menerjunkan pasukan untuk memburu bin Laden agar pemimpin Al-Qaeda tersebut tidak menghindar dan masuk ke wilayah Pakistan.

"Sekitar tanggal 16 Desember, dua hari setelah menuliskan pesannya, bin Laden dan orang-orangnya keluar dari wilayah Tora Bora tanpa terluka dan menghilang di wilayah suku Pakistan. Banyak pihak meyakini bahwa bin Laden masih berada di sana hingga saat ini."

"Keputusan untuk tidak menerjunkan pasukan dan memburu bin Laden atau memblokir jalur meloloskan diri dibuat oleh Menteri Pertahanan (kala itu) Donald Rumsfeld dan komandan tertingginya, Jenderal Tommy Franks."

Senator Kerry, kandidat presiden Demokrat pada tahun 2004, telah sejak lama menyatakan bahwa pemerintahan Bush telah melewatkan peluang untuk menangkap petinggi Al-Qaeda dan para deputi utamanya ketika tengah berada di sebelah timur Afghanistan, tiga bulan setelah 9/11. Kerry menyusun laporan tersebut ketika Presiden Obama tengah memikirkan keputusan untuk menerjunkan pasukan tambahan ke Afghanistan.

"Menyingkirkan pemimpin Al-Qaeda dari medan pertempuran delapan tahun yang lalu tidak akan mampu menghilangkan ancaman di seluruh dunia," tulis laporan tersebut. "Namun, keputusan untuk "membuka pintu" keluar ke Pakistan justru membuat bin Laden menjelma menjadi sosok yang berpengaruh yang mampu terus menghimpun dana dan menjadi inspirasi bagi kelompok perjuangan di seluruh dunia. Kegagalan menyelesaikan operasi tersebut selamanya telah merubah jalur konflik di Afghanistan, demikian halnya dengan masa depan internasional," tambah laporan tersebut. (de/im/to) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon