Ketika kabar tersebut menyebar di internet, banyak pihak yang berspekulasi bahwa itu hanya kabar bohong dan tidak lebih dari sekedar trik manipulasi digital dan disebar di internet.
Namun Bob Collins yang kebetulan melintas di kawasan Minnesota memastikan bahwa papan iklan itu sungguhan.
"Ketika itu, malam sudah larut. Saya tidak yakin saya memang benar-benar melihatnya ketika saya melewati I-35 (jalan tol Interstate 35 yang melewati Minnesota) Wyoming pekan lalu, dalam perjalanan pulang saya dari Wrenshall. Namun saya menjadi yakin bahwa yang saya lihat memang nyata begitu ada sebuah email yang membenarkan hal itu."
"Gambar itu mulai menyebar di internet, disertai dengan barbagai klaim yang menyebutkan bahwa itu gambar palsu, diedit dengan Photoshop. Tapi sebenarnya bukan, itu foto asli," tambah Bob.
Tidak ada plat kepemilikan pada papan iklan Bush tersebut. Hal ini semakin mempersulit upaya untuk melacak orang yang mendanai pemasangan papan iklan tersebut.
Bob mengatakan bahwa tidak ada klaim kepemilikan pada papan iklan tersebut. Bob kemudian kembali ke lokasi iklan Bush tersebut untuk mencoba menemukan siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan iklan tersebut.
NPR mengatakan bahwa jika dilihat sekilas, iklan tersebut dipasang oleh orang atau kelompok yang tidak suka terhadap kinerja pemerintahan Presiden Barack Obama sejauh ini.
"Kecuali pesan tersebut berasal dari orang yang benar-benar menyukai Bush dan ingin mengingatkan kembali para pemilih AS kepada Bush," kata NPR.
Mary Teske McNamara, general manager Schubert & Hoey Outdoor Advertising, mengatakan bahwa papan iklan Bush tersebut didanai oleh sekelompok pengusaha kecil.
Pendanaan iklan kontroversial tersebut bukan tanpa alasan, para pengusaha tersebut melakukan hal itu karena merasa bahwa pemerintah AS saat ini berseberangan dengan mereka.
"Mereka tidak ingin menyebutkan nama. Mereka merasa bahwa (pemasangan iklan Bush tersebut) merupakan sebuah cara yang menyenangkan dalam menyampaikan pesan mereka.
"Ada banyak orang yang kemudian mengklaim telah melakukan hal itu, yang terbaru adalah seorang pria dari New York. Tapi, yang melakukannya adalah orang setempat."
Untuk mencari jawaban yang pasti, Yahoo! News mencari Mary McNamara, general manager Schubert & Hoey Outdoor Advertising, perusahaan yang memiliki dan menyewakan papan iklan di kawasan tersebut.
McNamara mengatakan bahwa beberapa orang anggota kelompok tersebut justru sebenarnya adalah pendukung Obama. "Beberapa orang dalam kelompok yang mendanai iklan tersebut adalah pendukung Presiden Obama."
McNamara kemudian mengatakan bahwa pesan yang hendak disampaikan kelompok tersebut adalah "Hope and change, where is it?", atau mempertanyakan janji perubahan dari Presiden Obama. McNamara kemudian mengklaim bahwa dirinya belum menerima tanggapan negatif atas pemasangan iklan tersebut, yang sudah terpampang selama sekitar satu bulan. Ia menambahkan bahwa justru ada beberapa orang yang menelepon kantornya dan menawarkan donasi agar iklan tersebut bisa tetap berdiri.
Namun, tidak semua pihak setuju dengan cara pandang McNamara terhadap hal tersebut. Cindy Erickson, ketua Partai Demokrat di Distrik Chisago, yang menjadi lokasi berdirinya iklan tersebut, menduga bahwa orang-orang yang mendanai iklan Bush tersebut adalah orang-orang konservatif (Republikan) yang berpura-pura menjadi pendukung Obama.
"Saya tidak tahu siapa yang melakukannya, tapi dugaan saya mengarah pada orang-orang Tea Party," kata Erickson.
Meski Minnesota sudah sejak lama dikenal sebagai negara bagian yang mendukung Patai Demokrat, namun Chisago menjadi basis kuat Republikan di sekeliling Minneapolis dan Saint Paul. Obama kalah dengan selisih 10% dalam pemilihan di kawasan Chisago.
Erickson kemudian mengatakan bahwa para pendukung Demokrat yang memilih Obama sejauh ini merasa puas dengan kinerja sang presiden. Erickson menambahkan bahwa jika benar iklan tersebut bertujuan untuk menyerang Obama, maka iklan tersebut telah gagal dalam menyampaikan pesannya.
"Saya rasa sebagian besar orang justru telah menginterpretasikan pesan di iklan tersebut dengan cara yang berbeda. Jika Anda merasa saat ini (pemerintahan Obama0 buruk, jangan sampai lupa betapa lebih buruknya (pemerintahan) dulu," kata Erickson. "Itu foto yang dungu."
Namun, Yahoo! News gagal ketika berupaya mengontak para perwakilan George W. Bush untuk meminta komentar mengenai iklan tersebut. (dn/np/mp/yh) www.suaramedia.com
- Serial Kartun MTV Dirudung Masalah Akibat Bendera Meksiko
- Sang Raja Babi Tukang Kritik Perang Irak Akhirnya Meninggal
- Kasus Tahanan Termuda Guantanamo Sulut Perdebatan AS
- Gagal Terapkan Sanksi Iran, AS Mulai Usik Garda Revolusi
- Tak Dapat Mengeja ABC, Balita Di-Waterboarding Tentara AS














