Hal tersebut dilontarkan dalam sebuah pembukaan seminar yang berlangsung di perpustakaan Alexandria. Seminar tersebut dihadiri oleh para peneliti dari 15 negara Arab dan Islam.
Sirajuddin mengatakan bahwa ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan citra Islam, ia merujuk pada AS dan Barat. Dan hal tersebut dilakukan pasca runtuhnya negara Uni Soviet 20 tahun yang lalu.
Dia menambahkan, "Skema semacam itu, banyak diantaranya dituangkan dalam buku tulisan Samuel Huntington, dan skema tersebut dijalankan oleh mantan presiden AS, George W. Bush dan komplotannya."
Sumber-sumber pers di AS dalam sebuah laporan berita mengatakan bahwa dalam sebuah memo rahasia mantan menteri pertahanan Donald Rumsfeld, disebutkan bahwa Bush mempergunakan dalih-dalih keagamaan untuk menabuh genderang perang di Irak dan Afghanistan.
Memo tersebut mengungkapkan bahwa Bush memang berkeyakinan untuk merubah Timur Tengah. Bush menyamakan rencana tersebut dengan sebuah perang salib, seperti yang dikatakan mantan presiden AS tersebut pada permulaan invasi Irak.
Disebutkan pula bahwa pada tahun 2003, dengan memanfaatkan kesamaan agama (Kristen), Bush menelepon mantan presiden Perancis, Jacques Chirac, dan berkata: "Gog dan Magog (Yajuj dan Majuj) masih berada di Timur Tengah, oleh karena itu mereka harus dikalahkan. Ramalan dalam Alkitab telah terbukti, pertempuran ini memang diinginkan oleh Tuhan."
Dengan alasan tersebut, Bush meminta Perancis untuk mengirimkan pasukan militernya, bergabung dengan pasukan AS dan menyerang Irak dalam sebuah "misi suci".
Kepada mantan presiden Perancis tersebut, Bush juga mengatakan: "Perang Irak adalah keinginan Tuhan, Tuhan ingin agar para musuh dapat dikalahkan, sebelum tercipta sebuah era baru."
Mendengar ucapan Bush tersebut, Chirac mengatakan bahwa dirinya merasa bingung dengan telepon Bush. Dia juga bertanya-tanya bagaimana bisa ada orang yang berpikir begitu dangkal dan terlalu fanatik.
Pasca menerima telepon pada tahun 2003 tersebut, Chirac tidak langsung menuruti permintaan Bush. Para staf Chirac meminta Thomas Romer, seorang teolog di Universitas Lausanne, untuk menganalisa permintaan aneh tersebut.
Mantan presiden Chirac membenarkan kejadian gila tersebut dalam sebuah wawancara panjang dengan jurnalis Perancis, Jean-Claude Maurice, yang menceritakan kejadian tersebut dalam bukunya yang berjudul Si vous le Répétezm Je Démentirai yang diterbitkan oleh penerbit Plon.
Anehnya, media-media mainstream justru mengabaikan hal tersebut, bahwa Bush sudah gila ketika memulai perang Irak. Surat kabar The Charleston Gazette di West Virginia merupakan surat kabar pertama yang memberitakannya.
Majalah GQ mengungkapkan bahwa mantan menteri pertahanan, Donald Rumsfelsd melampirkan ayat-ayat Alkitab yang berbau peperangan ditambah dengan foto-foto perang Irak dalam laporan perang yang diserahkan kepada Bush. Salah satunya berbunyi: "Kenakanlah baju zirah Tuhan, sehingga ketika kejahatan datang menghampiri, Anda dapat mempertahankan diri."
Pada tahun yang sama, Bush juga mengatakan kepada menteri luar negeri Palestina bahwa dirinya mengusung sebuah misi suci dan perintah langsung dari Tuhan dalam melakukan invasi Irak dan Afghanistan.
Mantan presiden AS tersebut menyatakan hal tersebut kala bertemu dengan para petinggi Palestina pada bulan Juni 2003.
Pengakuan Bush tersebut diungkapkan setelah Bush mengecam para pejuang Islam, menyamakan ideologi mereka dengan komunisme, dan menuduh mereka ingin membangun kekaisaran Islam garis keras, mulai dari Spanyol hingga ke Indonesia.
"Saya menyerang Irak dan Afghanistan karena mendapatkan dorongan dari misi suci yang dibisikkan oleh Tuhan kepada saya: George, pergilah dan perangi musuhmu di Afghanistan. Dan saya melakukannya, kemudian Tuhan mengatakan kepada saya, George, pergilah dan akhiri tirani di Irak, dan saya melakukannya."
"Saya merasakan suara Tuhan berbisik di telinga saya: Pergilah dan buat rakyat Palestina mendapatkan negara, dan buat agar Israel mendapatkan "keamanan" mereka di Timur Tengah. Maka demi Tuhan saya akan melakukannya."
Invasi Irak sudah dirancang jauh sebelum peristiwa 11 September, yang dipergunakan sebagai dalih untuk dapat mendapatkan dominasi penuh seperti yang tertuang dalam Proyek New American Century, dimana Dick Cheney menjadi salah satu pendiri, dan Bush sebagai orang bodoh yang bersedia melakukan apa saja.
Tujuan utamanya adalah untuk mendominasi dunia, Irak dan Afghanistan hanyalah langkah awal sementara AS masih menarget banyak negara, termasuk Syiria dan Iran. (dn/im/sh) www.suaramedia.com














