Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Melacak Ratusan Janji Manis Obama; Hanya 91 Terpenuhi

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Ketika masih berada dalam masa-masa kampanye, Barack Obama mengobral ratusan janji kepada masyarakat. Setelah satu tahun Obama menjalani peran sebagai presiden AS, situs pemenang penghargaan Plitzer, PolitiFact, melacak satu demi satu komitmen Obama tersebut.

Sesaat sebelum Obama menjadi presiden, PolitiFact menyisir kembali dokumen-dokumen kampanye Partai Demokrat, transkrip pidato dan debat untuk mendata janji-janji apa saja yang telah diucapkan oleh Obama. Setelah melakukan penelusuran, PolitiFact menemukan lebih dari 500 buah janji Obama, situs tersebut kemudia menyortir satu demi satu janji Obama tersebut ke dalam database untuk diawasi secara seksama.

Hasilnya? PolitiFact menemukan bahwa sejauh ini baru ada 91 janji yang terpenuhi, 33 janji dikompromikan, 87 tertunda, dan 14 diantaranya dilanggar. Sisa janji-janji Obama yang lain dinyatakan "masih dalam tahap pengerjaan".

Janji Obama nomor 126 dalam daftar PolitiFact, "untuk memulai menarik brigade tempur dari Irak", berada di antara sekian banyak janji yang "masih dalam tahap pengerjaan".

"Ada janji-janji serupa yang diucapkan Obama pada hari pertama setelah diresmikan sebagai presiden, diantaranya dia berjanji akan memanggil para pemimpin militer dan meminta mereka mengakhiri perang Irak, janji yang satu itu telah terpenuhi," kata editor PolitiFact, Bill Adair, kepada Steve Inskeep dari NPR. "Jadi, bisa dikatakan ia menciptakan kemajuan."

Janji nomor 177 dalam daftar PolitiFact adalah janji Obama untuk menutup penjara Teluk Guantanamo dalam tahun pertama kepresidenannya.

Janji tersebut menjadi isu yang melekat pada sang presiden. Obama mendapatkan tentangan politik dalam Kongres dan kesulitan menemukan tempat untuk menampung para tahanan.

"Tetap saja ada kemajuan," kata Adair. "Jadi, kita golongkan saja yang satu itu dalam daftar masih dalam tahap pengerjaan."

Dalam berbagai aspek lain, sang presiden dianggap tidak terlalu berhasil dalam menepati kata-katanya.

Dalam proses menuju pemilihan presiden, Obama seringkali berbicara mengenai pentingnya membersihkan pemerintahan dari pengaruh para tukang lobi. Obama menyerukan adanya peraturan baru untuk mempersulit orang lain keluar masuk kantor pemerintahan dan organisasi-organisasi kepentingan publik.

"Hal ini menjadi tema utama dalam kampanye Obama, yang berarti bahwa para pelobi tidak akan dapat mengganggu pemerintahan Obama," kata Adair. "Namun, di Washington, para tukang lobi tersebut adalah orang-orang yang tahu benar cara kerja tempat-tempat tersebut, ia kemudian menunjuk sejumlah tukang lobi untuk menduduki beberapa posisi kunci dan pada dasarnya menciptakan celah dalam kebijakan pemerintahan untuk para tukang lobi."

Aldair mengatakan bahwa rekam jejak Obama dalam isu transparansi dan pemerintahan terbuka secara umum masih belum terlalu baik dalam tahun pertama pemerintahannya.

Janji Obama untuk menayangkan negosiasi undang-undang tunjangan kesehatan di jaringan televisi kabel C-SPAN (Cable-Satellite Public Affairs Network) juga gagal.

"Dia memasuki kantor presiden dan menemukan (bahwa) kesepakatan C-SPAN tidak dapat ditangani," kata Adair. "Jadi, janji yang satu itu termasuk janji yang dilanggar."

Ada banyak janji-janji Obama dalam hal tunjangan kesehatan yang diberi cap "masih dalam tahap pengerjaan", namun Adair mengatakan bahwa jika sebuah rancangan undang-undang untuk melakukan reformasi tunjangan kesehatan dapat diloloskan, maka akan ada banyak janji presiden yang kemungkinan akan ditepati.

Beberapa buah janji-janji terbesar Obama masih tersendat, seperti misalnya janji-janji Obama untuk komunitas gay. Rasa frustrasi dan ketidaksabaran mulai mendidih pada saat Obama tidak kunjung mampu menepati janji-janjinya untuk mencabut kebijakan "jangan bertanya, jangan katakan" yang melarang orang-orang gay untuk bergabung dalam kemiliteran, dan juga Defense of Marriage Act, sebuah undang-undang nasional yang diloloskan pada tahun 1996 yang menyebutkan bahwa pernikahan merupakan hak eksklusif antara seorang pria dan seorang wanita.

Menurut perkiraan Adair, keputusan untuk tidak memenuhi janji-janji Obama dalam tahun pertama merupakan sebuah hasil hitung-hitungan politik untuk tidak mengambil terlalu banyak proyek kontroversial sekaligus.

Mengenai prediksi tahun kedua pemerintahan Obama, Adair mengatakan bahwa menurutnya, sang presiden juga akan tetap kesulitan untuk memenuhi banyak janji-janjinya yang lain karena kendala anggaran.

"Menurut saya, yang menjadi tema utama dalam upaya untuk memenuhi banyak janji tersebut dalam beberapa bulan ke depan adalah melakukan penyesuaian biaya dari janji-janji tersebut dengan defisit yang dialami oleh pemerintah pusat," kata Adair. "Dan hal itu agaknya akan sangat sulit dilakukan." (dn/np) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon