Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

"Pengkhianat" Pentagon Dijatuhi Hukuman

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Seorang mantan pejabat Pentagon dikenai hujuman penjara selama tiga tahun atas tuduhan membocorkan informasi rahasia kepada seorang klien bisnisnya. Klien bisnis itu sendiri mendapat perintah dari pemerintah Republik Rakyat China. Demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS pada hari Rabu (21/01).

Para pejabat dari Departemen Kehakiman AS menyatakan secara tertulis bahwa James Wilbur Fondren Jr., 62 tahun) dikenai tuduhan "konspirasi untuk menyampaikan informasi rahasia kepada seorang agen pemerintahan asing" sejak bulan November 2004 hingga bulan Februari 2008. Fondren adalah pensiunan kolonel Anglatan Udara. Ia mulai bekerja sebagai deputi direktur sipil di sebuah kantor penghubung Washington di bawah Komando pasifik AS pada tahun 200.

Pada bulan September 2008, muncul sebuah tuntutan terhadap Fondren. FBI segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap Fondren. Fondren sendiri sudah tidak berada di kantor sejak pertengahan bulan Februari tahun lalu.  Fondren lantas menyerahkan diri pada para agen federal pada hari Rabu (21/01) pagi.

Agen khusus FBI, Robert Gibbs, memberikan keterangan di bawah sumpah bahwa Fondren mulai memberikan jasa konsultasi swasta dari kediamannya di Virginia sejak bulan Februari 1998. Fondren memiliki klien tunggal yang juga merupakan sahabatnya, Tai Shen Kuo. Kuo berasal dari Taiwan dan menjadi warga negara AS lewat proses naturalisasi. Kuo memiliki  kepentingan bisnis di US dan China. Tiga tahun kemudian, Fondren meninggalkan AS untuk bekerja di kantor penghubung Washington di bawah Komando Pasifik AS, ungkap Gibbs. Di kantor tersebut, Fondren memiliki ijin masuk menuju keamanan tingkat tinggi.

Penyeledikan oleh FBI menunjukkan bahwa meskipun Fondren sedang melaksanakan perkerjaan dari Pentagon, Fondren tetap memberikan konsultasi kepada Kuo. Kuo,  tanpa sepengetahuan Fondren, ternyata dibayar oleh pemerintah China untuk mengumpulkan informasi. Menurut surat keterangan yang dibuat oleh Gibbs, Kuo mengatakan kepada Fondren bahwa ia memberi informasi kepada pemerintah Taiwan.

Fondren mengirimkan email kepada Kuo yang berisi "dokumen-dokumen opini". Dalam dokumen-dokumen itulah Fondren memasukkan informasi Departemen Pertahanan dan informasi-informasi lain. Sebagai imbalan atas jasanya, Fondren menerima pembayaran antara $350 hingga  $800 untuk setiap informasi.

Kuo ditangkap di kediaman Fondren di Virginia pada bulan Februari 2008. Pada saat itu, Kuo memiliki sebuah kopi dari rancangan rahasia, "Stategi Milter Nasional Amerika Serikat 2008". Fondren kemudian mengaku kepada FBI bahwa ia memberi kopi tersebut kepada Kuo.

Pada hari yang sama, seorang pejabat Pentagon yang lain, Gregg William Bergersen, juga ditangkap. Bergersen juga dituduh telah memberi informasi rahasia kepada Kuo. Kesepakatan yang dilakukan antara Kuo dan Bergersen tidak bersangkut-paut dengan kesepakatan Kuo-Fondren. Departemen Kehakiman AS menyatakan dalam press release bahwa Bergersen mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi membocorkan informasi rahasia. Ia dikenai hukuman penjara selama empat tahun sembilan bulan. Kuo mengaku bahwa ia telah mengumpulkan informasi pertahanan nasional dari Bergersen dan menerima hukuman penjara selama 15 tahun delapan bulan.

Selain Kuo dan Bergersen, ditangkap pula seorang warga negara China yang bermukim di New Orleans, Louisiana, yaitu Yu Xin Kang. Kang mengaku bahwa ia telah membantu Kuo menyerahkan informasi kepada pemerintah China. Kang dikenai hukuman penjara selama 18 bulan.

"Spionase adalah kejahatan yang serius, dan FBI akan terus bekerja bersama dengan aparat penegak hukum dan rekan komunitas intelijen guna memastikan bahwa informasi negara kita yang paling sensitif akan terlindungi," kata Arthur Cummings  dari Cabang Kemanan Nasional FBI.

Pada hari Jumat (23/01), Fondren dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun dengan masa percobaan dua tahun.  Fondren memperoleh hukuman yang tidak terlalu berat karena hakim berpendapat bahwa informasi yang diberikan oleh Fondren tidak atau hanya sedikit membahayakan keamanan nasional. Pengacara Fondren pun berpendapat bahwa Fondren tidak tahu bahwa Kuo adalah seorang mata-mata China.

Tentu saja tidak semua orang setuju dengan pendapat yang membela Fondren. Jaksa penuntut berpendapat bahwa "Fondren menyadari Kuo memiliki hubungan dekat dengan seorang pejabat Republik Rakyat China". "Dugaan pelanggaran ini merupakan hal yang menyulitkan – memberikan informasi rahasia kepada agen asing dari Republik Rakyat China adalah ancaman yang nyata dan serius terhadap keamanan nasional kita," kata  Dana Boente, jaksa Distrik Timur Virginia. (es/ed/pv/bbc) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon