Pengumuman tersebut, yang telah dijadwalkan selama berminggu-minggu, muncul setelah ada tudingan hacker China membobol jaringan komputer Google pekan lalu. Serangan tersebut, yang juga menarget warga China yang menentang mereka, adalah pokok-pokok penting yang hendak disampaikan Clinton, kata Alec Ross, seorang penasihat senior.
Tumbuhnya peranan internet dalam kebijakan luar negeri AS menjadi semakin kentara tahun lalu, dalam unjuk rasa Iran yang digelar untuk menentang kecurangan pemilihan presiden. Pemerintah berupaya memutus jalur komunikasi internet para pengunjuk rasa, namun para pengunjuk rasa mampu menghindari blokade digital dan mengirimkan video dan pesan Twitter mengenai kekerasan terhadap para pengunjuk rasa.
Dalam sebuah inisiatif baru, Departemen Luar Negeri berencana menawarkan bantuan keuangan untuk gerakan-gerakan akar rumput yang mempromosikan kebebasan penggunaan internet, kata Ross.
"Clinton juga berharap untuk dapat mengurangi pemukulan dan pembunuhan wanita karena penggunaan media sosial di internet, seperti Facebook dan Twitter," tambahnya.
Clinton memandang kebebasan penggunaan internet sebagai sebuah hal yang penting bagi upaya AS untuk mempromosikan demokrasi ke luar negeri, tambah Ross. Sang menteri luar negeri bertujuan untuk mengurangi proporsi populasi dunia, kini berjumlah 30%, yang tinggal di negara-negara yang menyensor internet.
"Ketika kami duduk bersama dengan pemerintah-pemerintah dan berbicara mengenai hal-hal yang penting bagi kami, hal ini muncul ke permukaan," kata Ross.
Sejumlah inisiatif lain akan termasuk pendanaan Departemen Luar Negeri terhadap program-program uji coba untuk mempromosikan berbagai tujuan, seperti misalnya transparansi pemerintahan, kata Ross. Salah satu contohnya adalah menyediakan dana untuk sebuah situs internet yang memungkinkan para warga negara memberikan penilaian terhadap berbagai aspek dari pemerintahan masing-masing, mirip dengan ulasan rumah makan yang dipasang di internet, untuk menyebarkan pengalaman-pengalaman yang pernah terjadi pada mereka, seperti misalnya penyuapan.
Inisiatif tersebut dibuat berdasarkan keputusan ad hoc yang dibuat tahun lalu semasa terjadi protes Iran, seperti keputusan Departemen Luar Negeri untuk meminta Twitter menunda rencana perbaikan pada waktu terjadi protes Iran untuk memastikan bahwa para pengunjuk rasa Iran bisa terus mengirimkan pesan mereka ke dunia luar.
Ada juga kebijakan serupa yang diusulkan kepada PBB, yang memerangi upaya Rusia dan China untuk membatasi akses informasi di internet atas dasar kedaulatan nasional, demikian kata sejumlah sumber yang mengetahui seluk beluk pembicaraan tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, baik Rusia maupun China menandakan kesediaan untuk melakukan negosiasi mengenai keamanan dunia maya. Pada bulan November lalu, sebuah delegasi papan atas Rusia bertemu dengan para pejabat AS dan membahas masalah keamanan dunia maya untuk pertama kalinya. Para pejabat Rusia juga berusaha memadukan para akademisi negaranya dan AS untuk mempelajari sejauh mana hukum perang dan hukum internasional dapat diterapkan di ranah maya.
Bulan lalu, para perwakilan dari sebuah lembaga peneliti yang ada hubungannya dengan dinas keamanan China bertemu dengan para pakar keamanan maya AS untuk meredakan ketegangan terkait dengan tudingan mata-mata yang dilontarkan AS.
Departemen Luar Negeri juga mengorganisir delegasi yang terdiri dari kalangan eksekutif AS untuk berkunjung ke Baghdad dan Mexico City untuk bertukar pikiran mengenai penggunaan teknologi modern dalam membangun kembali pemerintah Irak dan memerangi peredaran obat-obatan terlarang. "Saya belum penah melihat keterlibatan pemerintah hingga sejauh itu dalam mempromosikan penggunaan teknologi di dunia internasional," kata Jack Dorsey, yang turut menjadi pendiri sekaligus direktur Twitter.
"Upaya Clinton dalam mengangkat kebebasan berinternet boleh jadi menandakan pergeseran penting dalam kebijakan luar negeri AS," kata Andrew Rasiej, pendiri Personal Democracy forum, sebuah konferensi tahunan yang membahas masalah teknologi dan kebijakan. "Hal ini menandakan pergeseran penting yang menggerakkan kebijakan luar negeri AS, dari dunia abad 20 menuju realitas abad ke-21," katanya.
Kelompok-kelompok advokasi yang mendukung kaum oposisi Iran menyambut hangat inisiatif AS tersebut. "Langkah itu menjadi sebuah perkembangan yang signifikan," kata Brett Solomon, direktur eksekutif AccessNow.org, sebuah kelompok yang membantu para pengunjuk rasa untuk meloloskan video dan komunikasi dari barikade internet pemerintah Iran. "Hal itu menjadi dasar dari kekuatan teknologi baru dalam menggeser agenda politik." (dn/ws) www.suaramedia.com














