Sikap tidak konsisten – atau kemunafikan – tersebut, membuat kesal para politisi Demokrat, yang tetap bersikeras bahwa pengeluaran dalam program tunjangan kesehatan mereka akan mampu tertutupi dengan pajak yang lebih tinggi, ditambah dengan pemotongan anggaran belanja dan dukungan dari lembaga pengawas anggaran Kongres AS.
Sebaliknya, ketika partai oposisi tersebut menguasai Dewan, Senat dan Gedung Putih pada tahun 2003 lalu, mereka melawan pendapat partai Demokrat dan memutuskan untuk menambahkan tunjangan obat-obatan dalam Medicare.
Program tersebut akan menghabiskan dana sebesar setengah triliun dolar dalam kurun waktu 10 tahun.
"Enam tahun yang lalu, sudah merupakan praktik standar untuk tidak membayar beberapa hal," kata Senator Orrin Hatch, politisi Republikan dari Utah.
Senator George Voinovich, perwakilan Partai Republik dari Ohio, mengatakan bahwa orang-orang yang memandang para politisi partainya munafik mungkin saja mengemukakan isu tersebut. Namun dia membela keputusan yang diambil pada tahun 2003 tersebut dan mengatakan bahwa keadaan ekonomi saat ini jauh lebih parah, dan masyarakat AS merasa lebih cemas.
Senator Olympia Snowe, perwakilan Partai Republik dari Maine, mengatakan, "Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang menjadi isi program ini, yang telah diloloskan dalam pengambilan suara Senat. Rancangan undang-undang Senat tersebut masih harus disesuaikan dengan versi undang-undang Dewan."
Sejumlah tokoh dari kalangan konservatif tampaknya merasa gerah mendengar penjelasan tersebut.
"Sejauh yang saya tahu, para politisi Republikan yang memberikan suaranya untuk mendukung Medicare, tidak punya hak untuk mengkritik apapun yang telah dilakukan Partai Demokrat yang dipandang menambah hutang negara," kata Bruce Bartlett, seorang tokoh yang menjadi pejabat dalam masa pemerintahan Ronald Reagan dan George H.W. Bush. Dia melontarkan komentar tersebut dalam sebuah artikel Forbes yang berjudul Kemunafikan Defisit Republikan.
Bartlett mengatakan bahwa pengembangan program Medicare pada tahun 2003 merupakan sebuah "hadiah" yang menyedot dana lebih besar jika dibandingkan dengan rancangan undang-undang Senat atau Dewan pada tahun ini.
Inisiatif kebijakan tunjangan kesehatan yang didengungkan oleh Presiden Barack Obama seakan mengulang sejarah. Namun sejarah yang dimaksudkan bukanlah upaya gagal dari Presiden Bill Clinton pada tahun 1993 silam. Saat ini, rencana Obama yang menuai masalah terlihat serupa dengan upaya pendahulunya, Presiden George W. Bush, yang gagal dengan Jaminan Keamanan Sosial.
Kedua peristiwa tersebut memang sangat mirip. Seorang presiden menyampaikan rancangan programnya untuk prioritas legislatifnya yang utama dan menyerahkan rincian undang-undang tersebut kepada rekan-rekannya di Kongres. Pihak oposisi menyerang kebijakan tersebut, mengatakan bahwa langkah itu merupakan sebuah serangan terhadap kaum manula Amerika.
Pada tahun 2005, partai Demokrat menyebut pengajuan investasi pensiun sebagai sebuah langkah untuk melakukan privatisasi Jaminan Keamanan Sosial. Perlindungan yang digalang oleh partai Republik ambruk dan rencana Bush pun turut jatuh. (dn/nj) www.suaramedia.com
- "Kecerobohan" 700 Apartemen Yahudi Perkeruh Timur Tengah
- Dokumen Palsu Ciptaan Israel - Inggris Tipu Media AS
- "AS - Kolombia Palsukan Kamp Gerilyawan Di Venezuela"
- "AS Tak Mungkin Terapkan Nilai Asing Di Afghanistan"
- Kobarkan Nasionalisme, Hugo Chavez Haramkan Hadiah Natal














