Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Obama Puji Tewasnya Agen CIA Di Afghanistan

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Barack Obama mengirimkan surat dukungan kepada CIA setelah tujuh stafnya terbunuh oleh seorang pengebom Afghan, salah satu serangan paling buruk dalam sejarah CIA.

Pesan dukacita presiden AS itu memuji kinerja mereka yang menjadi korban.

Di antara staf yang tewas adalah kepala markas CIA di provinsi Khost, dekat perbatasan Pakistan.

Anggota Taliban dituduh melakukan serangan itu dengan mengenakan rompi peledak dan seragam militer.

Itu adalah serangan yang paling berat terhadap pejabat intelijen AS sejak kedutaan Amerika di Beirut dibom tahun 1993.

Total 90 agen CIA telah diberi penghormatan atas kematian mereka ketika bertugas sejak pembentukannya tahun 1947.

Pengeboman itu memunculkan pertanyaan tentang kemampuan koalisi untuk melindungi dirinya sendiri dari para penyusup, ujar analis.

Mengutip perkataan mantan pejabat CIA, Associated Press mengatakan bahwa kepala markas CIA itu memimpin operasi intelijen di Khost, pusat aktivitas Taliban karena kedekatannya dengan wilayah pedalaman Pakistan yang tak tersentuh hukum.

Seorang pejabat mengatakan bahwa pengebom itu sedang didekati untuk menjadi seorang informan dan tidak digeledah ketika masuk ke Markas Operasi  Lanjutan Chapman.

Memberikan penghormatan kepada korban tewas, Obama mengatakan bahwa mereka yang terbunuh adalah bagian dari barisan panjang patriot yang telah memberikan pengorbanan besar bagi rekan sebangsa mereka, demi kehidupan mereka.

Ia mengatakan bahwa agen-agen CIA telah mengambil risiko besar untuk melindungi negaranya dan bahwa pengorbanan merka itu terkadang tidak diketahui oleh bangsanya, teman-temannya, dan bahkan keluarganya.

Direktur CIA Leon Panetta mengatakan bahwa enam agen lainnya terluka dalam serangan pada hari Rabu itu.

"Mereka yang tewas kemarin berada jauh dari rumah dan dekat dengan musuh, melakukan kerja keras yang harus dilakukan untuk melindungi negara kita," ujarnya.

"Kita berhutang rasa terima kasih kita kepada mereka, dan kita berjanji pada mereka dan keluarganya bahwa kita tidak akan pernah berhenti berjuang untuk sesuatu yang mereka dedikasikan hidupnya – Amerika yang lebih aman."

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan bahwa pengebom Khost itu mengenakan seragam militer ketika ia berhasil membobol keamanan di markas tersebut, memicu sabuk peledaknya di dalam ruang olahraga.

Baik nama-nama agen CIA yang terbunuh maupun detail kinerja mereka tidak dirilis karena sensitivitas operasi AS ini, ujar agensi.

Bendera di markas pusat CIA di Langley, Virginia, dikibarkan setengah tiang untuk menghormati mereka yang tewas.

Markas Operasi  Lanjutan Chapman, yang merupakan bekas markas militer Soviet, tidak hanya digunakan oleh CIA tapi juga oleh tim rekonstruksi provinsi, yang beranggotakan warga sipil dan personel militer.

Pangkalan udara tersebut dilaporkan digunakan untuk serangan pesawat tanpa awak AS di Pakistan.

Dalam serangan terakhirnya, sebuah pesawat tanpa awak AS menembak sebuah mobil yang sedang berjalan di wilayah pedalaman Pakistan, Waziristan utara, menewaskan setidaknya tiga orang. Satu hari sebelumnya, serangan serupa terjadi di wilayah yang sama dan menewaskan tiga orang. (rin/bbc) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon