Seruan itu datang setelah keluarga Levinson bertemu dengan Departemen Luar Negeri dan FBI untuk menandai 1000 hari menghilangnya Levinson dari Pulau Kish, Iran, tahun 2007.
Pejabat AS mengatakan bahwa Levinson adalah mantan agen FBI yang pergi ke Pulau Kish untuk menyelidiki penyelundupan cerutu di kawasan itu dan menghilang secara misterius pada tanggal 9 Maret 2007.
"AS menyerukan pada pemerintah Republik Islam Iran untuk membantu memberikan informasi apapun mengenai keberadaan Levinson dan memastikan kepulangannya dengan selamat," ujar juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs.
"Sementara pemerintah Iran bersedia membagi informasi mengenai investigasi mereka, janji itu masih belum dipenuhi," ujar Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.
FBI dan Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa mereka belum menerima informasi apapun dari Iran hingga hari ini.
"Kami terus menyerukan pada Iran untuk menjaga komitmennya dalam memberikan detail penuh," ujar Clinton, menambahkan bahwa kasus itu tetap menjadi prioritas bagi AS, "seperti halnya penyelesaian kasus-kasus warga negara AS lainnya yang ditahan di Iran."
Istri Levinson, Christine, dan anak laki-laki mereka, Daniel, mengunjungi Iran Desember tahun lalu, berpegang pada harapan bahwa mereka akan menemukan Levinson dengan bantuan pemerintah Iran.
Kepolisian dan kementerian luar negeri Iran berjanji akan membantu keluarga Levinson dan Gedung Putih dalam menemukan mantan agen FBI itu, namun menambahkan bahwa mereka tidak memiliki informasi mengenai Levinson atau di mana ia berada.
"Kami tidak memiliki tahanan dengan nama itu," ujar juru bicara Kehakiman Alireza Jamshidi pada tanggal 17 Februari.
Pernyataan oleh pejabat AS keluar saat organisasi non pemerintah Iran, RahPouyan-e-DadGostar, sedang berada dalam proses mengajukan komplain hukum melawan AS atas pelanggaran HAM tahanan Iran, yang ditahan secara ilegal.
Menurut kelompok pembela HAM itu, beberapa orang Iran telah ditahan dengan tuduhan palsu atau diculik dan menjadi subyek "penafsiran luar biasa", sementara AS berusaha mengekstradisi beberapa orang lainnya.
Baktash Fatahi, Shahrzad Amir-Qolikhani, Ali Amir-Nazmi, dan Hassan Saeed-Keshari, semuanya ditahan di AS.
Sebelumnya, seorang pejabat intelijen Iran menuduh CIA, Mossad, dan MI6 Inggris menyusun rencana gabungan untuk menculik dan menyiksa Alireza Asgari, salah satu mantan petinggi militer Iran, dalam sebuah upaya untuk memalsukan tuduhan tak berdasar terhadap Teheran.
AS juga menekan Iran untuk membebaskan tiga pendaki gunung AS yang ditahan setelah mereka melewati perbatasan tak bertanda dari Irak ke Iran pada bulan Juli. Selain itu, AS juga meminta Iran untuk melepaskan seorang mantan pengusaha Iran-Amerika, Reza Taghavi, yang ditahan pada bulan Mei 2008, dan seorang akademisi Iran-Amerika Kian Tajbakhsh, yang ditahan setelah pemilu presiden bulan Juni lalu.
Istri Levinson, Christine, mengatakan bahwa ia berharap bahwa sebuah permintaan terbaru dari pemerintah Iran untuk informasi mengenai suaminya adalah sebuah pertanda positif. Pemerintah Iran menanyakan padanya apa yang suaminya lakukan di Kish, pulau resor tempat ia terlihat terakhir kali. Mereka juga ingin tahu apakah ia memiliki telepon satelit dan siapa yang membiayai perjalanannya. Christine mengatakan pada pemerintah Iran bahwa Levinson sedang menyelidiki penyelundupan cerutu untuk seorang klien dari perusahaan keamanannya. Ia juga mengatakan bahwa ia masih membayar tagihan telepon selulernya, berharap bahwa Levinson akan menggunakannya suatu hari untuk menelepon rumah. (rin/pv/mc) www.suaramedia.com














