Namun, upaya presiden untuk menggerakkan para senator yang ragu-ragu seputar RUU pelayanan kesehatan senilai USD 848 juta datang saat seorang Demokrat yang mempersiapkan diri untuk menghidupkan kembali perjuangan melawan aborsi dan yang lainnya bertemu secara pribadi untuk mencari sebuah kesepakatan atas usul mengenai sebuah program asuransi yang dikelola pemerintah.
"Itu bukan negosiasi, hanya bincang-bincang kecil," ujar Obama kemudian.
Meski demikian, perpecahan masih ada dalam kaukus Demokrat mengenai bagaimana menyusun program asuransi pemerintah, yang terkenal dengan nama opsi publik. Golongan moderat seperti Senator Joe Lieberman menentang ide itu, sementara Senator Bernie Sanders dan kaum liberal lainnya mengatakan bahwa hal itu penting untuk memberikan kompetisi kepada perusahaan asuransi swasta.
Lieberman mengatakan bahwa Obama tidak membicarakan isu itu secara detail terlepas dari adanya usul baru yang beredar di antara para senator untuk menciptakan rencana asuransi non-profit yang dikelola oleh pemerintah federal. Lieberman mengatakan bahwa ia menanti untuk melihat detail ide tersebut.
Di lain pihak, Senator Ben Nelson mengatakan bahwa ia berencana untuk memperkenalkan amandemen aborsi yang akan mengikuti peraturan yang telah disetujui oleh Kongres bulan lalu. Amandemen itu akan melarang perusahaan asuransi menutup biaya aborsi bagi kaum wanita yang menerima subsidi premium dari pemerintah federal.
Para senator menyusun legislasi selama akhir pekan, berusaha menyelesaikannya tepat sebelum Natal. Perdebatan dimulai dengan lambat minggu lalu karena banyaknya amandemen yang harus menjalani pemungutan suara.
"Perkembangan sedang dalam proses dan itu bukan hanya sekedar pembicaraan," ujar pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid dari Nevada setelah pertemuan dengan Obama. "Kami sedang mengusahakan sebuah konsensus. Kami belum mencapainya."
Seiring berjalannya waktu, presiden kehilangan hari-hari di mana ia dapat secara langsung menekan Kongres atas isu pelayanan kesehatan. Obama akan berada di Oslo minggu ini untuk menerima penghargaan Nobel dan kemudian menghadiri sebuah konferensi tingkat tinggi tentang perubahan iklim dengan para pemimpin dunia lainnya di Kopenhagen.
Republikan mengatakan bahwa pertemuan tertutup Obama itu menunjukkan bahwa Demokrat tidak tertarik mengkompromikan RUU dengan mereka. Reid akan membutuhkan 60 senator untuk mencegah Republikan memblokir pemungutan suara terakhir atas RUU yang akan memperluas asuransi pelayanan kesehatan ke lebih dari 30 juta rakyat Amerika yang tanpa RUU itu tidak akan mendapatkan asuransi.
"Fakta bahwa presiden AS melakukan pertemuan dengan Demokrat hanya akan memberitahumu ke mana arah perdebatan ini," ujar pemimpin Minoritas Senat Mitch Mc Connell dari Kentucky. "Perdebatan ini berubah menjadi sebuah upaya partisan."
Presiden Obama melakukan kunjungan yang jarang terjadi ke Capitol Hill pada hari Minggu untuk membahas perbedaan di antara mereka dan meloloskan reformasi layanan kesehatan, prioritas domestiknya. Gedung Putih mengatakan bahwa Obama berterima kasih kepada para Senator atas kerja keras mereka sejauh ini dan menekankan pentingnya menyediakan asuransi yang terjangkau bagi mereka yang belum memilikinya, dan menjaga tingkat harga bagi para keluarga dan usaha kecil.
Para pemimpin Demokrat Senat bekerjasama dengan anggota-anggota moderat dari partainya untuk mengumpulkan 60 suara yang dibutuhkan agar RUU itu lolos. (rin/ust/vn) www.suaramedia.com
- AS Bungkam Masalah Misteri Lenyapnya Ilmuwan Iran
- Butuh Dukungan Rakyat, Obama Resmikan Pemerintah Terbuka
- Chavez: Obama Yang Malang Terjebak Dalam Masa Lalu
- Ramalan Kematian Mullen Hantui Pasukan Tambahan Afghanistan
- Obama Rubah Tradisi hari Raya Yahudi Di Gedung Putih














