Seperti tradisi, Obama akan menyalakan lilin pertama Hannukah pada hari Jumat. Lima hari sesudahnya – pada hari Rabu – ia akan menjamu pesta Hannukah di Gedung Putih, namun karena krisis finansial yang tak henti mendera negara Paman Sam, Obama memutuskan untuk memangkas jumlah tamu dalam daftar undangan.
Penghubung pemerintah Obama dengan kaum Yahudi, Tevi Troy, mengecam keputusan tersebut melalui sebuah artikel JTA yang diberi judul "Obama harus berhati-hati dengan penghinaan Chanukah." Dalam artikel tersebut, ia mengklaim bahwa perlakuan Obama terhadap kaum Yahudi telah mencapai tahapan terburuk, yang dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan bilateral antara AS dan
Troy menambahkan, orang-orang yang dimasukkan dalam daftar tamu undangan pesta Hannukah dikenal sebagai orang-orang yang kritis terhadap Israel.
"Meski jumlah orang yang hadir dalam pesta tersebut mungkin bukan menjadi hal yang terlalu dipersoalkan, bahkan sebagian pendukung Obama mungkin melihatnya dalam konteks rantai panjang keputusan politik tutup telinga milik Obama," tulisnya.
Akan tetapi, Ketua Dewan Demokratis Yahudi Nasional, Ira Forman, mengatakan bahwa tidaklah pantas untuk membahas jumlah daftar tamu dalam sebuah pesta Gedung Putih di tengah-tengah terpaan krisis finansial.
Kaum Yahudi AS merasa geram terhadap keputusan Presiden Obama, karena pada acara jamuan makan malam kenegaraan dengan Perdana Menteri India beberapa waktu yang lalu, jumlah hadirin yang diundang berada di atas angka 400.
"Meski sejumlah pemimpin Yahudi memahami keadaan ekonomi serta alasan-alasan lain dibaik pemotongan tersebut, mereka juga menyadari bahwa hal itu akan membuat kominitas
Seorang staf Gedung Putih mengatakan, "Presiden Obama menantikan perayaan Hannukah di Gedung Putih dan mengundang banyak anggota komunitas
Seorang anggota komunitas Yahudi mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa karena alasan resesi, maka pemerintah Obama tidak dapat menghamburkan dana dalam jumlah besar untuk menggelar pesta.
Isu tersebut diperburuk dengan keharusan untuk menyediakan makanan kosher (konsep halal Yahudi), hal tersebut diperkirakan akan menggelembungkan dana yang harus dikeluarkan sebesar 33 persen.
Seorang pemimpin Yahudi lainnya mengatakan bahwa Presiden George W. Bush dulunya juga hanya mengundang – dan menyajikan hidangan kosher untuk – 400 orang tamu pada perayaan Hannukah pertamanya di Gedung Putih, dan daftar tamu undangan meningkat pesat sepanjang dua periode pemerintahan Bush.
Salah satu isu kunci lainnya adalah jumlah undangan Yahudi Demokrat dengan Yahudi Republikan, seperti yang dikemukakan oleh Tevi Troy.
Sebanyak 78 persen kaum Yahudi memberikan dukungan terhadap pasangan Obama-Biden pada tahun 2008, dan para penggalang dana Yahudi mengambil peranan penting dalam kampanye kepresidenan.
Mengurangi jumlah tamu undangan adalah sebuah hal yang cukup sulit bagi Obama. Hanya mengundang lebih dari 40 orang anggota Kongres Demokrat, dan pasangan mereka akan memberikan tambahan jumlah yang signifikan untuk memenuhi daftar tamu, apalagi ditambah undangan yang ditujukan untuk para staf Yahudi senior dan para donatur dengan dana melimpah.
Namun, kepala lembaga non-profit Federasi Yahudi Amerika Utara, William Daroff, mengatakan kepada Politico bahwa hal yang terpenting adalah pesta tersebut tetap terselenggara.
"Dari apa yang saya dengar, orang-orang merasa senang karena presiden memutuskan untuk melanjutkan tradisi.
- Miliarder Koch Bersaudara Dan Budget Khusus Anti-Obama
- AS Bungkam Masalah Misteri Lenyapnya Ilmuwan Iran
- Butuh Dukungan Rakyat, Obama Resmikan Pemerintah Terbuka
- Chavez: Obama Yang Malang Terjebak Dalam Masa Lalu
- Ramalan Kematian Mullen Hantui Pasukan Tambahan Afghanistan














