Joshua Tabor (27 tahun) sedang berada di bawah pengaruh minumen keras. Plus, ia sedang tidak enak hati. Tabor dan pacarnya mendorong kepala si balita, menengadahkan wajahnya, dan menempatkan bocah tersebut di bawah bak cuci di dapur dengan air yang mengucur dari keran. Demikian kata kepala polisi Yelm, Todd Stancil.
"Dari apa yang saya ketahui, ini mirip teknik waterboarding," kata Stancil. Waterboarding adalah sebuah teknik interogasi yang populer pada masa pemerintahan George Bush. Teknik interogasi itu kini telah dilarang dalam masa pemerintahan Obama.
"Dan yang lebih parah lagi, bocah itu takut air," kata kepala polisi tersebut.
"Ia tak dapat mengeja a-b-c-nya. Itu yang kami dapatkan. Jadi menurut pria itu (si ayah), itu adalah hukuman yang pantas," kata sang kepala polisi.
Polisi menemukan bocah perempuan tersebut sedang bersembunyi di kamar mandi setelah polisi mendapat laporan dari tetangga sekitar tentang adanya keributan pada tanggal 31 Januari.
"Tersangka sedang mabuk, berjalan mondar-mandir di sekitar daerah itu sambil mengenakan helm kevlar, mengancam akan merusak jendela-jendela di daerah tersebut," papar sang kepala polisi.
"Setelah pacar Pak Tabor mengungkapkan bahwa pria itu menyiksa putrinya yang berusia empat tahun, kami ganti menyelidiki putrinya."
"Kami menemukan bahwa putrinya bersembunyi di kamar mandi. Perhatikan bahwa peristiwa itu terjadi pada pukul 2 pagi. Jadi, ia sedang terjaga dan bersembunyi di kamar mandi karena takut pada ayahnya," kata Stancil.
Stancil mengatakan bahwa bocah perempuan tersebut kini berada di tangan orang tua asuh. Tabor ditahan dan dikenai tuduhan serangan tingkat dua.
Teknik waterboarding merupakan teknik penyiksaaan terlarang yang kerapkali dilakukan para tentara AS maupun agen-agen rahasia selama masa pemerintahan George Bush terhadap para tahanan, terutama tahanan Guantanamo.
Namun setelah pemerintahan jatuh ke tangan Barack Obama tahun 2009 silam, teknik tersebut dianggap ilegal dan berbahaya. Obama juga menuntut diadakannya penyelidikan terhadap penggunaan teknik tersebut di beberapa penjara.
Sebagai hasilnya, beberaga institusi rahasia seperti FBI dan CIA terbukti terlibat dalam penggunaan teknik tersebut.
Pemerintahan Obama membuka pintu mereka lebar-lebar untuk menyelidiki kejahatan Bush selama jabatannya, termasuk para pejabatnya, meski menolak untuk memberikan hukuman kepada CIA yang dianggapnya hanya melaksanakan tugas.
Manfred Nowak, salah seorang reporter PBB di Jenewa, mengatakan Washington juga memiliki wewenang penuh di bawah jaminan PBB dalam menyelidiki Departemen Kehakiman AS yang menuliskan memo untuk melaksanakan penyiksaan, dan melegalkan CIA dalam menggunakan teknik interogasi yang masih dipertanyakan.
"Itulah apa yang saya sebut keruwetan dalam partisipasi, penyiksaan sebagai bagian dari perintah," kata Nowak dalam sebuah konferensi. "Pada saat itu, siapapun pasti tahu bahwa teknik "waterboarding" (menenggelamkan kepala tahanan ke dalam air) merupakan bentuk penyiksaan."
Nowak, yang juga merupakan seorang pakar hukum asal Austria, mengatakan bahwa sudah merupakan tanggung jawab pengadilan AS untuk membuktikan bahwa memo tersebut merupakan perintah penyiksaan.
Nowak dan beberapa pakar lainnya menuturkan, kegagalan melakukan penyelidikan dikarenakan hilangnya beberapa barang bukti. (es/me/sm) www.suaramedia.com
- Teknik Lacak DNA Penjahat Kepolisian AS Menuai Kritikan
- Serial Kartun MTV Dirudung Masalah Akibat Bendera Meksiko
- Sang Raja Babi Tukang Kritik Perang Irak Akhirnya Meninggal
- Kasus Tahanan Termuda Guantanamo Sulut Perdebatan AS
- Gagal Terapkan Sanksi Iran, AS Mulai Usik Garda Revolusi














