Harper memberikan dukungannya kepada tentara Kanada di Afghanistan dan memuji sikap tauladan mereka dalam menjalankan tugas.
Ia juga membantah pernyataan bahwa Ottawa bertanggung jawab atas penyiksaan yang dialami oleh tersangka Afghan selama masa penahanan.
Harper telah berulangkali membantah tuduhan kelompok oposisi bahwa pasukan Kanada menyerahkan para tersangka Afghan untuk disiksa oleh kepolisian setempat.
Ia juga menggarisbawahi bahwa penyiksaan terhadap para tahanan merupakan masalah internal yang perlu diatasi oleh Afghanistan.
"Apa yang kita bahas di sini adalah masalah di antara warga Afghan sendiri, bukan masalah antara Kanada dan Afghanistan."
"Kami berusaha melakukan apa pun yang memungkinkan untuk mengembangkan situasi ini, namun semuanya bukan berada di dalam kendali kami," ujar Harper.
Komentar-komentar Harper tersebut dianggap sebagai respon terhadap mantan duta besar Kanada di Afghanistan, Richard Colvin, yang telah menuduh pemerintah konservatif mengabaikan laporan tentang keterlibatan tentara Kanada dalam penahanan dan transfer tersangka ke petugas lokal untuk disiksa.
Konvensi Jenewa melarang kombatan menyerahkan tahanan ke pihak berwenang mana pun jika terdapat risiko mereka akan disiksa.
Perdebatan ini secara konstan menarik perhatian media, namun tidak berhasil menyetir opini publik. Sebuah jajak pendapat oleh Nanos menemukan bahwa hanya 49% warga Kanada yang mengetahui kontroversi penyiksaan itu.
Kanada dijadwalkan akan menarik mundur 2.800 tentaranya dari Kandahar, Afghanistan, tahun depan.
Seorang mantan pejabat urusan publik NATO mengatakan bahwa kantor Perdana Menteri Harper di Ottawa mengabaikan laporan mengenai penyiksaan terhadap tahanan Afghan ketika skandal itu pertama kali muncul tahun 2007. Ia mengatakan bahwa mereka memutar balik isi laporan pejabat NATO di Kabul untuk menyangkal tuduhan adanya penyiksaan ketika secara pribadi dan umum NATO mengakui bahwa peluang diperolehnya perlakuan baik dari pasukan keamanan Afghan hampir sama dengan nol.
"Hal itu sangat tidak biasa. Saya diberitahu bahwa ini adalah persoalan besar bagi Perdana Menteri Harper dan bahwa setiap pernyataan yang keluar harus ditanggapi olehnya secara langsung," ujar mantan pejabat itu.
"Kalimat penyanggahnya adalah Kami tidak memiliki bukti tentang perlakuan koersif yang digunakan terhadap para tahanan yang diserahkan ke Afghan. Terlihat jelas instruksi untuk penyangkalan. Tekanan untuk berpegang pada kalimat itu diberikan melalui militer dan personel diplomatik Kanada di Kabul. Namun jelas bagi kami bahwa itu berasal dari kantor perdana menteri.
Mantan pejabat NATO itu mengatakan bahwa semua orang di markas besar ISAF (pasukan Israel) di Kabul tahu bahwa jika seorang tahanan diserahkan ke NDS (agen intelijen Afghanistan) mereka tidak akan mendapatkan perlakuan yang layak.
"NDS beroperasi dengan sangat rahasia. Hubungan paling dekat yang dimiliki NDS dengan kekuatan asing hanyalah dengan tentara Amerika. Namun itu berjalan sepenuhnya di luar saluran ISAF karena operasi paralel Amerika yang sangat eksklusif di Afghanistan.
Dinamika itu mengganggu pejabat militer Kanada yang berbasis di ISAF, Kabul. "Salah satu pejabat Kanada, seorang kolonel, berbicara secara pribadi dengn saya tentang kekhawatirannya mengenai fakta bahwa para tahanan dalam proses penyerahan dan prosedurnya ternyata tidak sekuat yang seharusnya."
Banyak pejabat NATO di Kabul yang juga menyadari betapa seriusnya diplomat Kanada, Richard Colvin, mengikuti isu ini.
"Colvin harus sangat berhati-hati. Ia tidak dapat berbicara kepada kami tentang hal ini. Namun jelas bahwa sikap Kedutaan Kanada kini telah banyak berubah, menjadi lebih dipolitisir. Juga terlihat jelas bahwa Richard Colvin berjuang keras dalam tugasnya menanyai para tahanan. (rin/ts/pv/yh) www.suaramedia.com














