Sabtu, 25 Mei 2013

Headlines:

Direktur CIA - Penasihat Bush "Bentrok" Soal Video Penyiksaan

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Mantan Direktur CIA Porter Goss setuju dengan keputusan tahun 2005 untuk menghancurkan rekaman video interogasi yang menunjukkan teknik penyiksaan waterboarding, namun tidak ada yang memberitahu penasihat Gedung Putih Harriet Miers, yang merasa "geram" setelahnya.

Hal itu diketahui dari dokumen-dokumen CIA yang baru dirilis. Dokumen itu menunjukkan bahwa, meski Goss setuju, para pejabat AS langsung khawatir jika mereka melakukan sesuatu yang tidak pantas, menandakan kontroversi yang telah berlanjut selama bertahun-tahun dan tetap berada dalam penyelidikan FBI.

Video-video tersebut berisi rekaman para juru interogasi CIA menggunakan teknik waterboarding, sebuah teknik simulasi penenggelaman, terhadap tahanan terorisme Abu Zubaidah. Dalam rekaman video tersebut, terlihat bahwa para penanya tidak mengikuti prosedur waterboarding yang disetujui pemerintahan Presiden George W. Bush, demikian dituliskan dalam dokumen-dokumen itu.

Jose Rodriguez, agen rahasia CIA, khawatir rekaman tersebut akan "menghancurkan" CIA jika sampai bocor.

Rodriguez memberitahu Goss dan lainnya bahwa dirinya merasa penghancuran rekaman tersebut amat penting, dan jika sampai ada masalah, dia akan menanggungnya, seperti tertulis dalam sebuah email bulan November 2005. Menurut email tersebut, Goss tertawa dan mengatakan bahwa dirinyalah yang akan bertanggung jawab.

Email tersebut kemudian menyatakan: "Bagaimanapun, PG (Porter Goss) setuju dengan keputusan itu."

Tidak diberitahukan pengirim email tersebut, dan masih belum jelas apakah Goss setuju bahwa penghancuran rekaman video merupakan keputusan yang "bijak" atau apakah ia memberikan persetujuan resmi. Goss masih belum mengungkapkan hal itu kepada publik.

Email-email tersebut dirilis pada hari Kamis malam waktu setempat oleh Departemen Kehakiman, perilisan itu dilakukan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi atas permintaan ACLU. Dalam surat-surat elektronik tersebut, tampak bahwa pengacara tertinggi Bush, Miers, dan John Rizzo dari CIA sama-sama merasa marah dengan penghancuran rekaman.

"Rizzo jelas merasa marah karena dia mengambil risiko dengan memberitahu Harriet Miers mengenai status video-video tersebut karena Miers-lah yang meminta diberitahu terlebih dahulu sebelum ada tindakan yang diambil," tulis sebuah email pada bulan November 2005 dari seorang agen CIA yang tidak dapat diidentifikasi. Email itu dikirimkan untuk orang nomor 3 CIA kala itu, Kyle "Dusty" Foggo. "Agaknya, Rizzo menlepon Harriet sore ini dan ia marah."

Email tersebut memprediksikan sesuatu yang benar terjadi. "Rizzo merasa bahwa hal ini tidak akan berlalu bergitu saja."

Beberapa tahun kemudian, jaksa John Durham masih melakukan investigasi mengenai ada tidaknya tindakan kriminal yang dilakukan.

"Dokumen-dokumen tersebut semakin membuktikan bahwa para pejabat senior CIA bersedia menanggung risiko dituntut atau dianggap menghalang-halangi keadilan karena menghilangkan bukti penyiksaan," kata pengacara ACLU, Ben Wizner.

"Jika Departemen Kehakiman tidak mampu menyatakan mereka bersalah, maka upaya mereka dalam menutupi kejahatan telah berhasil," tambahnya.

Juru bicara CIA George Little mengatakan, CIA terus menunjukkan sikap kooperatif dalam investigasi tersebut.

"Kami harap masalah ini bisa segera terselesaikan," kata Little.

Maret lalu, seorang penasihat senior mantan presiden George W. Bush membela penggunaan teknik keras interogasi, yang dikenal oleh banyak orang sebagai penyiksaan, bersikukuh bahwa ia "bangga" dengan metode itu dan telah membantu mereka mencegah sejumlah serangan.

Karl Rove mengatakan kepada kantor berita BBC dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada hari jum'at (12/03) bahwa ia tidak berpendapat waterboarding – metode simulasi penenggelaman – adalah sebuah penyiksaan.

"Saya bangga bahwa kami menjadikan dunia lebih aman daripada sebelumnya dengan menggunakan teknik-teknik ini. Teknik tersebut layak, sesuai dengan persyaratan internasional dan dengan hukum AS," ujarnya.

Ketika ditanya apakah ia menganggap waterboarding merupakan penyiksaan, ia menjawab, "Tidak, itu bukan penyiksaan. Orang-orang perlu membaca memo yang menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh sebelum mereka membuat penilaian tentang hal-hal ini." (dn/ut/sm) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon