Selasa, 22 Mei 2012

Headlines:

Pejabat AS Bocorkan Rahasia Korut Pada Fox News

E-mail Cetak PDF

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Juri pengadilan federal di Washington mendakwa seorang analis Departemen Luar Negeri yang diduga kuat membongkar informasi amat rahasia mengenai Korea Utara kepada agensi berita Fox News. Hal itu menjadi yang ketiga kalinya pemerintahan Obama melayangkan gugatan kriminal, menuding orang-orang membocorkan informasi kepada media.

Dakwaan tertanggal 19 Agustus yang baru diungkapkan pada Jumat waktu setempat tersebut berisi nama Stephen Jin-Woo Kim (43) dari McLean, Virginia, yang menjadi ahli proliferasi nuklir dan bekerja sebagai kontraktor untuk Departemen Luar Negeri.

Kim, yang bekerja sebagai analis tingkat tinggi untuk urusan luar negeri selama sepuluh tahun untuk berbagai lembaga pemerintahan, dituding telah membocorkan informasi pada Juni 2009 dan membohongi FBI pada September tahun yang sama.

Pada persidangan di Pengadilan Distrik Federal yang dipimpin Hakim Colleen Kollar-Kotelly, Kim yang berstatus warga negara AS menyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dengan jaminan $100.000.

Seorang sumber yang mengetahui investigasi itu mengatakan bahwa kasus tersebut ada hubungannya dengan laporan Fox News mengenai kemungkinan reaksi Korea Utara terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, yang kala itu ditunda, mengecam uji coba nuklir dan peluru kendali balistiknya.

Fox News kala itu menyebutkan bahwa pihaknya "menyimpan rincian mengenai sumber dan metode yang dipergunakan intelijen Amerika untuk mengetahui rencana Korea Utara."

Dakwaan tersebut merupakan bagian dari tindakan represif pemerintahan Presiden Obama terhadap pengungkapan inormasi rahasia kepada media pemberitaan.

Seorang mantan ahli bahasa FBI dijatuhi hukuman 20 bulan penjara pada Mei lalu karena telah membongkar dokumen rahasia kepada seorang blogger, dan seorang agen veteran National Security Agency tengah menunggu persidangan karena tuduhan telah membocorkan informasi rahasia kepada seorang reporter Baltimore Sun.

Selain itu, Departemen Kehakiman AS ingin menanyai reporter New York Times, James Risen mengenai sumber beritanya mengenai buku tentang CIA yang menyinggung mengenai sebuah program yang dirancang khusus untuk mengganjal program senjata nuklir Iran.

Media dan para pengacara pembela kebebasan sipil mengkritik tindak represif tersebut dan mengingatkan bahwa Obama mulai menjabat dengan membawa janji keterbukaan tentang seluruh operasi yang dilakukan pemerintah.

Para pejabat pemerintahan AS berkilah bahwa tidak ada kontradiksi antara kebijakan transparansi dengan hukuman agresif yang dijatuhkan kepada orang-orang yang membocorkan rahasia.

David S. Kris, asisten jaksa agung untuk  divisi keamanan nasional Departemen Luar Negeri mengatakan "Diungkapkannya informasi rahasia kepada orang-orang yang tak berhak mengetahuinya adalah kejahatan yang serius."

Tapi, Abbe D. Lowell, pengacara Kim, membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya untuk melakukan kriminalisasi terhadap "jenis media pemerintahan, dan hal itu dilakukan ratusan kali per hari di Washington."

Ia mengatakan bahwa dakwaan tersebut bisa "menghancurkan karier" Kim, yang disebutnya "seorang pegawai negeri yang loyal sekaligus seorang analis kebijakan luar negeri yang brilian."

Baru-baru ini data militer AS dalam perang Afghanistan bocor ke tangan situs WikiLeaks. Seorang pengacara AS yang mewakili situs pembocor rahasia WikiLeaks mengatakan bahwa pejabat pemerintah AS telah diberikan kode-kode dan kata sandi yang memberikan mereka akses online kepada dokumen-dokumen pemerintah AS yang sejauh ini belum dipublikasikan oleh WikiLeaks.

Timothy Matusheski, seorang pengacara dari Hattiesburg, Missouri, yang mengatakan bahwa ia mewakili situs pembocor rahasia tersebut dan telah berhubungan dengan keduanya, pendiri WikiLeaks, Julian Assange dan sedikitnya satu pejabat pemerintah terlibat dalam penylidikan WikiLeaks, mengatakan bahwa WkiLeaks telah mempersiapkan sebuah "saluran aman" yang dapat digunakan para pengguna yang disahkan untuk mengakses bahan-bahan yang tidak dipublikasikan.

Ia mengatakan bahwa mandat untuk menggunakan website ini telah dikirimkan kembali kepada para perwakilan dari pemerintah AS yang ia tidak identifikasikan. Juru bicara Pentagon Bryan Whitman tidak dengan segera memberikan tanggapan ketika dimintai komentar akan hal ini. (dn/nt/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon