Penilaian baru terhadap afiliasi Al Qaeda di Yaman telah membantu mendorong para pejabat senior pemerintahan Obama untuk menyerukan sebuah peningkatan operasi AS di sana, termasuk sebuah usulan untuk menambah pesawat tanpa awak bersenjata CIA dalam serangan militer AS.
"Kami berusaha mendekat ke semua kemampuan yang kami miliki," ujar pejabat senior pemerintahan Obama, yang menggambarkan rencana untuk sebuah peningkatan dalam waktu satu bulan.
Pejabat itu menekankan bahwa analis terus menganggap Al Qaeda dan sekutu-sekutunya di daerah kesukuan Pakistan sebagai musuh yang berbahaya. Dia bersikukuh tidak akan melonggarkan pengejaran mereka terhadap Osama bin Laden dan figur-figur senior lainnya yang diperkirakan sembunyi di Pakistan.
Memang, kata sang pejabat itu karena Al Qaeda telah diserang secara rutin oleh serangan Predator di Pakistan sehingga jaringan di Yaman muncul sebagai ancaman yang lebih kuat. Sebuah serangan CIA menewaskan sekelompok anggota Al Qaeda di Yaman tahun 2002, tapi pejabat itu mengatakan bahwa agensi belum memiliki kemampuan itu di semenanjung selama beberapa tahun.
"Kami melihat Al Qaeda mengalami kemunduran, tidak mampu mengisi peringkat, dan pulih pada kecepatan yang akan membuat mereka diserang," ujar seorang pejabat senior AS yang familiar dengan penilaian CIA.
Namun Al Qaeda di Semenanjung Arab, seperti kelompoknya yang berbasis di Yaman, mengalami kemajuan. "Rasio kekhawatiran relatifnya berubah. Kami sekarang lebih mencemaskan AQAP daripada sebelumnya."
Al Qaeda di Yaman dipandang lebih tangkas dan agresif. Membutuhkan waktu hanya beberapa bulan bagi kelompok itu untuk menggerakkan plot yang berhasil mengantarkan seorang pengebom naik ke pesawat tujuan Detroit pada hari Natal tahun lalu.
Yang lebih penting lagi, pejabat itu mengutip peran Anwar Al Awlaqi, seorang ulama kelahiran Ameirka yang kemampuannya berbahasa Inggris dan ambisi militernya telah membantu mengubah organisasi Yaman.
AS kini sedang meningkatkan bantuan ekonomi dan militernya ke Yaman, seperti yang telah dilakukannya di Afghanistan dan Pakistan, untuk memerangi peningkatan pergerakan Al-Qaeda.
Ancaman itu telah dikedepankan oleh kasus Umar Farouk Abdulmutallab, pemuda Nigeria yang dilaporkan mengaku telah dilatih oleh pembuat bom Al-Qaeda di Yaman untuk misinya meledakkan pesawat AS di atas langit Detroit.
"Hingga titik tertentu dapat kita katakan bahwa insiden pesawat di hari Natal itu telah mendatangkan perhatian publik ke Yaman," ujar seorang pejabat Departemen Luar Negeri senior.
"Namun tentu di dalam pemerintahan ini dan pemerintahan lain di seluruh dunia, kami telah sangat sensitif tentang apa yang terjadi di Yaman," ujarnya. (rin/mn/sm) www.suaramedia.com














