Dalam sebuah pidato di pangkalan militer Fort Mara, sebelah selatan kota Maracaibo, yang disiarkan di televisi, Chavez mengemukakan kemungkinan adanya inisiatif Kolombia dengan dukungan AS, untuk memindahkan mayat-mayat para pemberontak Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) di wilayah Venezuela. Tujuannya tidak lain untuk mendiskreditkan pemerintahan Chavez.
"Kolombia mungkin telah mengirimkan mayat-mayat pemberontak kiri FARC ke sebuah gunung yang masuk wilayah negara Venezuela, membangun sejumlah perkemahan, meletakkan beberapa senapan di sana, dan jadilah sebuah kamp gerilyawan di wilayah Venezuela," demikian kata Chavez sebagaimana dikutip oleh Associated Press.
"Kami memiliki bukti bahwa pemerintah Kolombia memberikan instruksi dan mendukung, atau mungkin diarahkan oleh AS, untuk mempersiapkan tuduhan palsu," kata Chavez.
"Perang verbal terhadap Venezuela sudah dimulai sejak pekan lalu. Mereka mengatakan bahwa kami telah menyembunyikan pimpinan gerilyawan di sini. Mereka mengatakan bahwa di Venezuela ada kamp-kamp pemberontak yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah Venezuela, sebuah tudingan yang keliru," kata presiden Venezuela tersebut kepada para prajurit yang disiagakan di dekat kota terbesar kedua di negara tersebut.
Para pejabat Kolombia mengatakan bahwa para komandan dari gerakan gerilyawan sayap kiri bersembunyi dan mendapatkan perlindungan dari Venezuela. Chavez mengatakan bahwa Kolombia berusaha merusak citra dirinya melalui tuduhan bahwa dirinya bersekongkol dengan FARC, kelompok pemberontak yang telah diperangi Kolombia selama berpuluh-puluh tahun.
Tahun lalu, pasukan Kolombia menyerang kamp FARC di dalam wilayah Ekuador, menewaskan 25 orang, termasuk seorang komandan FARC. Serangan tersebut memicu ketegangan tajam antara Ekuador dan Venezuela.
Tudingan Chavez tersebut merupakan yang terbaru dalam konflik diplomatik dengan Kolombia yang telah mengakibatkan arus perdagangan tahun ini mengalami penurunan tajam dan membuat pemimpin Venezuela tersebut memperingatkan akan adanya kemungkinan konflik bersenjata.
Chavez sebelumnya menuding pemerintahan Presiden Kolombia, Alvaro Uribe, telah membiarkan AS untuk melebarkan sayap militernya di pangkalan-pangkalan Kolombia untuk mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Venezuela.
Baik AS maupun Kolombia mengatakan bahwa kehadiran pasukan AS hanya bertujuan tunggal, yakni untuk membantu Kolombia dalam memerangi peredaran obat-obatan terlarang dan kelompok pemberontak dalam negeri. Keduanya menyangkal adanya tuduhan rencana invasi terhadap Venezuela. Para lawan politik Chavez balik menuduh presiden sosialis tersebut telah mempergunakan sebuah isu ancaman invasi untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari berbagai permasalahan dalam negeri.
Chavez berbicara di hadapan para prajurit di Fort Mara, dimana ia mengatakan bahwa ada sekelompok prajurit yang melihat sebuah pesawat mata-mata tanpa awak.
Kolombia membantah bahwa pihaknya telah melakukan kegiatan mata-mata terhadap negara tetangganya, Venezuela, dengan mempergunakan pesawat mata-mata tanpa awak yang dibuat dengan mempergunakan teknologi AS.
Namun, menteri pertahanan Kolombia mengatakan bahwa negaranya sama sekali tidak memiliki akses terhadap pesawat mata-mata tanpa awak. Menteri Kolombia tersebut justru melontarkan gurauan dan mengatakan bahwa Venezuela salah mengira kereta luncur Santa Claus sebagai sebuah pesawat mata-mata.
Menteri Pertahanan Kolombia, Gabriel Silva, dan komandan pasukan bersenjata Kolombia, Freddy Padilla, pada hari Senin mengatakan kepada para wartawan bahwa pasukan Kolombia tidak dapat menerbangkan pesawat mata-mata seperti yang dituduhkan Chavez.
"Kolombia tidak mempunyai kemampuan seperti itu," kata Silva. "Mungkin, para prajurit Venezuela salah lihat, mungkin yang mereka lihat bukan pesawat mata-mata, tetapi kereta luncur Santa Claus."
Padilla mengatakan bahwa Kolombia hanya memiliki pesawat pengintai berukuran kecil, itupun dipergunakan untuk mengawasi jaringan pipa dan instalasi lainnya agar tidak disabotase oleh kelompok pemberontak. (dn/pv/ms) www.suaramedia.com














