Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Chavez: Obama Yang Malang Terjebak Dalam Masa Lalu

E-mail Cetak PDF
CARACAS (Berita SuaraMedia) – Presiden AS Barack Obama mungkin saja memiliki niatan baik, namun ia tetap saja terjebak di masa lalu dalam hal dukungan terhadap pemilihan pasca kudeta di Honduras, demikian kata Presiden Venezuela, Hugo Chavez.

"Obama yang malang pasti memiliki banyak niatan baik.. mengapa tidak?," kata Chavez dalam sebuah pidato di hadapan televisi. Chavez mengingat kembali pertemuannya dengan pemimpin AS tersebut dalam Konferensi 34 negara Amerika pada bulan April lalu yang bertempat di Trinidad dan Tobago.

"Dia mendatangi saya, saat itu saya lihat ada kebingungan di matanya, jadi saya memberikan hadiah sebuah buku kepadanya. Dia kemudian mengatakan pada saya bahwa dirinya akan berbicara mengenai masa depan, bukan masa lalu," kenang Chavez.

"Tapi coba lihat yang terjadi sekarang, Obama. Apa yang terjadi di Honduras adalah cara-cara lama, dan Anda justru mundur ke masa lalu," tambah Chavez.

Pada tanggal 29, Porfirio Lobo memenangkan suara terbanyak di Honduras untuk menduduki jabatan sebagai Presiden, menggantikan Manuel Zelaya yang didongkel dari kekuasaannya melalui kudeta militer. Kudeta tersebut dilakukan pada bulan Juni lalu, di tengah derasnya hujan kritikan terhadap Zelaya yang disebut-sebut terlalu condong ke arah kiri, serta dekat dengan Chavez.

AS menyebut pemilihan pasca kudeta tersebut sebagai "sebuah langkah maju yang signifikan" dalam menyelesaikan krisis politik di Honduras. AS juga "menyesal" karena kesepakatan untuk mengembalikan presiden terguling tidak dapat diimplementasikan.

Kepada Obama, Chavez berkata: "Anda mendukung tindakan premanisme, saya rasa Anda bahkan belum membaca buku yang saya berikan sebagai hadiah."

Buku berjudul "Las Venas Abiertas de America Latina" (Urat Nadi Terbuka Amerika Latin) karangan Eduardo Galeano dari Uruguay yang diberikan Chavez kepada Obama, mengupas mengenai masa lalu Amerika Latin yang diwarnai kolonialisme dan eksploitasi oleh negara-negara kekuatan besar dunia, sebuah tema yang acapkali diangkat oleh Chavez, yang menuding AS sebagai negara yang menerapkan kebijakan-kebijakan imperialis.

Sebelumnya, beberapa saat pasca kudeta Honduras, Chavez mengatakan bahwa AS berada di belakang kudeta tersebut, mendanai musuh-musuh Manuel Zelaya. Chavez juga menyiratkan bahwa CIA kemungkinan berada di garis depan dalam hal dukungan terhadap kudeta tersebut.

Dalam kudeta tersebut, para prajurit Honduras menggelandang Manuel Zelaya dari atas tempat tidurnya dan langsung mengasingkan Zelaya ke Kosta Rika. Kudeta tersebut memantik kekhawatiran mengenai demokratisasi di sepanjang kawasan Amerika Latin.

"Saya dibangunkan dengan suara tembakan serta teriakan dari para penjaga saya, hal itu berlangsung selama 20 menit," kata Zelaya, menggambarkan proses kudeta tersebut kepada para wartawan di bandara San José, Kosta Rika, negara tempat dia diasingkan secara paksa.

"Saya keluar dengan mengenakan piyama, saya masih mengenakan piyama ketika para prajurit masuk dan menodongkan moncong senapan mereka ke arah saya, mereka kemudian mengatakan bahwa mereka tak akan ragu menembak saya jika saya tidak meletakkan telepon seluler."

Zelaya menyebut tindakan tersebut sebagai sebuah penculikan. Presiden Hugo Chavez menganggap kudeta tersebut sebagai tindakan perang. "Saya telah menyiagakan pasukan Venezuela," kata Chavez kala itu.

Namun, kala itu Presiden Obama mengecam kudeta tersebut dan membantah klaim yang dikemukakan oleh Chavez.

Dalam beberapa tahun terakhir, Chavez mampu mendahului Washington dalam isu-isu semacam itu. Chavez mengecam pemerintahan Bush atas perang Irak, ia juga menyalahkan AS atas sejumlah kerusuhan di Venezuela dan di kawasan Amerika Latin.

Presiden Venezuela tersebut tentu tidak akan lupa bahwa CIA mengetahui perihal kudeta yang sempat menggulingkan dirinya dari kekuasaan pada tahun 2002 silam, namun tidak melakukan apa-apa untuk mencegah hal tersebut.

Washington juga memiliki catatan sejarah pemberian bantuan terhadap kelompok-kelompok yang kritis terhadap pemerintahan Chavez. (dn/af/ws/nt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon