Sebuah pasukan batalion infantri yang terdiri dari 1.500 orang marinir akan diberangkatkan untuk menjalani misi di Afghanistan pada penghujung bulan ini, sementara 6.200 orang lainnya akan diberangkatkan pada awal musim semi mendatang, demikian disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, pada hari Senin.
Tambahan jumlah pasukan marinir sebanyak 800 orang akan tiba pada awal tahun depan. Sekitar 3.400 orang prajurit juga dijadwalkan untuk berangkat ke Afghanistan pada awal musim semi mendatang, disusul oleh pasukan tambahan sebanyak 4.100 orang, kata Pentagon.
Hal tersebut dilakukan ketika Kepala Staf Gabungan, Laksamana Mike Mullen, mengatakan kepada sekitar 700 orang prajurit yang akan diberangkatkan ke Afghanistan mengenai prediksi peningkatan jumlah kematian prajurit AS.
"Saat ini adalah saat-saat yang paling berbahaya yang pernah saya lihat terus tumbuh dalam empat dekade terakhir dalam seragam militer," kata Laksamana Mike Mullen kepada para marinir di Kamp Lejeune.
"Saya yakin bahwa kita akan mengalami peningkatan jumlah korban, dan saya tidak ingin menunjukkan sikap yang tidak jelas mengenai hal tersebut," kata Mullen.
"Kita tidak akan menang, artinya kita akan kalah. Dan ketika hal itu terjadi, akan ada pesan terhadap pihak musuh untuk terus meningkatkan serangan," kata Mullen. "Itulah mengapa kami memerlukan tambahan 30.000 orang pasukan."
"Hal tragis itulah yang terjadi di Irak, dan saya memperkirakan bahwa hal itu pula yang akan terjadi dalam perang kali ini," tambahnya. Ia menekankan bahwa tahun 2010 akan menjadi tahun yang sulit bagi pasukan AS.
Komandan AS mengatakan bahwa perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan menjadi pusat dari terorisme global. Komentar tersebut dilontarkan kala otoritas Pakistan mengumumkan bahwa mereka telah menutup perbatasan.
"Pasukan keamanan perbatasan di Killa Saifullah, sebelah barat daya provinsi Baluchistan, telah menutup perbatasan Pakistan – Afghanistan untuk menghentikan gelombang masuknya orang-orang secara ilegal memasuki Pakistan dari Afghanistan," kata seorang staf kementerian dalam negeri kepada Press TV pada hari Senin.
Kamp Lejeune akan menyuplai 1.500 orang marinir menjelang akhir tahun ini. Sebanyak 6.200 orang pasukan tambahan akan menyusul pada tahun depan. Prajurit William Schneider, 20, dari Woodbridge, New Jersey, berharap untuk dikirimkan pada awal tahun depan. Pengiriman tersebut akan menjadi tugas militer perdananya.
"Untuk inilah kami menjalani pelatihan selama sembilan bulan. Kami ingin mempraktikkan latihan yang telah kami jalani," kata Schneider.
Presiden AS Barack Obama baru-baru ini telah memerintahkan lebih dari 30.000 orang pasukan tambahan ke Afghanistan untuk menambah kekuatan 70.000 orang pasukan yang sudah ditempatkan di Afghanistan.
Mengenai tahun 2011, yang banyak disebut sebagai tanggal penarikan pasukan AS dari Afghanistan, Mullen mengatakan bahwa 2011 bukanlah akhir dari tanggal penarikan pasukan.
Lebih dari 300 orang prajurit AS telah kehilangan nyawa di Afghanistan pada tahun ini. Angka tersebut nyaris berlipat ganda dari jumlah kematian pasukan AS pada tahun 2008 yang berjumlah lebih sedikit, 155 orang. (dn/pv/ms) www.suaramedia.com
- Tak Pedulikan Kaum Minoritas, Obama Dimusuhi Kaumnya
- Miliarder Koch Bersaudara Dan Budget Khusus Anti-Obama
- AS Bungkam Masalah Misteri Lenyapnya Ilmuwan Iran
- Butuh Dukungan Rakyat, Obama Resmikan Pemerintah Terbuka
- Chavez: Obama Yang Malang Terjebak Dalam Masa Lalu














