"Ada jaringan penyebar informasi keliru yang dalam era media baru ini bisa terus menerus menyebarkan (informasi keliru)," kata Obama dalam wawancara dengan kantor berita NBC hari Minggu waktu setempat di New Orleans. Wawancara tersebut digelar setelah peringatan tahun kelima bencana Badai Katrina.
"Jika saya menghabiskan seluruh waktu untuk meladeni itu, maka tidak banyak yang bisa saya kerjakan," kata Obama saat ditanya mengapa ada begitu banyak orang yang tidak yakin mengenai sesuatu yang amat mendasar seperti keyakinannya.
"Saya kan tidak mungkin selalu menempelkan sertifikat kelahiran di dahi saya," tambah Obama.
"Fakta adalah fakta. Kami sudah pernah melalui sebagian hal semacam ini pada masa kampanye. Ada mekanisme, sebuah jaringan penyebar informasi keliru yang dalam era media baru ini bisa menyebarkannya secara terus-menerus," kata Obama yang tampak terganggu, merujuk pada orang-orang yang terus meragukan kelahirannya dan juga keberadaan atau validitas sertifikat kelahiran Hawaiinya.
"Saya selalu yakin pada rakyat Amerika, dan saya tidak akan terlalu mengkhawatirkan rumor apa yang bertebaran di sekitar," kata Obama.
Menurut jajak pendapat Pew awal bulan ini, masih 18 persen warga Amerika yang masih menganggap Obama seorang Muslim. Hanya sepertiga yang menyebut Obama seorang Kristen, sementara 43 persen lainnya mengatakan bahwa mereka tidak yakin apa agama Obama.
Dalam kesempatan itu, Obama juga menggandakan dukungannya untuk pembangunan masjid dan pusat komunitas yang direncanakan di sebuah lokasi yang terletak dua blok sebelah utara Ground Zero di New York. Ia membantah laporan yang menyebut dirinya ingin mencabut dukungan dari proyek kontroversial itu.
"Saya sama sekali tidak ingin menariknya," kata Obama. "Saya sudah amat spesifik dengan tim saya. Nilai inti dan prinsip untuk memperlakukan tiap-tiap warga negara Amerika dengan setara tidak pernah berubah. Dalam (peringatan Ramadan di Gedung Putih), ada Muslim Amerika yang mengenakan seragam dan bertempur di Irak. Bagaimana bisa Anda mengatakan bahwa keyakinan keagamaan mereka tidak pantas dihormati? Perasaan saya amat kuat mengenai hal itu."
Ia menambahkan, "Saya juga menghormati perasaan sisi yang lain."
Tahun lalu, dalam upaya terakhir untuk mendapatkan informasi yang bisa menyelesaikan kontroversi atas keabsahan Barack Obama dalam menduduki jabatan yang sekarang dan apakah ia memenuhi persyaratan sebagai "warga kelahiran asli," Editor WorldNetDaily dan Kepala Eksekutif Joseph Farah berusaha untuk membeli seluruh halaman iklan di koran harian Honolulu dan meminta bantuan dokumenter menemukan bukti kelahiran di kota tanggal 4 Agustus, 1961, seperti yang ia klaim dalam autobiografinya.
Meskipun menawarkan harga penuh senilai $ 7,168.50 plus pajak untuk seluruh halaman, iklan berwarna di halaman 2 dari berita bagian Honolulu Star-Bulletin untuk edisi Senin depan, salinan tersebut ditolak, sebuah penolakan terbaru dari daftar perusahaan media yang terus berkembang yang tidak akan menyentuh masalah akta kelahiran bahkan demi uang.
"Saya telah berbicara kepada penerbit saya dan sayangnya kita tidak dapat menerima karena iklan politik," jelas Cyd Kamakea, manajer periklanan.
Salinan iklan berisi berisi tajuk utama: Dibutuhkan: Informasi yang mengarah kepada kebenaran tentang kelahiran Barack Obama.
Mei lalu, pemerintah negara bagian Hawaii secara resmi dapat mengabaikan orang-orang yang berulangkali mempertanyakan akta kelahiran Presiden Barack Obama seiring dengan disetujuinya undang-undang yang mengatur hal tersebut.
Gubernur Hawaii dari Partai Republik Linda Lingle meresmikan rancangan undang-undang yang memungkinkan pemerintah negara bagian tidak menanggapi permintaan informasi jika permintaan tersebut dianggap sebagai duplikat atau memiliki substansi serupa dengan permintaan terdahulu.
Undang-undang tersebut ditujukan pada para birther, yang meragukan asal-usul Obama dan mengklaim bahwa ia tidak layak dipilih jadi presiden. Mereka berkeras bahwa Obama dilahirkan di luar wilayah Amerika Serikat. (dn/nk/sm) www.suaramedia.com














