Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Obama: Keamanan Udara AS Telah Gagal!

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Sebuah "kegagalan sistemik" intelijen dan keamanan AS telah memperlancar terjadinya serangan bom terhadap dunia penerbangan AS, demikian disampaikan oleh Presiden AS Barack Obama.

Sembari menuntut adanya tindakan cepat untuk menyelesaikan masalah yang ada, Obama mengatakan bahwa kegagalan tersebut telah memungkinkan seorang pria Nigeria yang membawa bahan peledak menaiki maskapai Nortwest Airlines, Detroit. Obama menyebut hal itu sebagai sebuah "pelanggaran keamanan yang merupakan bencana besar".

Berbicara di Hawaii pada hari Selasa waktu setempat (Rabu 30/12 WIB), Obama mengatakan bahwa kesalahan telah terjadi dalam proses pengumpulan dan pembagian data intelijen dalam sistem keamanan dalam negeri yang mungkin dapat mencegah terjadinya serangan tersebut.

"Kita harus belajar dari peristiwa ini dan bertindak secepat mungkin untuk memperbaiki cacat dalam sistem (keamanan) kita, karena keamanan dan nyawa orang-orang yang menjadi taruhannya."

Obama telah memerintahkan dua tinjauan ulang yang dimulai pada hari Minggu waktu setempat, untuk memeriksa kembali prosedur keamanan bandara serta sistem pengawasan AS.

 

Selain itu, peralatan pemindai bandara tidak mampu mendeteksi bahan peledak yang dibawa warga Nigeria tersebut di atas pesawat Northwest Airlines yang mengangkut penumpang yang jumlahnya mendekati 300 orang.

"Ketika pemerintahan kita memiliki informasi mengenai seorang ekstrimis, dan informasi tersebut tidak dibagikan dan ditindak seperti yang seharusnya dilakukan, maka akan terjadi kegagalan sistem, dan bagi saya hal itu tidak dapat diterima," kata Obama.

Komentar Obama tersebut dilontarkan menyusul pernyataan Janet Napolitano, Menteri Dalam Negeri AS, pada akhir pekan lalu, yang menyebutkan bahwa upaya serangan tersebut menunjukkan bahwa sistem keamanan penerbangan AS berfungsi dengan baik.

Napolitano sejak saat itu mengatakan bahwa ucapannya telah dimaknai diluar konteks dan bahwa respon dari sistem keamanan befungsi dengan baik setelah sang tersangka ditangkap.

Umar Farouk Abdulmutallab, 23 tahun, saat ini ditangkap dan ditanyai oleh para penyelidik AS.

Sebuah kelompok yang menyebut diri "Al Qaeda di Jazirah Arab", dalam sebuah pernyataan online mengatakan bahwa pihaknya yang telah merencanakan serangan tersebut.

Menyusul klaim tersebut, Menteri Luar Negeri Yaman meyakini bahwa ada 300 orang anggota Al Qaeda yang  ada di negaranya.

Berbicara kepada BBC, Abu Bakr Al-Qirbi meminta bantuan dari Barat untuk melatih pasukan keamanan Yaman, ia memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut kemungkinan masih ada dalam tahap perencanaan.

"Tentu saja ada sejumlah anggota Al Qaeda di Yaman dan beberapa orang pemimpin mereka. Kami menyadari betul bahaya ini," katanya.

"Mereka mungkin saja merencanakan serangan seperti yang baru terjadi di Detroit," katanya.

Al-Qirbi mengatakan pentingnya peningkatan upaya dari negara-negara lain untuk berbagi data intelijen dengan Yaman, sehingga pihak berwenang dapat mengetahui keberadaan orang-orang yang mencurigakan.

Upaya serangan tersebut juga berpotensi memperumit upaya Obama untuk mengosongkan penjara Teluk Guantanamo, dimana hampir setengah tahanan yang ada di sana berasal dari Yaman. (dn/aj) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon