Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

AS: Peluncuran Sejil Patahkan Janji Anti-Senjata Nuklir Iran

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Penasehat pers Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan bahwa uji coba peluru kendali nuklir Iran yang dilakukan baru-baru ini justru merusak janji Iran sendiri, yang menyatakan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.

"Hal-hal itu (uji coba peluru kendali) bersifat kontraproduktif. Iran masih memiliki peluang untuk menjalankan kewajiban-kewajiban mereka," tambahnya.

"Jika mereka tidak melakukannya, maka waktu akan semakin menipis, dan kami akan melakukan langkah berikutnya," kata Gibbs memperingatkan Iran.

Iran berhasil melakukan uji coba penembakan peluru kendali Sejil-2 pada hari Rabu lalu. Peluncuran tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang Iran untuk mempertahankan perbatasan-perbatasan negaranya.

Al alam, stasiun televisi satelit berbahasa Arab milik Iran, mengatakan bahwa peluru kendali Sejil memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh daripada peluru kendali Shahab. Para pejabat Iran sebelumnya mengatakan bahwa peluru kendali Shahab mampu menjangkau target yang berjarak hingga 2.000 kilometer (1.250 mil) dari lokasi peluncuran.

Hal tersebut membuat Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk masuk dalam jangkauan peluru kendali.

Uji coba peluru kendali Iran tersebut dilakukan bertepatan dengan meningkatnya ketegangan seputar program nuklir Iran. Dimana Barat bersikeras bahwa program tersebut ditujukan untuk membuat bom nuklir, sementara Iran menampik tudingan tersebut.

Uji coba tersebut memantik kecaman dari dunia Barat. Menteri Pertahanan Iran, Ahmad Vahidi, mengatakan bahwa peluru kendali tersebut tidak dapat dihancurkan oleh sistem pertahanan anti peluru kendali karena kecepatannya yang tinggi, ditambah dengan kemampuan anti radar dari peluru kendali Sejil-2.

Ucapan Gibbs berkenaan dengan program nuklir Iran tersebut dilontarkan pada saat para inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak menemukan bukti apapun yang mengindikasikan bahwa Teheran tengah berupaya untuk mengembangkan program nuklir militer.

Juru bicara Pentagon, Geoff Morell, mengatakan bahwa uji coba tersebut tidak mengungkapkan adanya kemampuan baru Iran.

"Saya tidak akan membahas secara lebih terperinci mengenai data intelijen kami. Saya hanya akan mengatakan, menurut saya (uji coba Iran) tidak jauh berbeda dengan apa yang telah kami lihat di masa lalu," kata Morell.

Juru bicara Gedung Putih, Mike Hammer, mengatakan bahwa uji coba tersebut akan meningkatkan keseriusan komunitas internasional untuk menyatakan bahwa Iran bertanggungjawab atas sikapnya yang mengingkari kewajiban internasional berkenaan dengan program nuklirnya.

Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, mengatakan bahwa uji coba tersebut semakin memperbesar kemungkinan penjatuhan sanksi yang lebih keras atas program nuklir Iran, yang menjadi sumber kekhawatiran Barat.

"Ini adalah sebuah masalah serius bagi komunitas internasional, dan hal ini memungkinkan kami untuk melangkah lebih jauh dan menjatuhkan sanksi," kata Brown dari Kopenhagen.

Para analis mengatakan bahwa kekacauan yang terjadi di Iran sejak pemilihan presiden pada bulan Juni lalu telah memperkeruh kemungkinan tercapainya penyelesaian isu nuklir Iran. Ketegangan dalam negeri semakin meningkat ketika terjadi bentrokan antara para pendukung tokoh oposisi, Mir Hossein Mousavi dengan pasukan keamanan Iran di Teheran pada pekan lalu. (dn/pv/kt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon