Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

"Petasan" Al-Qaeda Kacaukan Liburan Obama

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Seorang pria gagal memicu ledakan di atas sebuah pesawat penumpang AS. Pihak berwenang AS menyebut insiden itu sebagai sebuah upaya aksi terorisme.

Media AS awalnya melaporkan bahwa tersangka memiliki hubungan dengan Al Qaeda setelah Delta dengan nomer penerbangan 253 dari Nigeria mendarat di Detroit, melalui Amsterdam, pada hari Jumat.

Tersangka diidentifikasi bernama Abdul Mudallad, warga Nigeria berusia 23 tahun.

"Ia terlihat seperti memiliki sejenis bom yang ia coba ledakkan," ujar salah satu petugas.

Presiden AS, Barack Obama, yang saat itu sedang berlibur di Hawaii, secara aktif memonitor situasi, ujar juru bicara Gedung Putih.

"Presiden diberitahu tentang insiden ini pagi ini antara pukul 9 pagi hingga 9.3 0 pagi waktu Hawaii oleh ajudan militer presiden," ujar Bill Burton.

Setelah Obama mengetahui insiden itu, ia langsung menggelar telepon konferensi dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Penasihat Kontraterorisme John Brennan, dan ketua staf Dewan Keamanan Nasional Denis McDonough.

"Ia meminta diatur sebuah panggilan telepon yang aman dan menginstruksikan bahwa semua prosedur yang seharusnya dilaksanakan untuk meningkatkan keamanan perjalanan udara," ujar Gedung Putih.

Pihak yang berwenang awalnya mengira tersangka menyalakan petasan yang melukai dua penumpang lainnya.

Seorang juru bicara untuk induk perusahaan Northwest, Delta, mengatakan bahwa pria itu berusaha mengungkapkan apa yang tampak seperti petasan itu.

"Seorang penumpang menimbulkan ganguan di atas pesawat dengan menyalakan petasan," ujar Susan Elliot.

"Penumpang itu segera ditahan dan Delta bekerjasama dengan pihak yang berwenang dalam investigasinya," tambah Elliot.

Penerbangan 253 baru akan mencapai bandara dalam 2 0 menit ketia para penumpang mendengar suara letusan, ujar para saksi mata. Setidaknya satu penumpang melompati kursi-kursi penumpang lain dan menyergap Mudallad. Syed Jafri, penumpang lain, mengatakan bahwa ia melihat pancaran cahaya dan mencium bau asap. "Kemudian, seorang pria muda di belakang saya melompat ke arahnya (Mudallad)," ujarnya.

Pesawat tersebut mengangkut 128 penumpang dan berhasil mendarat dengan selamat. Insiden itu terungkap sekitar tengah hari waktu setempat.

Peter King, anggota senior Komite Keamanan Dalam Negeri di Kongres, mengatakan bahwa Mudallad memulai perjalanannya di Nigeria dan bahwa namanya muncul dalam data intelijen AS. Petugas di Belanda mengatakan bahwa Mudallad tiba di bandara Schiphol, Amsterdam, dengan pesawat penghubung.

Bandara Schiphol, salah satu bandara tersibuk di Eropa dengan melimpahnya jumlah penumpang transit dari Afrika dan Asia ke Amerika Utara, sangat menegakkan regulasi keamanan Eropa termasuk hanya mengijinkan sedikit dari isi tas tangan yang kemudian harus dimasukkan ke dalam plastik tembus pandang.

Petugas federal mengatakan bahwa akan ada peningkatan keamanan untuk penerbangan domestik maupun internasional di bandara-bandara seluruh negeri, namun tingkat pengintensifannya akan dilakukan secara bertahap, berbeda di tiap lokasi tergantung pada bahaya yang dihadapi, keamanannya, dan faktor-faktor lain.

Penumpang akan dihadapkan pada peningkatan screening, panambahan jumlah anjing pelacak, unit-unit petugas, dan spesialis pendeteksi perilaku di beberapa bandara. (rin/vn/yh/aj) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon