Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Tarik Anggota Baru, Pemberontak Kolombia Gelar "Guerilla Idol"

E-mail Cetak PDF

BOGOTA (Berita SuaraMedia) – Bukan cuma Simon Cowell saja yang punya ide untuk mencari pemuda berbakat menyanyi, meluncurkan album rekaman, dan mencuri perhatian publik. Kaum gerilyawan Kolombia juga punya.

Manuel Marulanda, pemimpin Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia - FARC), memiliki ide untuk menggunakan kompetisi sebagai sarana penarik perhatian kaum muda agar bergabung bersama FARC. Ide tersebut muncul pada tahun 2000. Setelah empat dekade lamanya bergerilya di rimba, Marulanda ingin FARC dikenal oleh lebih banyak orang dan dapat merekrut lebih banyak tenaga baru.

Para pemimpin senior lainnya, seperti Mono Jojoy, Marcos Calarcá and Felipe Rincón, ternyata seiya sekata dengan Marulanda. "Kita harus mendapatkan orang yang membuat meringue dan kita harus menawarkannya anggaran yang besar," kata Rincón. Meringue adalah sebuah jenis musik yang sangat populer di Amerika Latin, sama populernya seperti Salsa.

FARC menghabiskan hampir $150,000 untuk mewujudkan proyek tersebut. Para musisi dari Republik Dominika digaet. Rekaman dipoles dan diunggah ke YouTube pada tahun lalu. Judul albumnya adalah "Guerrilla Dance".

Lirik lagu, tentu saja, penuh dengan ideologi pertempuran – "Taca taca taca, pemerintah akan jatuh", "Bawa granat dan senapan", "Musuh ke kiri, musuh ke kanan ". Tidak lupa, disisipkan pula gaya goyang pinggul khas meringue.

"Guerrilla Dance" memang tidak dapat merajai tangga-tangga lagu Kolombia, namun album tersebut berhasil mencuri perhatian.

Tidak seperti Simon Cowell, Marulanda tidak sempat menyaksikan keberhasilan jerih-payahnya di ajang rekaman. Pemimpin gerilyawan yang kepalanya dihargai $5m oleh AS tersebut meninggal akibat serangan jantung pada tahun 2008. Ide bermusik Marulanda terungkap oleh sejumlah email dari FARC baru-baru ini.

FARC memang tidak dikenal sebagai pembuat hit. FARC lebih dikenal sebagai sebuah kelompok gerilyawan Marxis yang sering terlibat dalam pertempuran berdarah.

FARC berdiri pada tahun 1960. Pada awalnya, FARC merupakan sayap militer dari Partai Komunis Kolombia. FARC melakukan gerilya sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan dan kebijakan pemerintah Kolombia. Konsentrasi terbesar FARC adalah di bagian tenggara Kolombia, yaitu di hutan belantara dan dataran di kaki pegunungan Andes.

Untuk mendanai perlawanan terhadap pemerintah, FARC terlibat dalam perdagangan kokain selama dekade 1980-an. FARC sering melakukan penculikan.

Hingga saat ini, FARC adalah kelompok pemberontak terbesar dan tertua di Kolombia. Walau demikian, pemerintah Kolombia di bawah kepemimpinan Presiden Alvaro Uribe berhasil melemahkan mereka. Jumlah anggota FARC menyusut nyaris sepertiga, dari 16.000 orang pada tahun 2001 menjadi 11.000 orang pada tahun 2009.

FARC dinyatakan sebagai sebuah kelompok teroris oleh pemerintah Kolombia, Departemen Dalam Negeri AS, pemerintah Kanada, dan Uni Eropa. Pemerintah negara-negara Amerika Latin yang lain, seperti misalnya Venezuela, tidak bersikap sekeras itu terhadap FARC. Pada bulan Januari 2008, Presiden Venezuela Hugo Chavez secara terbuka menolak melabeli FARC "teroris".

Pada akhir tahun lalu, kelompok ini dan kelompok gerilyawan kuat lainnya, Tentara Pembebasan Nasional (ELN) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengejutkan di mana mereka mengancam untuk bersatu dalam melawan Presiden Alvaro Uribe yang konservatif.

"Kami sedang dalam perjalanan menuju bekerjasama membangun persatuan," kata pernyataan yang ditandatangani oleh FARC dan ELN. Pernyataan itu diterbitkan di situs kantor berita ANNCOL (anncol.eu/) yang sering menjadi yang pertama yang membawa pernyataan pemberontak Kolombia.

"Satu-satunya musuh kami adalah Imperialisme di Amerika Utara dan kacung oligarkis mereka," kata pernyataan itu.

ELN, dibentuk oleh imam-imam Katolik dan terinspirasi oleh gerakan teologi pembebasan tahun 1960-an, telah berulang kali bentrok dengan komunis garis keras FARC.

"Sekarang mereka memiliki kesamaan dalam bahwa mereka telah ditekan oleh Uribe dengan serius," kata Mauricio Romero, seorang analis politik di Universitas Javeriana Bogota.

"Tapi persatuan ini akan lebih banyak simbolis. Kemampuan  komando dan pengendalian mereka telah rusak parah dan bahkan jika mereka bergabung, mereka tidak dapat meningkatkan ancaman terhadap kemajuan keamanan yang telah dibuat Uribe," kata Romero. (es/gd/wp/sm) www.Suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon