Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

CIA Bantah Sebabkan Bencana Nasional AS

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Badan intelijen AS, CIA, pada hari Rabu waktu setempat (Kamis 31/12 WIB) menampik tudingan bahwa pihaknya telah gagal dalam menyebarkan informasi penting mengenai Umar Farouk Abdulmutallab, warga negara Nigeria yang ditangkap atas dugaan percobaan peledakan sebuah pesawat umum yang menuju AS pada hari Natal lalu.

Badan intelijen AS tersebut menampik tudingan yang menyebutkan bahwa pihaknya telah memiliki, namun tidak menyebarkan informasi mengenai tersangka asal Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab. Padahal, jika informasi tersebut disampaikan tepat pada waktunya, warga Nigeria tersebut dapat dimasukkan dalam daftar hitam calon penumpang pesawat.

"Kami mulai mempelajari Abdulmutallab pada bulan November lalu, ketika itu ayahnya datang ke kedutaan besar AS di Nigeria dan mencari bantuan untuk menemukan sang putra. Sebelum itu terjadi, kami tidak mengetahui namanya," kata juru bicara CIA, Paul Gimigliano.

"Masih pada bulan November, kami bekerja sama dengan pihak kedutaan untuk memastikan bahwa namanya masuk dalam database pemerintah – termasuk menyebutkan kemungkinan koneksinya dengan para ekstrimis di Yaman," imbuh sang juru bicara.

"Kami juga mengirimkan informasi biografis penting mengenai dia kepada Pusat Antiterorisme Nasional (NCTC)," kata Gimigliano, merujuk pada lembaga pemerintah yang diserahi tugas untuk menyusun dan menggabungkan data intelijen dari berbagai agen rahasia AS.

"Lembaga ini, seperti halnya lembaga pemerintahan lain, memeriksa kembali seluruh data yang dapat mereka akses – bukan hanya data yang kami kumpulkan – untuk menentukan apakah ada hal lain yang dapat dilakukan untuk menghentikan Abdulmutallab," kata Gimigliano.

Abdulmutallab diduga memiliki kaitan dengan gerakan Al Qaeda dalam upaya peledakan pesawat Northwest Airlines penerbangan 253 menuju Detroit dengan cara menyalakan pemicu bahan peledak yang dijahit di pakaian dalamnya.

Menurut pemberitaan yang beredar, ayah Abdulmutallab telah memperingatkan para pejabat AS di Afrika mengenai pandangan-pandangan sang putra, namun informasi tersebut ternyata tidak disebarluaskan kepada seluruh komunitas intelijen AS, nama tersangka asal Nigeria tersebut tidak pernah dimasukkan dalam daftar hitam calon penumpang pesawat.

Meski telah mendapatkan peringatan sebelumnya, sang tersangka justru dapat memperoleh visa menuju AS dan menumpangi pesawat Northwest Airlines yang diberangkatkan dari Amsterdam, Belanda, menuju Detroit, Michigan.

Seorang pejabat intelijen AS mengatakan kepada AFP bahwa dalam proses interogasi CIA dengan ayah Abdulmutallab di Afrika, tidak ada bukti sedikitpun yang dapat mendukung dimasukkannnya nama Abdulmutallab dalam daftar hitam.

"Saya rasa tidak ada secuilpun bukti yang dapat secara otomatis menempatkan nama Abdulmutallab dalam daftar larangan terbang."

Pada hari Selasa waktu setempat, Presiden Barack Obama mencerca kegagalan intelijen dan menuntut pertanggungjawaban mengenai kegagalan sistem AS dalam minggu ini.

Obama juga menyatakan bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh faktor sistemik dan faktor manusia. Obama menyatakan bahwa kegagalan tersebut adalah sebuah bencana yang sama sekali tidak dapat diterima. (dn/af/xh) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon