Pekan lalu, sejumlah media Venezuela memberitakan bahwa Chavez (56) mungkin saja menderita penyakit kanker hidung.
Rumor tersebut semakin santer berembus kala Chavez tidak muncul dalam hari pertama kampanye untuk pemilihan parlemen 26 September mendatang, meski kemudian diketahui bahwa Chavez tidak hadir karena bertemu dengan mentornya, Fidel Castro, di Kuba.
"Orang-orang kotor itu ingin membunuh saya," kata Chavez yang kembali ke Caracas untuk menghadiri upacara kelulusan para pelajar sekolah kesehatan sosialis.
"Sekarang mereka mengarang berita bahwa saya terkena kanker, bahwa saya sekarat. Memang itu yang mereka mau," tambah Chavez seraya tertawa.
Chavez, seorang mantan prajurit yang mewarisi posisi Castro sebagai pengkritik utama Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin, berkuasa pada tahun 1999 dan berencana untuk kembali mencalonkan diri pada tahun 2012.
Meski tidak lagi seprima masa mudanya, sewaktu ia menggemari olahraga, Chavez masih senang mendemonstrasikan kekuatan fisiknya dengan berpidato secara maraton atau berpartisipasi dalam permainan bisbol.
2007 lalu, Chavez membantah kala Castro yang diisukan meninggal dunia.
Setelah Castro kala itu mengundurkan diri untuk sementara waktu – dan kemudian secara permanen – setelah menjalani operasi usus, pemimpin komunis itu dikabarkan meninggal.
"Di internet bertebaran rumor yang menyebut bahwa Fidel Castro telah meninggal," kata Chavez dalam acara televisinya yang tayang setiap hari Minggu.
"Fidel terus berkarya, dia menulis," tambah Chavez.
Venezuela mengirimkan nyaris 100.000 barel minyak dan bahan bakar per hari ke Kuba untuk ditukarkan dengan layanan dokter serta tenaga profesional lain sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama.
Presiden Venezuela, Hugo Chavez, pada akhir tahun kemarin mengecam majalah Newsweek yang memprediksikan bahwa dirinya akan digulingkan oleh kudeta militer. Newsweek menambahkan "ramalannya" dengan prediksi bahwa sang mentor, Fidel Castro, akan tutup usia pada tahun 2010.
Dalam sebuah pidato tahun baru panjang yang disiarkan oleh televisi, Chavez – yang mengambil alih posisi Castro sebagai kritikus AS nomor satu di kawasan Amerika Latin – menyebut Newsweek sebagai "majalah milik kekaisaran".
"(Majalah itu) berisi kebencian dan keinginan dari kaum imperialis. Dana dalam jumlah besar, surat kabar besar, serta stasiun televisi dari kaum borjuis global," kata Chavez.
Dalam 10 prediksi untuk tahun mendatang, Newsweek memperkirakan adanya lonjakan tinggi inflasi di Venezuela, ditambah dengan pemadaman listrik, kekurangan makanan, kejahatan yang merajalela dan jatuhnya popularitas Chavez. Jalanan menjadi lebih "kejam" bahkan di kalangan rakyat miskin yang menempatkan Chavez dalam kekuasaan.
"Langkah-langkah militer untuk menggulingkan Chavez dan memulihkan tatanan pemerintahan, karena sosialisme abad 21 telah berputar dan berubah menjadi gelombang kelangkaan, kemiskinan dan kekacauan seperti abad ke-20," demikian kutipan edisi akhir tahun majalah tersebut.
Chavez – yang telah berkuasa selama satu dekade – merasa marah dan mengatakan bahwa satu-satunya perlawanan terhadap dirinya adalah kekuatan pemberontak domestik yang mendapatkan bantuan pasukan dari luar negeri.
"Namun saya terlebih dahulu memperingatkan mereka, karena serangan balik kami akan sangat keras," kata Chavez, disambut dengan tepuk tangan dari para pendengar yang terdiri dari menteri-menteri dan pendukung Chavez.
Newsweek juga memprediksikan bahwa Castro, 83, akan tutup usia pada tahun depan. "Fidel Castro telah digerogoti penyakit selama bertahun-tahun, dan 2010 tampaknya akan menjadi tahun terakhir Castro menghela napas di dunia ini," tulis Newsweek.
Chavez, yang amat jarang menyampaikan pidato tanpa meneriakkan seruan "Viva!" kepada mantan penguasa Kuba tersebut, mengatakan bahwa prediksi Newsweek merupakan prediksi keliru yang terbaru mengenai kematian Castro. (dn/tu/re/sm) www.suaramedia.com
- Intel AS: Bukan Saatnya Membeberkan Rahasia Ke Media
- Strategi Helmand Berujung Perselisihan Komandan AS - Inggris
- Perang Irak Bayangi AS Dengan Luka Tak Kasat Mata
- Obama: Saya Tak Mungkin Tempel Sertifikat Kelahiran di Dahi
- Ribuan Warga Konservatif Bergerak "Kembalikan Amerika"














