Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

"AS Tak Mungkin Terapkan Nilai Asing Di Afghanistan"

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Pengalaman Uni Soviet dan AS di Afghanistan menunjukkan bahwa segala macam upaya untuk menerapkan nilai-nilai asing terhadap populasi lokal akan berujung pada kegagalan, hal itu diyakini oleh anggota kongres Republikan AS, Dana Rohrabacher.

"Di sana, yang ada hanyalah budaya suku, dan kita harus turun, bekerjasa bersama mereka pada tingkatan tersebut, bukannya memaksa mereka," katanya kepada RT.

"Jika ada pihak asing yang memaksa mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan, hal itu akan memberikan kekuatan pada mereka, yang membuat mereka mampu mengalahkan pasukan asing manapun yang memaksa mereka. Tidak peduli apakah pasukan asing itu pasukan Rusia, Inggris, pasukan Aleksander Agung atau AS, mereka adalah orang-orang pemberani."

"Uni Soviet menemui kegagalan dalam mengorganisir pemerintahan yang berbasis di Kabul, katanya. Sekarang, AS tengah berupaya untuk mengorganisir pasukan sentral, dan hal itu juga tidak akan berhasil."

"Rakyat setempat memerlukan kehadiran sebuah pemerintahan yang benar-benar dekat dengan mereka, demokrasi sesungguhnya yang menggunakan sistem dari bawah ke atas, bukan sebaliknya," pungkas Rohrabacher.

Sementara itu, dengan kematian seorang prajurit AS pada hari Sabtu lalu, angka kematian militer AS di Afghanistan pada tahun 2009 telah meningkat  dan berlipat ganda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut terungkap dalam data statistik yang dilansir oleh sebuah situs web independen pada hari Senin (28/12).

Seorang anggota pasukan AS tewas dalam sebuah ledakan di sebelah selatan Afghanistan pada hari Sabtu, demikian bunyi pernyataan pers yang dirilis pasukan keamanan internasional NATO (ISAF) pada hari Minggu.

Tambahan satu orang tersebut menjadikan angka kematian prajurit AS di Afghanistan pada tahun ini mencapai 310 orang, sementara dalam periode yang sama pada tahun sebelumnya, 155 orang prajurit AS yang tewas di Afghanistan., data tersebut dikeluarkan oleh iCasualties.org, yang menghimpun informasi mengenai kematian militer di Afghanistan dan Irak.

Kematian pasukan asing di Afghanistan juga memperlihatkan peningkatan tajam, dari 295 orang pada tahun 2008 menjadi 506 orang pada tahun ini, meningkat lebih dari 70 persen.

Inggris, yang menyumbangkan pasukan terbanyak kedua di Afghanistan, mendapati bahwa kematian pasukannya mencapai 106 orang, meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada tahun 2008, tercatat 51 orang prajurit yang tewas.

Sejauh ini, sudah ada 940 orang prajurit AS yang terbunuh di perang Afghanistan, sementara jumlah total komatian pasukan koalisi mencapai 1.553 orang.

Di situs internetnya, Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa hingga tanggal 24 Desember 2009, ada 859 orang anggota pasukan militer AS yang tewas di dalam dan di sekitar Afghanistan, sementara di seluruh dunia, angkanya mencapai 933 orang, hal itu terjadi menyusul invasi Afghanistan yang dipimpin oleh AS pada akhir 2001 lalu.

Tahun 2009 terbukti menjadi tahun paling mematikan bagi pasukan AS dan para sekutunya di medan tempur Afghanistan.

Dengan gelombang pasukan baru yang diperintahkan oleh Presiden AS Barack Obama pada awal tahun ini, pasukan AS telah meningkatkan kekuatan tempur untuk memerangi Taliban dengan cara melancarkan serangan besar-besaran terhadap markas Taliban di jantung provinsi Helmand dan Kandahar. (dn/rt/mw) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon