Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Julukan Oleh Organisasi Amerika Bikin Chavez Murka

E-mail Cetak PDF

VENEZUELA (Berita SuaraMedia) - Presiden Venezuela, Hugo Chavez, marah besar. Pada hari Kamis malam (25/02), ia bersumpah akan membawa keluar Venezuela dari Organisasi Negara-Negara Amerika (Organisation of American States- OAS). Pasalnya, sebuah komisi yang merupakan cabang dari OAS, yaitu Komisi Inter-Amerika untuk Hak Asasi Manusia (Inter-American Commission on Human Rights) menyebut Chavez sebagai orang yang membahayakan demokrasi dan mengintimidasi pihak-pihak yang menentangnya.

OAS adalalah organisasi yang terdiri dari 34 negara di benua Amerika. Ketigapuluh empat negara tersebut terdiri dari AS, Kanada, dan negara-negara Amerika Latin. Demi menjaga keutuhan organisasi, OAS tak pernah melancarkan kritik tajam terkait kebijakan internal negara anggotanya. Ternyata, OAS menanggalkan sikap sungkan tersebut pada hari Rabu (24/02).

Pada hari tersebut, Komisi Inter-Amerika untuk Hak Asasi Manusia merilis sebuah setebal 319 halaman. Laporan tersebut secara tajam menyorot represi dan intoleransi yang terjadi di Venezuela.

"Komisi melihat bahwa kekuatan punitive negara digunakan untuk mengintimidasi atau menghukum orang-orang sehubungan dengan opini politik mereka," kata laporan tersebut. "Venezuela kekurangan kondisi yang dibutuhkan oleh pembela hak asasi manusia dan jurnalis dalam melaksanakan pekerjaan mereka dengan bebas."

Laporan tersebut menyatakan adanya sebuah "trend yang menyulitkan" terkait dengan pelecehan, kekerasan dan tindak yudisial untuk menyingkirkan dan mengkriminalisasikan pihak pemrotes.

Lebih jauh, laporan tersebut menunjukkan sejumlah kasus dimana terdapat lusinan hakim yang "dikotakkan" atau dipinggirkan akibat mengeluarkan peraturan yang tidak disukai pemerintah. "Kurangnya independensi yudisial adalah salah satu poin terlemah di dalm demokrasi Venezuela," kata laporan tersebut.

Respon Chavez tak kalah tajamnya. Dalam sebuah konferensi pres yang disiarkan oleh televise, Chavez menyebut Komisi Inter-Amerika untuk Hak Asasi Manusia sebagai sebuah badan yang telah terpolitisasi dan menentang revolusi sosialisnya. Komisi itu disebut "mafia". Pemimpin komisi itu disebut "kotoran".

"Kami akan siap untuk membatalkan kesepakatan dimana Venezuela merupakan anggota dari Komisi Inter-Amerika untuk Hak Asasi Manusia yang nista ini, dan kami akan meninggalkannya. Buat apa? Ini tidak berharga, ada mafia di sini."

Chavez menuduh ketua komisi yang berasal dari Argentina, Santiago Canton, sebagai tokoh yang mendukung kudeta yang membuat Chavez terguling pada tahun 2002. "Santiago Canton, kotoran eksekutif, kotoran tulen."

Sebenarnya, laporan tersebut juga menyebutkan hal yang positif tentang Venezuela. Negara Amerika Latin itu dipuji atas kemampuannya mengurangi angka kemiskinan dan angka buta huruf. Venezuela juga telah meningkatkan akses menuju sarana kesehatan. Walau demikian, komisi tersebut beranggapan bahwa prestasi-prestasi tersebut bukanlah alasan bagi Venezuela untuk mengikis hak asasi.

Venzuela tidak mengizinkan Komisi Inter-Amerika untuk Hak Asasi Manusia untuk berkunjung ke Venezuela sejak tahun 2002. Maka, komisi tersebut membuat laporan dengan mengandalkan ratusan wawancara yang dilakukan di basis komisi tersebut, Washington.

Chavez adalah mantan komandan tank yang berhasil memenangkan pemilu dan merebut hati rakyat kecil. Setelah 11 tahun berkuasa, Chavez memproklamasikan diri sebagai seorang Marxis dan berjanji untuk mengakselerasikan revolusi yang ia sebut sebagai "sosialisme abad ke-21".

Dukungan terhadap Chavez menipis setelah Vanezuela dirundung masalah selama berada dalam pemerintahannya – inflasi, kriminalitas disertai kekerasan, minimnya pasokan air, dan minimnya pasokan listrik. Tujuh orang menteri baru-baru ini meninggalkan kursi mereka, baik lewat pengunduran diri maupun lewat pemecatan. Minggu ini, seorang gubernur yang cukup populer, Henri Falcon, mundur dari partai Chavez, partai Sosialis.

Hari Rabu, mahkamah agung Venezuela menganulir terpilihnya walikota dari pihak oposisi, Jorge Barboza. Alasannya, Barboza tidak membayar pajak daerah sebesar $292. Posisi Barboza digantikan oleh seorang pendukung Chavez. (es/gd) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon