Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

AS Tingkatkan Dana Perburuan Al-Qaeda Untuk Yaman

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – AS kini sedang meningkatkan bantuan ekonomi dan militernya ke Yaman, seperti yang telah dilakukannya di Afghanistan dan Pakistan, untuk memerangi peningkatan pergerakan Al-Qaeda.

Ancaman itu telah dikedepankan oleh kasus Umar Farouk Abdulmutallab, pemuda Nigeria yang dilaporkan mengaku telah dilatih oleh pembuat bom Al-Qaeda di Yaman untuk misinya meledakkan pesawat AS di atas langit Detroit.

"Hingga titik tertentu dapat kita katakan bahwa insiden pesawat di hari Natal itu telah mendatangkan perhatian publik ke Yaman," ujar seorang pejabat Departemen Luar Negeri senior.

"Namun tentu di dalam pemerintahan ini dan pemerintahan lain di seluruh dunia, kami telah sangat sensitif tentang apa yang terjadi di Yaman," ujarnya.

"Dalam setahun terakhir, telah ada pembaruan fokus terhadap apa yang dapat kami lakukan, bagaimana kami dapat mempercepat proses bantuan."

Di tahun fiskal 2010, bantuan keamanan dan pembangunan untuk Yaman diperkirakan akan naik menjadi 63 juta dolar dari total 40.3 juta dolar di tahun fiskal 2009, ujar Darby Holladay, juru bicara Departemen Luar Negeri.

"Jumlah ini mewakili 56% peningkatan dari tahun fiskal 2009 dan 225% peningkatan dari tahun fiskal 2008," ujarnya.

"Bantuan pembangunan diberikan untuk mengatasi beberapa kondisi yang dieksploitasi oleh para teroris untuk rekrutmen."

Holladay mengatakan bahwa dana tersebut tidak termasuk dana kontraterorisme 1206, yang diprogram tahun ini.

"Belum ada kepastian penggunaan dana ini di tahun 2010. Di tahun 2009, Yaman mendapat bantuan dan peralatan senilai 67 juta dolar melalui dana 1206 untuk mendukung program kontraterorisnya dan pasukan penjaga perbatasannya."

Holladay menambahkan, "AS dan Yaman telah dan akan terus mengintensifkan kerjasama dalam kontraterorisme untuk mengatasi peningkatan ancaman terhadap AQAP (Al Qaeda di Semenanjung Arab)."

Pentagon, melalui dana 1206, telah membantu Yaman sejak tahun 2006 untuk melatih dan melengkapi pasukannya, termasuk memberikan mereka radio, suku cadang helikopter, truk dan perahu patroli, menurut Byan Whitman, juru bicara.

Di tahun 2006, dana itu hanya berjumlah 4.6 juta dolar.

Berdasarkan  tren yang tengah berlangsung, bantuan militer semacam itu tampaknya akan meningkat dalam tahun mendatang.

Kedua negara juga berbagi data intelijen dan AS dicurigai luas telah membantu militer Yaman melakukan serangan udara terhadap target Al Qaeda dalam beberapa minggu terakhir.

Media AS juga telah melaporkan bahwa pasukan khusus AS telah melatih tentara Yaman.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa bantuan Washington untuk upaya kontraterorisme tidak ada hubungannya dengan pertempuran Sanaa melawan pemberontak Huthi.

AS kini sedang menjalankan program yang bertujuan  meningkatkan lapangan kerja, membantu para petani, membangun sekolah-sekolah dan meningkatkan layanan kesehatan bagi rakyat Yaman yang kekurangan layanan semacam itu di wilayah-wilayah terpencil.

"Salah satu alasan Al Qaeda mampu berfungsi di Yaman adalah karena pemerintah belum mengontrol area tersebut, belum memiliki sumber daya dan kemampuan untuk menyediakan layanan," ujarnya.

Pejabat itu mengakui bahwa lebih mudah untuk menyediakan layanan di Afghanistan karena AS dan pasukan lainnya dikirim untuk memastikan keamanan, yang seringkali bukan merupakan kasus di Yaman."

Ia mengatakan bahwa AS kini sedang berkonsultasi dengan sekutu Eropanya dan tetangga Yaman di Teluk Arab tentang cara untuk memobilisasi bantuan namun menambahkan bahwa Yaman perlu mengambil langkan untuk memastikan uang itu digunakan dengan benar. (rin/me) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon