"Rantai supermarket Perancis-Kolombia itu bersalah karena melanggar hukum Venezuela mengenai kontrol harga dan kini akan dialihkan ke tangan negara," ujar Chavez.
Ia mengatakan bahwa perusahaan lain yang menaikkan harga juga menghadapi risiko nasionalisasi.
Exito adalah satu dari 200 toko yang dituduh menaikkan harga ketika dilakukan devaluasi mata uang di negara itu baru-baru ini.
Rantai supermarket itu telah lolos kontrol pemerintah temporer setelah devaluasi.
Namun kini Presiden Chavez mengambil langkah lebih jauh.
Menuduh kelompok Exito melanggar beberapa hukum Venezuela, Chavez mengatakan bahwa ia telah memerintahkan pengambilalihan rantai supermarket itu.
"Berapa lagi kita akan membiarkan perusahaan-perusahaan transnasional datang ke sini untuk berspekulasi dengan harga-harga kita?" pemimpin Venezuela itu bertanya kepada pemirsa acara televisi mingguannya, Alo Presidente.
Ia meneruskan dengan berkata bahwa denda dan penutupan sementara tidak akan cukup untuk mencegah pelanggaran semacam itu dan bahwa menteri perdagangan Eduardo Saman harus lebih sering mempertimbangkan pengambilalihan sebagai tindakan pencegah.
Sejauh ini belum ada komentar dari Exito mengenai langkah pemerintah itu.
Kebijakan baru Chavez ini datang saat hubungan dagang Venezuela dengan Kolombia tidak terlalu baik menyusul perselisihan atas keputusan Kolombia memberikan akses kepada AS ke tujuh pangkalan militernya, sesuatu yang sangat ditentang oleh Chavez.
Chavez menyatakan bahwa hypermarket Exito di Venezuela dapat menjadi bagian dari sebuah Korporasi Pasar Sosialis yang baru diumumkan yang bertujuan menyediakan semuanya, mulai dari restoran hingga dealer mobil dengan harga-harga yang telah disubsidi.
Almacenes Exito SA memiliki supermarket di Caracas dan beberapa kota lainnya dan bermarkas di Kolombia dengan dikontrol oleh retailer Perancis, Casino Guichard-Perrachon S.A.
"Karena berbagai pelanggaran terhadap hukum Venezuela, rantai Exito kini akan menjadi milik Republik, tidak ada jalan untuk kembali," ujar Chavez.
Caracas mendevaluasi mata uang Bolivar pada awal Januari untuk meningkatkan keuangan pemerintah dan memulihkan perekonomian yang terhempas oleh badai resesi.
Untuk mencegah risiko-risiko lebi jauh dalam tingkat inflasi tinggi negara Amerika Latin ini, Chavez memperingatkan retailer agar tidak menaikkan harga dan memerintahkan pengawasan ketat terhadap distrik perbelanjaan.
Pada bulan Desember tahun lalu, Chavez juga menyerukan diakhirinya kegilaan pola konsumtif yang selalu mewarnai setiap perayaan Natal. Ia menganjurkan untuk menghentikan kebiasaan memberikan bingkisan hadiah kepada anak-anak. Menurut Chavez, pemberian hadiah harus digantikan dengan cerita-cerita heroik mengenai pahlawan kemerdekaan, Simon Bolivar.
"Demi kecintaan kita kepada Tuhan, mari kita bersama-sama menghentikan kebiasaan ini, mari kita mengerem sifat konsumtif, kegilaan kapitalis yang telah membuat kita semua kehilangan nilai-nilai spiritual," kata Chavez.
Chavez menyarankan kepada para penduduknya untuk berhenti memborong mainan. "Sebagai orang tua, kita seolah dipaksa untuk membeli mainan."
Presiden Venezuela tersebut menambahkan bahwa kebiasaan memborong baju baru setiap bulan Desember menjelang malam Natal merupakan sebuah hal yang tidak masuk akal karena penjualan pakaian tidak menguntungkan para pedagang kecil. "Mengapa kita harus membeli pakaian baru setiap bulan Desember? Hal itu justru menguntungkan para pemilik, orang-orang yang sudah kaya, distributor besar yang menindas rakyat kecil." (rin/bbc/pv/sm) www.suaramedia.com














