Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Perang Maya Al-Qaeda Picu Perdebatan AS

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Sejumlah pakar di AS meyakini bahwa pemerintah harus memburu dan menutup situs-situs Islam di internet yang dipandang radikal, sebagian lainnya memandang hal tersebut tidak praktis dan mengusulkan adanya kampanye tandingan AS di dunia maya.

"(Al-Qaeda tidak) lagi menempatkan orang-orangnya di pesawat, karena mereka tahu bahwa kita sudah dapat melacak mereka," kata John Arquilla, seorang pakar teori militer di sekolah pasca sarjana Angkatan Laut, di Monterey, California, kepada majalah Time pada hari Rabu (23/12) kemarin.

"Dan jika kita menyerang mereka di dunia maya, hal itu akan melumpuhkan jaringan teror global."

Sejumlah kalangan meyakini bahwa pemerintah AS baru melakukan sedikit hal untuk melakukan perang di dunia maya dengan Al-Qaeda.

"Daripada memikirkan dunia maya sebagai tempat untuk mengumpulkan data intelijen, kita harus meningkatkan upaya perang dunia maya," kata Arquilla kepada Komite Layanan Persenjataan, yang bertugas mendanai dan mengawasi Departemen Pertahanan dan angkatan bersenjata, AS pekan lalu dalam sebuah rapat dengar pendapat untuk membahas ancaman radikalisasi di internet.

"Ini artinya ada dua hal yang harus dilakukan, mengeksploitasi penggunaan internet oleh para teroris tanpa sepengetahuan mereka, atau menjauhkan mereka dari internet."

Ada banyak pakar yang mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Al-Qaeda telah menjadi semakin canggih dalam hal teknologi dan media.

Puluhan rekanan audio dan video yang dihasilkan oleh sayap media Al-Qaeda, as-Sahab, dengan cepat tersedia di internet.

Namun, sejumlah pakar merasa ragu-ragu dengan prospek dan keberhasilan pernyataan perang terhadap situs-situs internet semacam itu. Mereka juga menyebutkan bahwa situs-situs tersebut juga berperan penting dalam pengumpulan data intelijen.

"Jika salah satu situs tersebut diputus hari ini, maka mereka sudah memiliki salinan lengkap isi situs tersebut di tempat lain dan dapat memasangnya kembali di server mereka dan menghidupkannya kembali pada keesokan harinya," kata Evan Kohlmann dari yayasan NEFA, yang diciptakan pasca persitiwa 9/11.

Dia meyakini bahwa situs-situs seperti itu bak sebuah harta karun, sumber informasi yang dicari AS, dan merupakan satu-satunya sumber di dunia mengenai Al-Qaeda dan kelompok-kelompok sejenis.

"(Melakukan hal itu) sama seperti menembakkan peluru kendali terhadap satelit mata-mata milik kita sendiri."

"Jika Anda mulai memutus situs-situs tersebut, hal itu sama seperti memotong-motong ubur-ubur, akan ada banyak pecahan kecil yang sulit diawasi."

Cendekiawan seperti Chris Boucek, dari Carnegie Endowment for International Peace, meyakini bahwa memutus situs-situs internet tersebut bukanlah jawaban yang dicari.

"Kita membicarakan mengenai sebuah gerakan yang didasarkan pada gagasan dan dendam, jadi kita harus terlebih dahulu memahami gagasan dan dendam tersebut," kata Boucek.

"Ketidakmampuan dalam menangani isu tersebut berarti kita menyerahkan segalanya kepada mereka, dan bagi saya hal itu tidak masuk akal."

"Jika orang lain mengetahui hal semacam ini dari situs web mereka, maka hal itu akan sangat mudah menyebar luas."

"Di situs-situs tersebut terdapat berbagai dokumen dan studi yang berbeda, ada tayangan-tayangan video yang menjabarkan mengenai ekstrimisme dan radikalisme."

Boucek mengatakan bahwa Washington seharusnya meluncurkan program yang serupa yang ditangani oleh para cendekiawan, bukannya para pejabat pemerintahan.

"Tentu tidak mungkin menyebarkan pemberitahuan mengenai agama mereka melalui militer AS. Saya merasa terkejut, karena delapan tahun setelah konflik pecah, kita masih juga belum memiliki institusi formal untuk melakukan hal ini." (dn/io) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon