Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Dokumen Palsu Ciptaan Israel - Inggris Tipu Media AS

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Sumber-sumber intelijen AS mengkonfirmasikan bahwa dokumen mengenai program nuklir Iran adalah sebuah dokumen palsu, demikian diungkapkan oleh sebuah surat kabar Inggris.

Menurut seorang mantan pejabat CIA, agen intelijen AS telah menemukan bahwa dokumen tersebut, yang dipublikasikan oleh Times of London pada tanggal 14 Desember lalu, telah dipalsukan oleh Israel atau Inggris, demikian dilaporkan oleh Inter Press Service (IPS) pada hari Senin.

Laporan berita yang dimuat IPS tersebut ditulis oleh wartawan investigasi ternama, Gareth Porter.

Philip Giraldi, mantan staf anti terorisme CIA dari tahun 1976 hingga 1992, mengutip ucapan sumber-sumber intelijen yang mengatakan bahwa AS tidak ada hubungannya dengan pemalsuan dokumen tersebut, demikian dilansir oleh IPS.

Akan tetapi, dia menambahkan bahwa sumber-sumber intelijen AS utamanya mencurigai Israel sebagai pihak yang berada di belakang pemalsuan tersebut, meski mereka juga tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Inggris juga turut terlibat dalam pemalsuan tersebut.

Dalam artikel The Times, disebutkan bahwa Iran secara diam-diam telah melakukan eksperimen untuk menguji komponen kunci bom nuklir yang disebut "inisiator neutron".

Sesaat setelah artikel tersebut dipublikasikan, juru bicara kementerian luar negeri Iran, Ramin Mehman-Parast membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah tuduhan yang tidak berdasar.

Artikel The Times tidak mengidentifikasikan sumber dari dokumen yang diperoleh, namun mengutip ucapan dari "sumber intelijen Asia", yang mengklaim bahwa pemerintah negaranya yakin Teheran telah mengerjakan pembuatan inisiator neutron sejak tahun 2007.

"Seorang sumber intelijen Asia" adalah sebuah istilah yang dipergunakan oleh sejumlah media untuk menunjuk para agen intelijen Israel.

Cerita The Times tersebut dipublikasikan sesaat sebelum para politisi AS dan sekutu Eropanya melancarkan serangkaian serangan verbal terhadap Iran, mengancam bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi yang lebih keras, ditambah dengan kemungkinan serangan militer dari Israel.

Porter menuliskan bahwa media-media AS menciptakan kesan bahwa para analis intelijen betul betul yakin terhadap keaslian dokumen tersebut. Padahal sudah diberitakan secara luas bahwa mereka sudah mendalami isu tersebut selama satu tahun.

Meski sumber intelijen Giraldi tidak mengungkapkan seluruh alasan yang membuat para analis menyimpulkan bahwa dokumen tersebut telah dipalsukan, mereka menyebutkan bahwa sumber asal dokumen tersebut memang mencurigakan.

"Jaringan (media) Rupert Murdoch telah dipergunakan secara besar-besaran untuk mempublikasikan data intelijen palsu dari Israel dan terkadang dari pemerintah Inggris," kata Giraldi.

Selain The Times, gurita media Murdoch termasuk media-media bernama besar seperti Sunday Times, Fox News dan New York Post, kesemuanya dikenal sering memberitakan hal-hal yang cenderung pro-Israel.

Porter menambahkan bahwa selain sember berita yang meragukan, dokumen setebal dua halaman tersebut juga mengindikasikan kepalsuan dalam beberapa hal.

Misalnya, potret dokumen asli dalam bahasa Farsi, yang juga dipublikasikan oleh The Times, tidak menunjukkan tanda-tanda kerahasiaan, meski secara nalar, subjek dalam dokumen tersebut seharusnya masuk dalam kategori amat rahasia.

Lebih lanjut lagi, dokumen tersebut tidak menyertakan informasi mengenai pihak yang mengeluarkan dokumen atau pihak yang menerima. Hanya disebutkan secara samar-samar mengenai "Pusat", "Institut", "Komite" dan "kelompok neutron".

Ambiguitas tersebut bertentangan dengan rencana kongkrit yang dipaparkan, yang menyertakan instruksi dedtil mengenai perekrutan delapan orang untuk mengemban tugas-tugas yang berbeda dalam kerangka waktu empat tahun.

Tidak adanya tanggal pasti dokumen tersebut bertentangan dengan informasi di dalamnya, yang dipaparkan dengan begitu terperinci. Times hanya menyebutkan batas waktu tahun 2007 yang diucapkan oleh sumber-sumber asing tanpa nama.

Motif jelas untuk menyebutkan awal tahun 2007 adalah untuk menenangkan pemerintah Israel dengan mendiskreditkan perkiraan komunitas intelijen AS pada bulan November 2007, yang menyimpulkan bahwa Iran tidak mengembangkan bom nuklir.

Bukan pertama kalinya Giraldi mendapatkan informasi dari sumber intelijen mengenai pemalsuan dokumen. Giraldi adalah orang yang mengidentifikasi dua pemalsuan dokumen paling terkenal dalam sejarah AS.

Pada tahun 2005, Giraldi mengidentifikasi Michael Ledeen, mantan konsultan sayap kanan Pentagon, sebagai orang yang menulis surat palsu yang berisi tudingan bahwa Irak berupaya membeli uranium dari Niger.

Surat tersebut membuat pemerintah George W. Bush dengan leluasa mengklaim bahwa Saddam Hussein memiliki program nuklir aktif, sebuah tuduhan yang terbukti salah besar.

Giraldi juga mngidentifikasi Douglas Feith, pejabat yang bekerja untuk asisten menteri pertahanan yang menangani masalah kebijakan, sebagai orang yang menulis surat palsu, yang seolah-olah ditulis oleh ajudan intelijen Saddam, mengenai operasi pengaturan pengiriman muatan rahasia dari Niger. (dn/pv) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon