Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Permainan Tunjuk Jari Cheney Panaskan Gedung Putih

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Gedung Putih membalas kritikan yang dilontarkan oleh mantan Wakil Presiden Dick Cheney yang bersikeras bahwa Presiden Barack Obama telah membuat Amerika berkurang keamanannya.

Direktur komunikasi Gedung Putih Dan Pfeiffer mengatakan pada hari Rabu bahwa mantan Republikan itu ikut ambil bagian dalam "permainan lama menyalahkan Washington" saat menepis keraguan atas aksi Obama menyusul serangan terhadap pesawat tujuan Detroit pada hari Natal.

"Itu menunjukkan bahwa Wakil Presiden Cheney dan yang lainnya tampak lebih fokus untuk mengkritik pemerintah daripada mengecam si penyerang," tulis Pfeiffer di blog resmi Gedung Putih.

"Sayangnya terlalu banyak yang terlibat dalam permainan tunjuk jari khas Washington ini dan menciptakan kekacauan politik, bukannya bekerjasama untuk menemukan solusi yang akan membuat negara kita lebih aman."

Mengkritik reaksi Obama terhadap usaha peledakan pesawat Northwest Airlines 253, Cheney mengatakan bahwa Obama "berusaha berpura-pura bahwa kita tidak sedang dalam suasana perang."

"Ia tampaknya mengira jika ia memberikan respon tenang terhadap sebuah upaya untuk meledakkan sebuah pesawat dan membunuh ratusan orang, maka kita tidak akan berada dalam situasi perang. Ia tampaknya mengira jika ia memberikan kepada para teroris hak-hak sebagai warga negara Amerika, memberikan mereka seorang pengacara, membacakan hak-hak Miranda mereka, maka kita tidak akan berada dalam situasi perang. Ia tampaknya mengira jika kita membawa otak pelaku serangan 11 September ke New York, memberinya pengacara dan persidangan di sebuah pengadilan sipil, maka kita tidak akan berada dalam situasi perang," ujar mantan wakil presiden tersebut, menurut Boston Globe.

"Ia tampaknya mengira jika ia menutup Guantanamo dan membebaskan teroris hasil pelatihan Al Qaeda yang masih ditahan di sana, maka kita tidak akan berada dalam situasi perang," ujar Cheney melanjutkan.

"Ia tampaknya mengira jika ia menyingkirkan kata-kata perang melawan teror, maka kita tidak akan berada dalam situasi perang. Namun kita memang berada dalam situasi perang dan ketika Presiden Obama berpura-pura  tidak, itu membuat kita menjadi tidak aman."

Cheney mengkritik respon awal Obama itu sebagai bukti terbaru bahwa Demokrat tidak secara agresif melindungi negara dari terorisme.

Dalam serangan balasannya, Gedung Putih menuduh pemerintahan Bush - Cheney mengijinkan Al Qaeda berkembang saat mereka mengalihkan perhatian ke Irak, Sebuah cabang Al Qaeda yang berbasis di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas upaya pengeboman itu, mengatakan bahwa itu adalah balasan terhadap serangan yang didukung AS atas tempat persembunyian mereka.

"Tujuh tahun perang gagal mengurangi ancaman dari Al Qaeda dan berhasil memecah belah negara ini," tulis  Dan Pfeiffer dalam situs Gedung Putih. "Dan tampaknya aneh ketika negara kita sedang diserang, para arsitek kebijakan itu malah menyerang presiden."

Meskipun Obama telah menyingkirkan frase perang melawan teror, berargumen bahwa teror adalah sebuah taktik bukan musuh, Pfeiffer menekankan bahwa presiden telah berulangkali mengatakan bangsa Amerika sedang berperang melawan Al Qaeda, bahkan jika ia tidak perlu memperlihatkannya sebagai bukti, seperti yang dilakukan pemerintahan terdahulu.

Bawahan Obama itu juga mengatakan bahwa sistem yang meloloskan calon pengebom diletakkan oleh Bush, dan bahwa Demokrat tidak menyerang Bush di tahun 2001 ketika ia tidak membuat pernyataan publik apa pun hampir satu minggu setelah sebuah upaya pengeboman serupa oleh "pengebom sepatu" Richard Reid.

Republikan kembali ke tema kampanye yang telah mereka terapkan dengan sukses selama puluhan tahun , dan berusaha membangun sebuah kasus melawan Obama bahwa ia lemah dalam hal keamanan nasional. Pemimpin Republikan John Boehner menyalahkan Obama, mengatakan bahwa ia memperlakukan kasus tersebut sebagai persoalan penegakan hukum.

"Kita sedang melakukan perang melawan teror, dan ini adalah aksi teroris," ujar Boehner. "Ancaman yang kita hadapi adalah nyata, dan kita tidak perlu merendahkannya." (rin/bt/pv) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon